STIALANBANDUNGSTIALANBANDUNG

Jurnal Ilmu Administrasi: Media Pengembangan Ilmu dan Praktek AdministrasiJurnal Ilmu Administrasi: Media Pengembangan Ilmu dan Praktek Administrasi

Makalah ini mengusulkan sebuah model konseptual perencanaan kolaboratif untuk intervensi stunting di tingkat daerah. Penelitian intervensi stunting dianggap penting karena merupakan masalah global. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan proses kolaborasi serta mengembangkan model konseptual perencanaan kolaboratif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan alat analisis Soft Systems Methodology (SSM) untuk mengembangkan model konseptual tersebut. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi‑terstruktur, diskusi kelompok terfokus (FGD), observasi, dan studi dokumen. Hasil penelitian menghasilkan model konseptual perencanaan kolaboratif sebagai solusi intervensi stunting untuk menentukan tujuan dan program yang akan dilaksanakan oleh pemerintah daerah. Melalui tahapan model ini, proses kolaboratif dapat dilaksanakan bersama pemangku kepentingan. Adaptasi lingkungan diperlukan agar implementasi model konseptual perencanaan kolaboratif berjalan lancar. Selain itu, keberagaman sosiokultural masyarakat berpotensi memengaruhi proses kolaboratif dalam perencanaan kolaboratif.

Pemikiran sistem diperlukan dalam perencanaan kolaboratif intervensi stunting agar target SDGs dapat tercapai, sementara model konseptual yang diusulkan dapat diimplementasikan namun dipengaruhi oleh faktor lingkungan internal dan eksternal.Elemen utama model tersebut adalah proses kolaborasi yang menuntut komitmen dan kepercayaan antar aktor perencanaan.Perbedaan tingkat literasi masyarakat dan kepentingan pemangku kepentingan harus diatasi melalui pendekatan komunikasi yang dipandu oleh seorang pemimpin atau manajer fasilitator untuk mencapai kesepakatan bersama dan menghindari konflik.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana pemanfaatan platform komunikasi digital, seperti aplikasi pesan instan dan portal kolaboratif daring, dapat meningkatkan koordinasi antar pemangku kepentingan dalam perencanaan kolaboratif intervensi stunting di daerah dengan keberagaman budaya, serta mengukur dampaknya terhadap kecepatan dan kualitas pengambilan keputusan. Studi lain dapat menguji efektivitas peran seorang fasilitator atau manajer yang terlatih dalam memperkuat kepercayaan dan komitmen antar aktor, dengan membandingkan tingkat keberhasilan implementasi model perencanaan kolaboratif pada wilayah yang menggunakan pendekatan kepemimpinan terstruktur versus wilayah tanpa intervensi kepemimpinan khusus. Selain itu, penelitian dapat mengevaluasi kontribusi program peningkatan literasi komunitas terhadap proses kolaboratif, dengan mengintegrasikan pelatihan literasi kesehatan dan gizi ke dalam tahapan perencanaan, dan menilai sejauh mana peningkatan pemahaman masyarakat mempengaruhi partisipasi, konsensus, serta hasil penurunan prevalensi stunting.

Read online
File size420.85 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test