UNIPASBYUNIPASBY

Jurnal Plano BuanaJurnal Plano Buana

Perubahan alih fungsi lahan terjadi secara terus-menerus, terutama di daerah perkotaan. Salah satunya adalah perubahan dari areal pertanian menjadi non-pertanian seperti perumahan, perkantoran, dan industri. Ruang terbuka hijau di suatu daerah perkotaan sangat penting untuk mendukung fungsi ekologis. Oleh sebab itu, pemerintah perlu mempertahankan ruang terbuka hijau dan mengendalikan alih fungsi lahan. Informasi dasar tentang perubahan tutupan lahan perlu dikaji sebagai dasar kebijakan, salah satu metode yang paling cepat dan murah adalah pemanfaatan teknologi pengindraan jauh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan tutupan lahan dengan pendekatan NDVI di Kecamatan Sukarame, Kota Bandar Lampung. Hasil menunjukkan bahwa terjadi perubahan tutupan lahan dari tahun 2000 ke tahun 2020. Dari analisis NDVI, dapat diketahui bahwa luas lahan bervegetasi sedang mengalami penurunan dari tahun 2000 hingga 2020 sebanyak 18,49% atau setara dengan 360,7 ha. Sedangkan pada lahan terbuka atau non-vegetasi terjadi peningkatan sebesar 12,85% atau setara dengan 250,59 ha. Dengan berkurangnya lahan bervegetasi sedang dapat berdampak meningkatnya suhu udara lokal, berkurangnya udara yang berkualitas, dan hilangnya tempat rekreasi.

Berdasarkan hasil analisis NDVI dari dua citra Landsat pada tahun 2000 dan 2020, didapatkan kesimpulan bahwa daerah yang memiliki tingkat kehijauan sedang di daerah Sukarame telah berubah.Semakin bertambahnya populasi manusia menyebabkan pemukiman penduduk, pertokoan, serta jalan semakin banyak dan membuat luasan vegetasi semakin menurun.Pada tahun 2000, lahan yang memiliki vegetasi masih cukup banyak, namun pada tahun 2020, lahan terbuka meningkat akibat dari bertambahnya jumlah penduduk.Untuk hasil yang didapat dari lokasi groundchek, terdapat beberapa lokasi pada peta yang kurang akurat sehingga tingkat keakuratan tutupan lahan tahun 2020 sebesar 93,3% (1 lokasi tidak akurat).Dari analisis NDVI tersebut, dapat diketahui bahwa luas lahan bervegetasi sedang mengalami penurunan dari tahun 2000 hingga 2020 sebanyak 18,49% atau setara dengan 360,7 ha.Sedangkan pada lahan terbuka terjadi peningkatan sebesar 12,85% atau setara dengan 250,59 ha.

Berdasarkan hasil penelitian, perlu dilakukan pengelolaan kawasan yang tepat di Kecamatan Sukarame agar tidak menimbulkan bencana. Selain itu, analisis mengenai kerapatan vegetasi dengan bantuan teknik penginderaan jauh dapat dilakukan untuk mengetahui kondisi tutupan vegetasi dan kerapatan vegetasi. Teknologi penginderaan jauh dapat menjadi teknologi yang digunakan untuk melihat perubahan penggunaan lahan. Pemanfaatan penginderaan jauh dapat diterapkan dalam perencanaan Tata Ruang dan Tata Wilayah, serta mendukung perencanaan wilayah sebagai Water Front City. Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan analisis lebih mendalam tentang dampak perubahan tutupan lahan terhadap kualitas lingkungan dan keseimbangan ekosistem. Selain itu, studi tentang pengelolaan lahan yang tepat di daerah perkotaan juga dapat menjadi fokus penelitian selanjutnya.

Read online
File size542.66 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test