PENERBITPENERBIT
Jurnal Penelitian Agama HinduJurnal Penelitian Agama HinduKota Mataram sebagai pusat keberagaman agama, etnis, dan budaya di Provinsi Nusa Tenggara Barat menghadirkan tantangan tersendiri dalam membangun harmoni sosial yang inklusif dan berkelanjutan. Salah satu simbol budaya lokal yang berperan dalam merawat kerukunan tersebut adalah Ogoh-Ogoh, yang meskipun berasal dari tradisi keagamaan Hindu, kini telah menjadi ruang interaksi lintas identitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana simbolisme Ogoh-Ogoh dipahami dan dimaknai dalam konteks masyarakat multikultural, serta kontribusinya terhadap pembentukan harmoni antarumat beragama. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan interdisipliner, menggabungkan wawasan antropologi budaya, psikologi sosial, dan studi agama. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan diskusi komunitas, kemudian dianalisis menggunakan teknik coding tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ogoh-Ogoh telah mengalami transformasi makna, dari simbol religius menjadi sarana edukasi sosial yang mampu membangun kesadaran kolektif atas pentingnya toleransi dan kebersamaan. Partisipasi masyarakat lintas agama dalam tradisi Ogoh-Ogoh memperkuat kohesi sosial dan memperlihatkan potensi budaya lokal sebagai media integratif. Namun demikian, masih terdapat resistensi dari kelompok konservatif yang memandang Ogoh-Ogoh secara eksklusif, sehingga diperlukan pendekatan interdisipliner yang inklusif dan partisipatif dalam pengelolaan simbol budaya ini.
Penelitian ini menunjukkan bahwa simbolisme Ogoh-Ogoh memiliki potensi besar sebagai media integrasi sosial dalam keragaman agama dan budaya di Kota Mataram, mengalami transformasi makna dari ritual Hindu menjadi ekspresi budaya kolektif yang inklusif.Partisipasi aktif komunitas lintas agama memperkuat identitas lokal, membuka ruang dialog interfaith yang konstruktif, serta memperkuat nilai toleransi, koeksistensi, dan harmoni sosial, meskipun masih terdapat resistensi dari kelompok konservatif yang melihat simbol secara eksklusif.Pendekatan interdisipliner dan pengetahuan lintas disiplin diperlukan untuk merumuskan strategi inklusif dalam pengelolaan simbol budaya, sehingga Ogoh-Ogoh dapat berkontribusi pada pembangunan masyarakat yang inklusif, berkelanjutan, dan terbuka pada perbedaan.
Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana mekanisme dialog antarumat beragama dapat dioptimalkan melalui program pendidikan informal yang melibatkan simbol Ogoh-Ogoh, sehingga dapat mengidentifikasi faktor-faktor yang memperkuat atau menghambat partisipasi lintas agama. Selanjutnya, studi komparatif antara daerah yang memiliki tradisi Ogoh-Ogoh dengan daerah lain yang tidak memiliki simbol serupa dapat memberikan insight tentang peran spesifik simbol budaya dalam membangun kohesi sosial, khususnya dalam konteks resistensi kelompok konservatif. Terakhir, penelitian longitudinal yang memantau perubahan persepsi masyarakat terhadap Ogoh-Ogoh selama beberapa siklus tahunan dapat menilai efektivitas pendekatan interdisipliner dalam mengurangi ketegangan identitas dan meningkatkan keberlanjutan harmoni sosial di Kota Mataram.
