PUSTAKAGALERIMANDIRIPUSTAKAGALERIMANDIRI

Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat)Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat)

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek penting dalam operasional industri berisiko tinggi, khususnya di sektor energi, yang mengharuskan penerapan prosedur keselamatan yang ketat dan berkelanjutan. Dalam pendidikan vokasi, pembelajaran K3 sering kali terbatas pada konsep teoretis, dengan kesempatan terbatas bagi mahasiswa untuk melihat langsung penerapan prosedur keselamatan di lingkungan industri. Untuk menjembatani kesenjangan ini, Program Studi D3 Teknik Komputer Politeknik Negeri Padang – PSDKU Solok Selatan bekerja sama dengan Supreme Energy Muara Laboh melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat berbasis kemitraan industri‑akademik, melibatkan 27 mahasiswa dengan penyampaian materi K3 oleh praktisi industri, diskusi interaktif, dan observasi langsung di ruang kontrol menggunakan alat pelindung diri (APD) sesuai standar perusahaan.

Kolaborasi antara Politeknik Negeri Padang – PSDKU Solok Selatan dan Supreme Energy Muara Laboh dalam kegiatan pengabdian masyarakat terbukti efektif memperkuat pemahaman mahasiswa tentang K3 di industri energi panas bumi melalui penyampaian materi oleh praktisi industri, diskusi interaktif, dan observasi lapangan.Kegiatan tersebut tidak hanya meningkatkan pemahaman konseptual mahasiswa mengenai identifikasi bahaya, pengendalian risiko, dan penggunaan APD, tetapi juga mengubah persepsi mereka sehingga K3 dipandang sebagai budaya kerja yang harus dijalankan secara disiplin oleh setiap individu.Pengalaman observasi langsung di ruang kontrol meningkatkan kesiapan mental mahasiswa untuk bekerja di lingkungan berisiko tinggi serta menekankan pentingnya koordinasi tim dan ketelitian operator, sehingga program kolaboratif ini perlu dikembangkan lebih lanjut melalui integrasi kurikulum, kunjungan industri rutin, dan mekanisme evaluasi jangka panjang.

Penelitian lanjutan dapat meneliti dampak jangka panjang pelatihan K3 berbasis kolaborasi industri‑akademia terhadap perilaku keselamatan lulusan di tempat kerja, misalnya dengan melakukan survei dan observasi selama satu hingga dua tahun setelah mereka memasuki industri. Selain itu, penting untuk membandingkan efektivitas penggunaan simulasi realitas virtual dengan observasi lapangan langsung sebagai metode pembelajaran K3 pada program vokasi, sehingga dapat diketahui apakah teknologi digital dapat mengatasi keterbatasan akses ke area berbahaya. Selanjutnya, studi komparatif mengenai penerapan model kolaboratif ini pada beberapa perguruan vokasi dan sektor industri yang berbeda dapat mengidentifikasi faktor‑faktor kunci keberhasilan serta tantangan skalabilitas program, sehingga kebijakan pendidikan vokasi dapat dirumuskan lebih luas. Penelitian-penelitian tersebut diharapkan memberikan bukti empiris yang kuat untuk memperkuat integrasi K3 dalam kurikulum vokasi dan meningkatkan kesiapan kerja lulusan secara berkelanjutan.

Read online
File size405.17 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test