POLTEKKES JOGJAPOLTEKKES JOGJA
Caring : Jurnal KeperawatanCaring : Jurnal KeperawatanRemaja berusia 14–25 tahun di Indonesia, termasuk mahasiswa di Institut Ilmu Kesehatan Pelamonia (IIK Pelamonia) di Makassar, rentan terhadap gastritis akibat gaya hidup tidak sehat, yang memerlukan upaya pencegahan seperti edukasi kesehatan. Metode Jigsaw adalah pendekatan edukasi kolaboratif dan efektif untuk meningkatkan pengetahuan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh edukasi kesehatan menggunakan metode Jigsaw terhadap pengetahuan mahasiswa mengenai pencegahan gastritis. Penelitian kuasi-eksperimen dengan desain one-group pretest-posttest digunakan, melibatkan 30 mahasiswa dari program studi ARS di IIK Pelamonia. Tingkat pengetahuan diukur menggunakan kuesioner 13 item tentang pencegahan gastritis. Data dianalisis menggunakan Uji Wilcoxon Signed Rank Test, yang menunjukkan peningkatan skor rata-rata dari 31,00 (pretest) menjadi 40,02 (posttest), dengan nilai p sebesar 0,000. Temuan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan mahasiswa setelah menerima edukasi melalui metode Jigsaw. Kesimpulannya, metode Jigsaw secara efektif meningkatkan edukasi kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan remaja tentang pencegahan gastritis dan dapat diadopsi oleh perawat sebagai strategi promosi kesehatan yang kolaboratif dan menarik.
Edukasi dengan metode jigsaw memiliki pengaruh terhadap peningkatan pengetahuan pencegahan gastritis pada mahasiswa IIK Pelamonia, sehingga penggunaan metode Jigsaw yang bersifat kolaboratif ini dapat digunakan perawat sebagai salah satu metode edukasi kesehatan yang efektif khususnya pada usia remaja.Penelitian selanjutnya disarankan untuk menggunakan desain yang berbeda, jumlah sampel yang lebih besar, dan cakupan lokasi penelitian yang lebih luas.
Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi efektivitas metode Jigsaw dalam meningkatkan perilaku pencegahan gastritis pada mahasiswa, dengan mengukur perubahan kebiasaan makan dan gaya hidup mereka setelah intervensi. Kedua, penelitian dapat dilakukan dengan melibatkan kelompok kontrol untuk membandingkan hasil antara mahasiswa yang mendapatkan edukasi dengan metode Jigsaw dan mereka yang mendapatkan edukasi konvensional, sehingga dapat lebih meyakinkan tentang keunggulan metode Jigsaw. Ketiga, penelitian dapat memperluas cakupan penelitian dengan melibatkan mahasiswa dari berbagai program studi dan institusi, serta mempertimbangkan faktor-faktor lain yang dapat memengaruhi pengetahuan dan perilaku pencegahan gastritis, seperti tingkat stres, dukungan sosial, dan akses terhadap informasi kesehatan. Dengan demikian, hasil penelitian dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang efektivitas metode Jigsaw dalam meningkatkan kesehatan mahasiswa dan memberikan rekomendasi yang lebih tepat sasaran bagi para pemangku kepentingan.
- Main Learning Theories in Education | European Journal of Contemporary Education and E-Learning. main... doi.org/10.59324/ejceel.2024.2(5).06Main Learning Theories in Education European Journal of Contemporary Education and E Learning main doi 10 59324 ejceel 2024 2 5 06
- Impact of Health Education on Knowledge and Behaviors toward Infectious Diseases among Students in Gansu... doi.org/10.1155/2018/6397340Impact of Health Education on Knowledge and Behaviors toward Infectious Diseases among Students in Gansu doi 10 1155 2018 6397340
- Dokuz Eylul University The Journal of Graduate School of Social Sciences » Submission » BRAIN... doi.org/10.16953/deusosbil.1359839Dokuz Eylul University The Journal of Graduate School of Social Sciences A Submission A BRAIN doi 10 16953 deusosbil 1359839
| File size | 365.87 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
ICJAMBIICJAMBI Sikap siswa berdasarkan Teori Transtheoretical Model mengalami perubahan dari tahap kontemplasi (pemikiran) ke tahap persiapan (kesiapan) pada kedua kelompok.Sikap siswa berdasarkan Teori Transtheoretical Model mengalami perubahan dari tahap kontemplasi (pemikiran) ke tahap persiapan (kesiapan) pada kedua kelompok.