| File size | 256.89 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
PENERBITPENERBIT Pandemi COVID-19 telah mendorong pergeseran pelaksanaan upacara Pengabenan Hindu Bali dari tradisi domestik menuju krematorium, yang berdampak pada melemahnyaPandemi COVID-19 telah mendorong pergeseran pelaksanaan upacara Pengabenan Hindu Bali dari tradisi domestik menuju krematorium, yang berdampak pada melemahnya
PENERBITPENERBIT Jenis penelitian ini merujuk ke penelitian kualitatif. Subjek penelitian dipilih dari siswa miskin ekstrem di Sekolah Dasar (SD) di Balikpapan, bersamaJenis penelitian ini merujuk ke penelitian kualitatif. Subjek penelitian dipilih dari siswa miskin ekstrem di Sekolah Dasar (SD) di Balikpapan, bersama
PENERBITPENERBIT Bahkan juga merupakan segala yang ada (sarwa). Kakereb kaitannya dengan Barong dan Rangda menandakan teologi dualitas. Tuhan dimuliakan dengan nama BhataraBahkan juga merupakan segala yang ada (sarwa). Kakereb kaitannya dengan Barong dan Rangda menandakan teologi dualitas. Tuhan dimuliakan dengan nama Bhatara
PENERBITPENERBIT Dengan mental yang sehat siswa miskin ekstrem dapat menerima pelajaran dan memahami kearifan lokal yang sudah ditanamkan sejak SMP misalnya gotong royong,Dengan mental yang sehat siswa miskin ekstrem dapat menerima pelajaran dan memahami kearifan lokal yang sudah ditanamkan sejak SMP misalnya gotong royong,
PENERBITPENERBIT Salah satu konsep kearifan lokal Bali dalam aspek pendidikan adalah konsep Panca Siksaning Angaji. Konsep ini bukan hanya menjadi model pembelajaran, tetapiSalah satu konsep kearifan lokal Bali dalam aspek pendidikan adalah konsep Panca Siksaning Angaji. Konsep ini bukan hanya menjadi model pembelajaran, tetapi
MINHAJPUSTAKAMINHAJPUSTAKA Dalam perspektif ini maka perkembangan penerapan nilai–nilai Islam Moderat Di Indonesia sangat dipengaruhi oleh keberhasilan penguatan pelaksanaan pendidikanDalam perspektif ini maka perkembangan penerapan nilai–nilai Islam Moderat Di Indonesia sangat dipengaruhi oleh keberhasilan penguatan pelaksanaan pendidikan
UNUDUNUD Penyebaran radikalisme telah merusak tatanan kehidupan sosial, budaya, ekonomi, dan keharmonisan antarumat beragama di Bali. Pelaku pengeboman di BaliPenyebaran radikalisme telah merusak tatanan kehidupan sosial, budaya, ekonomi, dan keharmonisan antarumat beragama di Bali. Pelaku pengeboman di Bali
UADUAD Akan tetapi selama satu abad terakhir ini, paling tidak telah ada tiga institusi fatwa dan juga dua fatwa individual yang telah muncul dan memberikan fatwaAkan tetapi selama satu abad terakhir ini, paling tidak telah ada tiga institusi fatwa dan juga dua fatwa individual yang telah muncul dan memberikan fatwa
Useful /
PENERBITPENERBIT Nilai-nilai teologi Siwa-Buddha yang selama ini telah berhasil menjaga harmonisasi antar umat beragama, hendaknya terus dijaga di setiap generasi. PuraNilai-nilai teologi Siwa-Buddha yang selama ini telah berhasil menjaga harmonisasi antar umat beragama, hendaknya terus dijaga di setiap generasi. Pura
PENERBITPENERBIT Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian deskriptif, teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancaraPenelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian deskriptif, teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara
UNUDUNUD Pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumen, yakni mengkaji bahan bacaan dan lima kisah rekaman drama gong dalam kaset video dan CD, melakukan pengamatanPengumpulan data dilakukan melalui studi dokumen, yakni mengkaji bahan bacaan dan lima kisah rekaman drama gong dalam kaset video dan CD, melakukan pengamatan
UNUDUNUD Artikel ini menganalisis perkembangan kuliner Bali dengan tujuan mempromosikan gastronomi lokal untuk tumbuh-kembangnya gaya hidup orang, pasangan menuArtikel ini menganalisis perkembangan kuliner Bali dengan tujuan mempromosikan gastronomi lokal untuk tumbuh-kembangnya gaya hidup orang, pasangan menu