LAAROIBALAAROIBA

Reslaj : Religion Education Social Laa Roiba JournalReslaj : Religion Education Social Laa Roiba Journal

Semakin berkembangnya era digital di dunia ditandai dengan teknologi baru yakni internet. Internet yang merupakan fasilitas yang dapat diakses oleh semua orang di seluruh dunia. Internet tidak hanya dapat digunakan untuk chatting dan browsing, namun dalam perkembangannya internet dapat semakin meluas dalam penggunaannya. Keberadaan internet juga dirasakan oleh masyarakat Kota Surabaya. Internet memiliki dampak positif berupa kemudahan bagi penggunanya untuk mengakses informasi dengan sistem online dengan mudah, cepat dan terjangkau. Selain memiliki dampak positif, internet juga dapat memberikan dampak negatif seperti terjadinya adiksi internet khususnya pada anak remaja. Agar hal ini tidak terjadi, diperlukan komunikasi yang baik antara orang tua dengan anak mengenai bahaya internet agar tidak terjadi adiksi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis pola komunikasi menurut Diana Baumrind. Teknik pengumpulan data ini dengan menggunakan wawancara mendalam dengan orang tua yang memiliki anak remaja yang mengalami adiksi internet di Kota Surabaya. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat dua pola komunikasi yang diterapkan oleh orangtua dengan remaja adiksi internet di Kota Surabaya yakni permissive dan authorative. Penerapan pola komunikasi demokratis atau authorative menunjukkan bahwa kebebasan dan pengawasan berjalan selaras dengan kesepakatan kedua belah pihak. Penerapkan pola komunikasi permissive atau membebaskan, disebabkan kurangnya interaksi antara orangtua dengan anak dan pengawasan yang rendah dalam penggunaan internet.

Penelitian menemukan dua di Surabaya, yaitu pola demokratis (authoritative) yang menyeimbangkan kebebasan dan pengawasan, serta pola permissive yang memberikan kebebasan tinggi namun pengawasan rendah.Meskipun pola demokratis dapat menciptakan interaksi baik, rendahnya pemahaman orangtua tentang adiksi internet tetap menyebabkan remaja mengalami kecanduan, sedangkan pola permissive memperparah adiksi karena kurangnya aturan dan sanksi.Keterbatasan pengawasan serta kurangnya keterbukaan komunikasi antara orangtua dan remaja menjadi faktor utama yang memicu adiksi internet pada remaja di Surabaya.

Penelitian selanjutnya dapat menguji efektivitas program pelatihan digital parenting dalam mengurangi tingkat adiksi internet pada remaja di Surabaya melalui desain eksperimental yang membandingkan kelompok yang menerima pelatihan dengan kelompok kontrol. Selain itu, penting untuk menyelidiki pengaruh interaksi teman sebaya yang dipadukan dengan gaya komunikasi orangtua terhadap pola penggunaan internet remaja, dengan pendekatan metode campuran yang menggabungkan survei kuantitatif dan wawancara mendalam. Selanjutnya, dapat dikembangkan sebuah aplikasi seluler yang memfasilitasi komunikasi antara orangtua dan anak mengenai penggunaan internet, kemudian dievaluasi dampaknya terhadap penurunan tingkat kecanduan melalui studi longitudinal selama enam bulan.

  1. Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia. kecanduan internet remaja sari jppi jurnal penelitian pendidikan... jurnal.iicet.org/index.php/jppi/article/view/190Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia kecanduan internet remaja sari jppi jurnal penelitian pendidikan jurnal iicet index php jppi article view 190
Read online
File size303.08 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test