YOSSOEDARSOYOSSOEDARSO

Yos Soedarso Economic Journal (YEJ)Yos Soedarso Economic Journal (YEJ)

Artikel ini mengusulkan sebuah model adaptif konseptual kolaborasi dinamis dalam green logistics. Model ini berfungsi sebagai strategi vital untuk keberlanjutan bisnis, dengan tujuan utama meminimalkan dampak ekologis dan meningkatkan efisiensi operasional. Studi ini mengidentifikasi tren, tantangan, dan peluang dalam pendekatan kolaboratif melalui integrasi Manajemen Rantai Pasokan Hijau (GSCM), Triple Bottom Line (TBL), Teori Kolaborasi Dinamis, dan Teori Inovasi Terbuka. Pembahasan mencakup berbagai bentuk kolaborasi, mulai dari kemitraan strategis hingga pemanfaatan teknologi digital untuk koordinasi adaptif. Perhatian khusus diberikan pada kontribusi kolaborasi dinamis terhadap pencapaian tujuan ekonomi sirkular, pengurangan emisi karbon, dan peningkatan ketahanan rantai pasokan dalam logistik perkotaan, khususnya di Surabaya. Kerangka kerja konseptual ini diharapkan dapat memberikan wawasan teoretis serta panduan praktis bagi akademisi, praktisi, dan pembuat kebijakan dalam merancang strategi logistik yang ekonomis, bertanggung jawab terhadap lingkungan, dan berkeadilan sosial.

Artikel ini memperkenalkan model adaptif konseptual kolaborasi dinamis yang mengintegrasikan GSCM, TBL, teori kolaborasi dinamis, dan inovasi terbuka untuk mencapai keberlanjutan lingkungan, sosial, dan ekonomi dalam logistik perkotaan.Model tersebut menekankan pentingnya ekosistem kolaboratif yang fleksibel, didukung teknologi digital, untuk mengatasi tantangan seperti kemacetan, polusi, dan fragmentasi, sekaligus meningkatkan efisiensi sumber daya dan ketahanan.Meskipun terdapat hambatan kepercayaan dan disparitas teknologi, model ini menawarkan jalur strategis melalui platform digital transparan dan kebijakan yang mendukung, memberikan panduan praktis bagi kota seperti Surabaya menuju transformasi logistik berkelanjutan.

Penelitian selanjutnya dapat menguji secara empiris model kolaborasi dinamis adaptif di beberapa kota Indonesia, seperti Jakarta atau Bandung, untuk menilai pengaruhnya terhadap pengurangan emisi karbon dan peningkatan efisiensi logistik. Selanjutnya, perlu diselidiki mekanisme pembentukan kepercayaan antar pemangku kepentingan dalam jaringan kolaboratif, khususnya bagaimana fitur platform digital dapat meningkatkan pertukaran data dan mengurangi defisit kepercayaan. Selain itu, studi dapat mengevaluasi dampak kesenjangan teknologi—misalnya akses ke IoT, AI, dan data real‑time—terhadap adopsi model ini, serta merancang kebijakan insentif yang menutup kesenjangan tersebut sehingga kota‑kota berkembang dapat menerapkan model kolaboratif secara efektif.

Read online
File size227.27 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test