SCADINDEPENDENTSCADINDEPENDENT
Jurnal Ilmiah PeuradeunJurnal Ilmiah PeuradeunKetentuan Pasal 27 ayat (3) Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2008 tentang Kecamatan menetapkan bahwa kecamatan bertugas mengoordinasikan satuan kerja perangkat daerah di tingkat kabupaten/kota dalam pelaksanaan kegiatan pemerintahan. Kedudukan Dinas Sosial dan Kecamatan secara struktural merupakan perangkat daerah, namun terdapat perbedaan pangkat jabatan antara Kepala Dinas Sosial dan Camat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana serta hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Metode yang digunakan adalah hukum normatif dan sosiologis dengan pendekatan kualitatif yang disajikan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koordinasi belum dilaksanakan sebagaimana diharapkan. Hambatan yang dihadapi meliputi belum terbentuknya tim koordinasi penanggulangan kemiskinan tingkat kecamatan, pelimpahan wewenang kepada Camat belum disertai pembiayaan yang memadai, serta terbatasnya kualitas sumber daya manusia, fasilitas, dan infrastruktur di tingkat kecamatan.
Ketentuan Pasal 27 ayat (3) Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2008 tentang Kecamatan menetapkan bahwa kecamatan bertugas mengoordinasikan satuan kerja perangkat daerah di tingkat kabupaten/kota dalam pelaksanaan kegiatan pemerintahan.Kedudukan Dinas Sosial dan Kecamatan secara struktural merupakan perangkat daerah, namun terdapat perbedaan pangkat jabatan antara Kepala Dinas Sosial dan Camat.Metode yang digunakan adalah hukum normatif dan sosiologis dengan pendekatan kualitatif yang disajikan secara deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa koordinasi belum dilaksanakan sebagaimana diharapkan.Hambatan yang dihadapi meliputi belum terbentuknya tim koordinasi penanggulangan kemiskinan tingkat kecamatan, pelimpahan wewenang kepada Camat belum disertai pembiayaan yang memadai, serta terbatasnya kualitas sumber daya manusia, fasilitas, dan infrastruktur di tingkat kecamatan.Penelitian lanjutan dapat mengkaji bagaimana desain struktural baru yang mengintegrasikan Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan tingkat kabupaten dengan peran langsung Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan sebagai ujung tombak lapangan, sehingga data kemiskinan yang dikumpulkan di tingkat gampong dapat langsung diproses dan dijadikan dasar pengambilan keputusan program bantuan sosial.Selain itu, perlu diteliti bagaimana mekanisme pelimpahan wewenang dan anggaran dari Dinas Sosial ke Kecamatan dapat dirancang secara transparan dan akuntabel, agar Camat tidak hanya menjadi koordinator administratif tetapi benar-benar memiliki kapasitas finansial dan teknis untuk merespons kebutuhan masyarakat miskin secara cepat dan tepat.Terakhir, studi lanjutan dapat mengembangkan model kolaboratif antara Dinas Sosial, Kecamatan, dan lembaga masyarakat sipil dalam membangun sistem pengawasan berbasis data real-time, sehingga tidak hanya mengandalkan laporan tahunan yang sering terlambat dan tidak akurat, tapi mampu memantau dinamika kemiskinan secara kontinu dan adaptif di tingkat lokal.Untuk meningkatkan efektivitas penanggulangan kemiskinan, diperlukan integrasi kelembagaan yang jelas, penguatan kapasitas sumber daya manusia, dan penjaminan anggaran yang konsisten dalam kerangka koordinasi antara Dinas Sosial dan Kecamatan.Ketentuan Pasal 27 ayat (3) Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2008 tentang Kecamatan menetapkan bahwa kecamatan bertugas mengoordinasikan satuan kerja perangkat daerah di tingkat kabupaten/kota dalam pelaksanaan kegiatan pemerintahan.Kedudukan Dinas Sosial dan Kecamatan secara struktural merupakan perangkat daerah, namun terdapat perbedaan pangkat jabatan antara Kepala Dinas Sosial dan Camat.Metode yang digunakan adalah hukum normatif dan sosiologis dengan pendekatan kualitatif yang disajikan secara deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa koordinasi belum dilaksanakan sebagaimana diharapkan.Hambatan yang dihadapi meliputi belum terbentuknya tim koordinasi penanggulangan kemiskinan tingkat kecamatan, pelimpahan wewenang kepada Camat belum disertai pembiayaan yang memadai, serta terbatasnya kualitas sumber daya manusia, fasilitas, dan infrastruktur di tingkat kecamatan.
Penelitian lanjutan dapat mengkaji bagaimana desain struktural baru yang mengintegrasikan Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan tingkat kabupaten dengan peran langsung Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan sebagai ujung tombak lapangan, sehingga data kemiskinan yang dikumpulkan di tingkat gampong dapat langsung diproses dan dijadikan dasar pengambilan keputusan program bantuan sosial. Selain itu, perlu diteliti bagaimana mekanisme pelimpahan wewenang dan anggaran dari Dinas Sosial ke Kecamatan dapat dirancang secara transparan dan akuntabel, agar Camat tidak hanya menjadi koordinator administratif tetapi benar-benar memiliki kapasitas finansial dan teknis untuk merespons kebutuhan masyarakat miskin secara cepat dan tepat. Terakhir, studi lanjutan dapat mengembangkan model kolaboratif antara Dinas Sosial, Kecamatan, dan lembaga masyarakat sipil dalam membangun sistem pengawasan berbasis data real-time, sehingga tidak hanya mengandalkan laporan tahunan yang sering terlambat dan tidak akurat, tapi mampu memantau dinamika kemiskinan secara kontinu dan adaptif di tingkat lokal.
