PENERBITPENERBIT

Jurnal Penelitian Agama HinduJurnal Penelitian Agama Hindu

Pandemi COVID-19 telah mendorong pergeseran pelaksanaan upacara Pengabenan Hindu Bali dari tradisi domestik menuju krematorium, yang berdampak pada melemahnya nilai-nilai pendidikan agama Hindu, khususnya melalui praktik pembuatan Banten dan Ulam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman (SWOT) dari program pembuatan Banten dan Ulam di Balai Banjar Busana, Desa Sibanggede, sebagai upaya inovatif dalam pelestarian ritual dan pendampingan keluarga dari orang yang sudah meninggal. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif dengan data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, kuisioner online kepada 32 warga, serta dokumentasi visual dan literatur. Hasil analisis menunjukkan kekuatan program meliputi efisiensi dan pendidikan ritual berbasis komunitas; kelemahan mencakup keterbatasan sumber daya dan media pembelajaran; peluang mencakup potensi ekonomi dan integrasi ke kurikulum; serta ancaman berupa komersialisasi dan melemahnya otoritas adat. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis berupa strategi pengembangan modul digital, penjadwalan fleksibel, dan penguatan nilai spiritual sebagai dasar replikasi program di komunitas Hindu lainnya dalam konteks pelestarian budaya dan pendidikan agama.

Program pembuatan Banten dan Ulam di Balai Banjar Busana merupakan respons inovatif terhadap pergeseran praktik Pengabenan akibat pandemi, sekaligus berfungsi sebagai model revitalisasi ritual yang adaptif di tengah arus modernisasi dan digitalisasi budaya.Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa program ini memiliki kekuatan dalam efisiensi pelaksanaan dan edukasi berbasis komunitas.kelemahan pada keterbatasan sumber daya manusia dan media pembelajaran.peluang dalam pengembangan ekonomi budaya dan integrasi ke pendidikan formal.serta ancaman dari komersialisasi dan melemahnya regulasi adat.Untuk memperkuat peran program ini sebagai pusat pelestarian budaya dan pendidikan agama Hindu, direkomendasikan beberapa langkah praktis.Pemerintah daerah diharapkan memberikan dukungan regulatif dan pendanaan dalam bentuk hibah pelestarian budaya berbasis komunitas.Lembaga adat disarankan mengembangkan sistem kaderisasi dan pelatihan rutin bagi generasi muda serta mendorong digitalisasi media pembelajaran berbasis lokal.Kolaborasi antara balai banjar dan lembaga pendidikan dapat memperluas jangkauan edukasi berbasis praktik.

Berdasarkan temuan penelitian, terdapat beberapa arah studi lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas modul digital atau aplikasi panduan pembuatan Banten dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan generasi muda. Kedua, penelitian kualitatif mendalam dapat dilakukan untuk mengeksplorasi persepsi dan pengalaman warga banjar terkait program pembuatan Banten dan Ulam, termasuk faktor-faktor yang memengaruhi partisipasi dan tingkat kepuasan mereka. Ketiga, studi komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan efektivitas program serupa di berbagai komunitas Hindu di Bali, dengan tujuan mengidentifikasi praktik terbaik dan faktor-faktor kunci keberhasilan. Ketiga saran ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya pelestarian budaya dan pendidikan agama Hindu di era modern, serta memperkuat identitas dan kebanggaan masyarakat Bali terhadap warisan leluhur mereka.

Read online
File size288.02 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test