STITMUHBASTITMUHBA

TarbiyahMUTarbiyahMU

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Kota Banjar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui dokumentasi dan kuesioner dari 87 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiasaan shalat Dhuha berada pada kategori sangat baik, dengan skor tertinggi pada indikator keikutsertaan melaksanakan shalat Dhuha dan skor terendah pada indikator motivasi belajar. Analisis regresi sederhana menggunakan software SPSS menunjukkan bahwa pembiasaan shalat Dhuha memiliki pengaruh signifikan terhadap kedisiplinan siswa, dengan nilai R sebesar 0.704 dan R² sebesar 0.495. Nilai signifikansi (Sig) sebesar 0.000 menunjukkan pengaruh yang signifikan. Pembiasaan shalat Dhuha terbukti meningkatkan disiplin perbuatan dan waktu, meskipun peningkatan motivasi belajar masih memerlukan perhatian lebih lanjut. Penelitian ini mendukung temuan sebelumnya bahwa kegiatan keagamaan seperti shalat Dhuha dapat menjadi metode efektif dalam menanamkan sikap disiplin pada siswa, yang pada gilirannya mendukung prestasi akademik dan perkembangan karakter mereka secara keseluruhan.

Secara keseluruhan, pembiasaan shalat Dhuha di MI Banjar 2 tergolong sangat baik dengan tingkat keikutsertaan siswa yang konsisten, meskipun peningkatan motivasi belajar siswa masih belum signifikan dan memerlukan pemahaman lebih mendalam.Kedisiplinan siswa kelas V di MI Banjar 2 juga berada dalam kategori sangat baik, terutama pada disiplin perbuatan.Penelitian ini mengkonfirmasi adanya pengaruh signifikan antara pembiasaan shalat Dhuha terhadap peningkatan disiplin siswa, mendukung bahwa kegiatan keagamaan efektif dalam menanamkan disiplin serta mendukung perkembangan karakter dan prestasi akademik siswa.

Penelitian ini telah menunjukkan pengaruh signifikan pembiasaan shalat Dhuha terhadap disiplin siswa. Namun, ditemukan bahwa pengaruh terhadap motivasi belajar masih belum optimal dan memerlukan eksplorasi lebih lanjut. Oleh karena itu, penelitian di masa depan dapat mendalami secara kualitatif faktor-faktor yang mungkin memengaruhi atau menghambat peningkatan motivasi belajar siswa setelah pembiasaan shalat Dhuha, misalnya melalui wawancara mendalam dengan siswa, guru, dan orang tua, untuk memahami perspektif serta pengalaman mereka. Selain itu, mengingat studi ini berfokus pada siswa kelas V di satu madrasah, akan sangat bermanfaat untuk memperluas cakupan penelitian dengan melakukan studi komparatif di berbagai jenjang pendidikan, seperti SMP atau SMA, atau pada lingkungan sekolah yang berbeda, termasuk sekolah umum, guna menilai apakah temuan ini dapat digeneralisasi dan untuk mengidentifikasi potensi perbedaan pengaruh di konteks yang beragam. Lebih jauh lagi, untuk mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif tentang mekanisme kausal, penelitian selanjutnya dapat mengadopsi pendekatan kuantitatif yang lebih kompleks atau studi longitudinal. Pendekatan ini bisa melibatkan analisis variabel mediasi atau moderasi, seperti peran dukungan guru, keterlibatan orang tua, atau lingkungan sosial sekolah, dalam memperkuat hubungan antara pembiasaan shalat Dhuha dan berbagai dimensi kedisiplinan serta motivasi belajar siswa secara berkelanjutan. Dengan demikian, kita dapat merancang intervensi pendidikan yang lebih efektif dan terarah untuk pengembangan karakter siswa.

  1. Peran Guru Dalam Meningkatkan Karakter Disiplin Untuk Mewujudkan Ketahanan Pribadi Siswa Melalui Pembelajaran... doi.org/10.22146/jkn.61168Peran Guru Dalam Meningkatkan Karakter Disiplin Untuk Mewujudkan Ketahanan Pribadi Siswa Melalui Pembelajaran doi 10 22146 jkn 61168
  1. #hasil belajar siswa#hasil belajar siswa
  2. #akademik siswa viii#akademik siswa viii
Read online
File size138.38 KB
Pages4
Short Linkhttps://juris.id/p-2EW
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test