| File size | 295.8 KB |
| Pages | 18 |
| DMCA | Report |
Related /
UNIMMANUNIMMAN Penyakit yang berasal dari infeksi dan penyebaran kuman, bakteri dan virus merupakan salah satu permasalahan dalam bidang kesehatan yang dari waktu kePenyakit yang berasal dari infeksi dan penyebaran kuman, bakteri dan virus merupakan salah satu permasalahan dalam bidang kesehatan yang dari waktu ke
RISETILMIAHRISETILMIAH Penelitian ini menyimpulkan bahwa dekadensi moral merupakan permasalahan kompleks yang perlu diatasi dengan sinergi antara keluarga dan masyarakat. KeluargaPenelitian ini menyimpulkan bahwa dekadensi moral merupakan permasalahan kompleks yang perlu diatasi dengan sinergi antara keluarga dan masyarakat. Keluarga
LLDIKTI12LLDIKTI12 Dengan demikian, kondisi pra dan pasca pencegahan haruslah lebih diwaspadai, terlebih dimulai dari keluarga, sehingga diharapkan peran ibu menjadi ujungDengan demikian, kondisi pra dan pasca pencegahan haruslah lebih diwaspadai, terlebih dimulai dari keluarga, sehingga diharapkan peran ibu menjadi ujung
RISETILMIAHRISETILMIAH Perkembangan paham keagamaan aktual yang menargetkan generasi muda menimbulkan masalah baru bagi lembaga pendidikan. Guru Pendidikan Agama Islam berperanPerkembangan paham keagamaan aktual yang menargetkan generasi muda menimbulkan masalah baru bagi lembaga pendidikan. Guru Pendidikan Agama Islam berperan
RISETILMIAHRISETILMIAH Berdasarkan hasil yang telah dilaksanakan dan hasilnya dapat disimpulkan bahwa hasil belajar matematika siswa yang menggunakan metode teori pembelajaranBerdasarkan hasil yang telah dilaksanakan dan hasilnya dapat disimpulkan bahwa hasil belajar matematika siswa yang menggunakan metode teori pembelajaran
RISETILMIAHRISETILMIAH Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji lebih jauh teori perkembangan kognitif Jean Piaget tentang pembelajaran matematika menurut tingkat berpikirTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji lebih jauh teori perkembangan kognitif Jean Piaget tentang pembelajaran matematika menurut tingkat berpikir
UNIMMANUNIMMAN Buah pala (Myristica fragrans) mengandung senyawa metabolit sekunder yaitu alkaloid, flavanoid dan saponin. Ekstrak etanol buah pala dapat diformulasikanBuah pala (Myristica fragrans) mengandung senyawa metabolit sekunder yaitu alkaloid, flavanoid dan saponin. Ekstrak etanol buah pala dapat diformulasikan
UNIMMANUNIMMAN Penelitian ini menunjukkan bahwa faktor-faktor seperti konsentrasi ekstrak, metode ekstraksi, dan kondisi media berperan penting dalam hasil uji antibakteri.Penelitian ini menunjukkan bahwa faktor-faktor seperti konsentrasi ekstrak, metode ekstraksi, dan kondisi media berperan penting dalam hasil uji antibakteri.
Useful /
UMADAUMADA Perlakuan tepung buah pepaya (TBP) yang digunakan yaitu P0 (TBP 0 gr/kg pakan), P1 (TBP 1,25 gr/kg pakan), P2 (TBP 1,75 gr/kg pakan), P3 (TBP 2 gr/kg pakan),Perlakuan tepung buah pepaya (TBP) yang digunakan yaitu P0 (TBP 0 gr/kg pakan), P1 (TBP 1,25 gr/kg pakan), P2 (TBP 1,75 gr/kg pakan), P3 (TBP 2 gr/kg pakan),
UNDIKSHAUNDIKSHA Banyak guru mengalami penurunan motivasi dan ketidakpuasan karena kurangnya dukungan dari pemimpin sekolah, yang pada akhirnya berdampak pada kualitasBanyak guru mengalami penurunan motivasi dan ketidakpuasan karena kurangnya dukungan dari pemimpin sekolah, yang pada akhirnya berdampak pada kualitas
OJSSTIKESBANYUWANGIOJSSTIKESBANYUWANGI Demam typhoid bisa dialami oleh semua jenis kelamin maupun kelompok umur terutama oleh anak-anak maupun remaja. Demam typhoid mengharuskan anak untuk menjalaniDemam typhoid bisa dialami oleh semua jenis kelamin maupun kelompok umur terutama oleh anak-anak maupun remaja. Demam typhoid mengharuskan anak untuk menjalani
SCADINDEPENDENTSCADINDEPENDENT Pembagian ilmu menjadi fardhu ain dan fardhu kifayah atau ilmu naqli dan ilmu aqli tidak perlu dipahami secara dikotomis atau berhadap-hadapan, karenaPembagian ilmu menjadi fardhu ain dan fardhu kifayah atau ilmu naqli dan ilmu aqli tidak perlu dipahami secara dikotomis atau berhadap-hadapan, karena