PPNIUNIMMANPPNIUNIMMAN Emergency Medical Services (EMS) memegang peran penting dalam fase pra-rumah sakit pada penanganan bencana, namun sistem EMS di berbagai negara masih menghadapiEmergency Medical Services (EMS) memegang peran penting dalam fase pra-rumah sakit pada penanganan bencana, namun sistem EMS di berbagai negara masih menghadapi
HTPHTP Disarankan agar puskesmas memenuhi kebutuhan SDM, desa memanfaatkan 7% dana desa untuk sektor kesehatan, dan petani melakukan komunikasi horizontal sebagaiDisarankan agar puskesmas memenuhi kebutuhan SDM, desa memanfaatkan 7% dana desa untuk sektor kesehatan, dan petani melakukan komunikasi horizontal sebagai
HTPHTP Hasil penelitian menunjukkan bahwa 44,6% penderita memiliki tingkat pengetahuan yang rendah tentang penyakitnya, sementara 55,4% memiliki tingkat pengetahuanHasil penelitian menunjukkan bahwa 44,6% penderita memiliki tingkat pengetahuan yang rendah tentang penyakitnya, sementara 55,4% memiliki tingkat pengetahuan
RCSDEVELOPMENTRCSDEVELOPMENT Kegiatan ini menegaskan pentingnya dukungan pembiayaan posyandu, inovasi pencatatan digital, dan strategi komunikasi gizi yang inklusif. Implikasi mencakupKegiatan ini menegaskan pentingnya dukungan pembiayaan posyandu, inovasi pencatatan digital, dan strategi komunikasi gizi yang inklusif. Implikasi mencakup
GLOBALHEALTHSCIENCEGROUPGLOBALHEALTHSCIENCEGROUP Persiapan kegiatan dilakukan selama dua minggu, mencakup koordinasi dengan puskesmas, rekrutmen peserta, penyusunan materi edukasi, dan pelatihan bagiPersiapan kegiatan dilakukan selama dua minggu, mencakup koordinasi dengan puskesmas, rekrutmen peserta, penyusunan materi edukasi, dan pelatihan bagi
GLOBALHEALTHSCIENCEGROUPGLOBALHEALTHSCIENCEGROUP Penanganan secara dini dapat mempercepat pemulihan dan dapat menurunkan risiko seorang anak mengalami permasalahan yang lebih berat di masa datang. TujuanPenanganan secara dini dapat mempercepat pemulihan dan dapat menurunkan risiko seorang anak mengalami permasalahan yang lebih berat di masa datang. Tujuan
OJSSTIKESBANYUWANGIOJSSTIKESBANYUWANGI Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan sangat kuat antara komunikasi interpersonal dengan kepuasan pasien (ρ ˂ α = 0,000˂0,05; r = 0,999). KesimpulanHasil penelitian menunjukkan adanya hubungan sangat kuat antara komunikasi interpersonal dengan kepuasan pasien (ρ ˂ α = 0,000˂0,05; r = 0,999). Kesimpulan
Useful /
RCSDEVELOPMENTRCSDEVELOPMENT Meskipun kegiatan ini tidak melibatkan pengukuran kuantitatif, sosialisasi terbukti menjadi langkah awal yang signifikan dalam memperkuat kapasitas masyarakatMeskipun kegiatan ini tidak melibatkan pengukuran kuantitatif, sosialisasi terbukti menjadi langkah awal yang signifikan dalam memperkuat kapasitas masyarakat
RCSDEVELOPMENTRCSDEVELOPMENT Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan mengidentifikasi aspek non-kognitif peserta didik di MA DDI Baruga, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, gunaKegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan mengidentifikasi aspek non-kognitif peserta didik di MA DDI Baruga, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, guna
RCSDEVELOPMENTRCSDEVELOPMENT Penelitian ini bertujuan mengembangkan aplikasi E-WASTE untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi pengelolaan bank sampah di TPS 3R Baratan, KabupatenPenelitian ini bertujuan mengembangkan aplikasi E-WASTE untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi pengelolaan bank sampah di TPS 3R Baratan, Kabupaten
OJSSTIKESBANYUWANGIOJSSTIKESBANYUWANGI Masalah ini sering kali tidak terdiagnosis karena gejala yang sering tumpang tindih dengan kondisi medis lain, serta adanya stigma sosial terhadap gangguanMasalah ini sering kali tidak terdiagnosis karena gejala yang sering tumpang tindih dengan kondisi medis lain, serta adanya stigma sosial terhadap gangguan