PENERBITPENERBIT

Jurnal Penelitian Agama HinduJurnal Penelitian Agama Hindu

Mengadaptasi dan menginternalisasi konsep dalam kearifan lokal sangat penting untuk menguatkan karakter peserta didik, di tengah gempuran kenakalan remaja. Salah satu konsep kearifan lokal Bali dalam aspek pendidikan adalah konsep Panca Siksaning Angaji. Konsep ini bukan hanya menjadi model pembelajaran, tetapi mengandung nilai-nilai sosial, budaya, dan spiritual serta sangat ideal untuk diinternalisasi dalam penguatan karakter. Berlandaskan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pentingnya konsep panca siksaning angaji dalam penguatan pendidikan karakter bagi peserta didik. Analisis dilakukan dengan jenis penelitian kualitatif berpendekatan tinjauan literatur, berdasarkan literatur Bali yang relevan. Berdasarkan hasil penelitian, panca siksaning angaji terdiri dari aspek gugu, teleb, inget, wiweka dan laksana. Gugu dimaknai sebagai proses menginisiasi kepercayaan diri pada siswa, Teleb menanamkan prinsip keseriusan, Inget berarti memperkuat pemahaman nilai-nilai karakter, Wiweka menerapkan berpikir kritis dan kreatif, dan laksana artinya penerapan nilai-nilai karakter dalam kehidupan sehari-hari siswa. Lima bagian yang saling terkait memperkuat pendidikan karakter berdasarkan kearifan lokal Bali, dan idealnya dapat diinternalisasi pada peserta didik yang terintegrasi dalam proses pembelajaran sehari-hari. Penelitian ini dapat membantu meningkatkan wawasan tentang pentingnya pendidikan karakter berbasis kearifan lokal, khususnya budaya Bali, untuk membentuk generasi muda Indonesia yang unggul dan berkarakter.

Berdasarkan analisis, Panca Siksaning Angaji adalah model pembelajaran yang berakar pada kearifan lokal Bali dan ajaran agama Hindu, berperan penting dalam penguatan pendidikan karakter peserta didik.Konsep ini menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya membentuk individu cerdas, tetapi juga sumber daya manusia berkarakter dan berintegritas sesuai identitas bangsa.Oleh karena itu, penelitian selanjutnya disarankan untuk menggunakan pendekatan kuantitatif guna mengukur implementasi dan dampak tahapan Panca Siksaning Angaji dalam penguatan karakter siswa di kelas.

Berdasarkan hasil analisis literatur Panca Siksaning Angaji ini, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang krusial untuk memperdalam pemahaman dan penerapannya dalam pendidikan karakter. Pertama, sangat penting untuk melakukan studi kuantitatif yang secara empiris mengukur efektivitas implementasi Panca Siksaning Angaji di lingkungan kelas; penelitian ini dapat membandingkan kelompok intervensi dengan kontrol guna mengidentifikasi sejauh mana aspek gugu, teleb, inget, wiweka, dan laksana meningkatkan karakter spesifik siswa, seperti integritas dan berpikir kritis. Pertanyaan kunci untuk saran ini adalah: Apakah intervensi pendidikan karakter berbasis Panca Siksaning Angaji secara signifikan berkontribusi pada peningkatan perilaku karakter positif siswa dalam setting formal?. . Kedua, mengingat pentingnya Tri-Pusat Pendidikan (sekolah, keluarga, dan masyarakat) dalam membentuk karakter, studi lanjutan perlu mengeksplorasi bagaimana kolaborasi antar ketiga pusat ini dapat dioptimalkan untuk mendukung internalisasi nilai-nilai Panca Siksaning Angaji. Penelitian kualitatif atau campuran dapat menggali persepsi dan praktik orang tua, guru, serta tokoh masyarakat dalam menanamkan nilai-nilai tersebut di luar lingkungan formal, dengan pertanyaan: Bagaimana model kolaborasi Tri-Pusat Pendidikan yang mengintegrasikan Panca Siksaning Angaji dapat menciptakan ekosistem pendidikan karakter yang lebih holistik dan berkelanjutan, khususnya dalam menanggulangi kenakalan remaja?. . Ketiga, karena Panca Siksaning Angaji kaya akan nilai spiritual dan budaya yang selaras dengan filosofi Tri Hita Karana, penelitian mendalam dapat dilakukan untuk memahami bagaimana penghayatan nilai-nilai ini memengaruhi pengembangan karakter holistik peserta didik. Studi etnografi atau fenomenologi bisa digunakan untuk menangkap pengalaman siswa dan guru dalam mengintegrasikan dimensi spiritual dan budaya Panca Siksaning Angaji, dengan fokus pada pertanyaan: Bagaimana pemahaman dan internalisasi nilai-nilai spiritual serta filosofi Tri Hita Karana yang terkandung dalam Panca Siksaning Angaji memengaruhi pengembangan karakter secara utuh, mencakup dimensi kognitif, afektif, dan psikomotorik pada peserta didik di era modern? Melalui ketiga pendekatan ini, potensi Panca Siksaning Angaji sebagai pilar pendidikan karakter dapat dieksplorasi lebih jauh, memberikan kontribusi signifikan bagi pembentukan generasi muda Indonesia yang unggul dan berkarakter.

Read online
File size260.93 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test