PENERBITPENERBIT
Jurnal Penelitian Agama HinduJurnal Penelitian Agama HinduKerukunan umat beragama di Indonesia menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Penelitian ini berusaha untuk menggambarkan bentuk kerukunan antarumat beragama di Pura Labuhan Aji, Kabupaten Buleleng. Kerukunan umat Hindu dan Buddha di Pura Labuhan Aji membuktikan bahwa pura dapat menjadi praktik lintas agama melalui tradisi lokal seperti ngayah dan pelaksanaan hari piodalan. Pada saat hari piodalan di Pura Labuhan Aji, tidak saja umat Hindu yang melaksanakan kegiatan ngayah. Tetapi umat Buddha juga ikut terjun ngayah mempersiapkan sarana prasarana untuk hari piodalan. Dengan demikian, tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan pemahaman bahwa pura sebagai tempat suci agama Hindu, memiliki ruang untuk menyatukan masyarakat lintas agama melalui praktek tradisi lokal. Adapun Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen. Berdasarkan data-data yang didapat adapun hasil dari penelitian ini yaitu implementasi teologi kerukunan antara umat Hindu dan umat Buddha di Pura Labuhan Aji terlihat dari palinggih di pura tersebut, masih ada yang menggunakan lampion yang merupakan ornamen umat Buddha serta berdirinya patung Dwi Kwan Im. Selain itu kerukunan dapat dilihat pada hari piodalan yang dimulai dari proses ngayah hingga pada saat piodalan umat Buddha menggunakan pakaian adat Bali dan persembahan yang sama dengan umat Hindu seperti banten.
Penelitian ini menemukan bahwa implementasi teologi kerukunan di Pura Labuhan Aji dapat dilihat dari bentuk palinggih yang menggunakan ornamen Buddha seperti lampion dan adanya patung Dwi Kwan Im.Selain itu pada saat hari suci piodalan umat Hindu dan Buddha dapat berinteraksi dengan rukun.Kerukunan pada saat piodalan terlihat dari mulai persiapan seperti membersihkan areal pura, memasang penjor dan tenda.Hingga pada waktu puncak piodalan umat Buddha yang datang bersembahyang ke Pura Labuhan Aji mengikuti budaya umat Hindu dengan menggunakan pakaian adat Bali dan persembahan berupa banten dan canang.Dengan demikian penelitian ini dapat memperluas pemahaman masyarakat akan pentingnya pengaplikasian nilai-nilai teologi kerukunan dalam bermasyarakat.
1. Penelitian lanjutan dapat mengkaji bagaimana tradisi ngayah di Pura Labuhan Aji memengaruhi sikap toleransi generasi muda dalam konteks modern. 2. Mempelajari peran media digital dalam memperkuat harmoni antarumat beragama melalui konten edukatif tentang keberagaman budaya Bali. 3. Mengembangkan pendekatan pendidikan multikultural di sekolah-sekolah Bali yang mengintegrasikan nilai-nilai kerukunan dari tradisi lokal seperti piodalan dan sinkretisme agama.
| File size | 348.96 KB |
| Pages | 13 |
| DMCA | Report |
Related /
PENERBITPENERBIT Tantangan ini mengancam kompetensi lulusan sebagai calon pendidik dan penyuluh agama di era disrupsi digital. Tujuan penelitian adalah merancang modelTantangan ini mengancam kompetensi lulusan sebagai calon pendidik dan penyuluh agama di era disrupsi digital. Tujuan penelitian adalah merancang model
PENERBITPENERBIT Konsep karma dan reinkarnasi mengajarkan bahwa kehidupan saat ini adalah kesempatan berharga untuk berbuat baik, dan mengakhiri hidup justru akan membawaKonsep karma dan reinkarnasi mengajarkan bahwa kehidupan saat ini adalah kesempatan berharga untuk berbuat baik, dan mengakhiri hidup justru akan membawa
PENERBITPENERBIT Penelitian menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang‑undangan, konseptual, dan kasus, didukung analisis kualitatif revisi awig-awigPenelitian menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang‑undangan, konseptual, dan kasus, didukung analisis kualitatif revisi awig-awig
PENERBITPENERBIT Model tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang berkembang dalam kerangka hukum nasional cenderung bersifat prosedural dan berorientasi pasar, sehinggaModel tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang berkembang dalam kerangka hukum nasional cenderung bersifat prosedural dan berorientasi pasar, sehingga
PENERBITPENERBIT Hasil analisis menunjukkan kekuatan program meliputi efisiensi dan pendidikan ritual berbasis komunitas; kelemahan mencakup keterbatasan sumber daya danHasil analisis menunjukkan kekuatan program meliputi efisiensi dan pendidikan ritual berbasis komunitas; kelemahan mencakup keterbatasan sumber daya dan
PENERBITPENERBIT Kepercayaan terhadap Bhatara Kala sebagai perwujudan Panca Maha Bhuta mempengaruhi pelaksanaan lima jenis Yadnya (Dewa, Manusa, Rsi, Pitra, Bhuta) denganKepercayaan terhadap Bhatara Kala sebagai perwujudan Panca Maha Bhuta mempengaruhi pelaksanaan lima jenis Yadnya (Dewa, Manusa, Rsi, Pitra, Bhuta) dengan
PENERBITPENERBIT Kesimpulannya perlu ditingkatkan pemahaman konten budaya lokal, minimnya media pembelajaran berbasis kearifan lokal, serta pengaruh budaya luar yang semakinKesimpulannya perlu ditingkatkan pemahaman konten budaya lokal, minimnya media pembelajaran berbasis kearifan lokal, serta pengaruh budaya luar yang semakin
PENERBITPENERBIT Penelitian ini merespons menurunnya transmisi pengetahuan ekologi tradisional pada generasi muda dengan menelaah peran literatur anak dalam melestarikanPenelitian ini merespons menurunnya transmisi pengetahuan ekologi tradisional pada generasi muda dengan menelaah peran literatur anak dalam melestarikan
Useful /
PENERBITPENERBIT Penelitian ini menunjukkan bahwa rasionalisme Descartes memberikan fondasi logis bagi pengetahuan, namun terbatas pada dimensi transendental dan batiniah.Penelitian ini menunjukkan bahwa rasionalisme Descartes memberikan fondasi logis bagi pengetahuan, namun terbatas pada dimensi transendental dan batiniah.
PENERBITPENERBIT Tari Rejang Keraman merupakan bagian dari tarian wali (sakral) dalam ritual Hindu di Bali yang lazim dipentaskan dalam upacara keagamaan. Berbeda dariTari Rejang Keraman merupakan bagian dari tarian wali (sakral) dalam ritual Hindu di Bali yang lazim dipentaskan dalam upacara keagamaan. Berbeda dari
PENERBITPENERBIT Dengan memanfaatkan teknologi dan interaksi yang menarik, permainan Segara Watch dapat memberikan pembelajaran yang efektif dan menyenangkan bagi paraDengan memanfaatkan teknologi dan interaksi yang menarik, permainan Segara Watch dapat memberikan pembelajaran yang efektif dan menyenangkan bagi para
PENERBITPENERBIT Penelitian ini menggunakan pendekatan etnografi dengan metode observasi, wawancara, dan studi dokumen berupa prasasti Soroh Nyuwung. Hasil penelitian menunjukkanPenelitian ini menggunakan pendekatan etnografi dengan metode observasi, wawancara, dan studi dokumen berupa prasasti Soroh Nyuwung. Hasil penelitian menunjukkan