PENERBITPENERBIT

Jurnal Penelitian Agama HinduJurnal Penelitian Agama Hindu

Bhatara Kala dalam pandangan masyarakat umum sering dianggap sebagai sosok menakutkan, jahat, dan berwujud raksasa. Namun, menurut naskah Lontar Kala Tatwa, Bhatara Kala merupakan putra Bhatara Siwa dan Bhatari Giri Putri, simbol dari manifestasi Panca Maha Bhuta (Akasa, Apah, Teja, Bayu, Pertiwi) yang mewujud sebagai waktu dan energi. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan sradha dan bhakti kepada Tuhan Yang Maha Esa serta memahami konsep kala dan realisasinya dalam keberagamaan masyarakat Hindu di Bali. Pendekatan yang digunakan adalah semi pustaka dan lapangan, dengan metode pengumpulan data berupa observasi, hermeneutika, studi pustaka, studi dokumen, serta analisis melalui reduksi data, kritik teks, dan penyajian data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bhatara Kala dimaknai sebagai simbol waktu dan energi kosmis yang tidak dapat dihentikan dan memengaruhi seluruh aspek kehidupan. Dalam ajaran Hindu di Bali, waktu (kala) sangat sakral dan menjadi dasar dalam menentukan hari baik (dewasa ayu) untuk melaksanakan ritus-ritus yadnya, seperti Dewa Yadnya, Manusa Yadnya, Rsi Yadnya, Pitra Yadnya, dan Bhuta Yadnya. Kepercayaan terhadap Bhatara Kala mencerminkan pemahaman mendalam masyarakat Hindu Bali terhadap konsep waktu, ruang, dan perubahan (Desa, Kala, Patra), sehingga setiap kegiatan spiritual dilakukan dengan kesadaran kosmis dan harmoni dengan alam semesta.

Kala Tatwa berfungsi sebagai konsep filosofis sekaligus panduan praktis bagi masyarakat Hindu Bali dalam menentukan hari baik untuk berbagai ritus keagamaan, sehingga membantu menjaga keseimbangan antara tradisi dan modernitas.Kepercayaan terhadap Bhatara Kala sebagai perwujudan Panca Maha Bhuta mempengaruhi pelaksanaan lima jenis Yadnya (Dewa, Manusa, Rsi, Pitra, Bhuta) dengan tujuan memastikan kelancaran upacara sesuai dengan waktu, tempat, dan keadaan.Dengan memahami dan menerapkan konsep ini, masyarakat dapat memperkuat kehidupan spiritual serta menegakkan nilai moral dan etika dalam interaksi sosial.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana media digital memengaruhi penyebaran konsep Kala Tatwa di kalangan generasi muda, khususnya dalam konteks pendidikan agama informal. Selain itu, dilakukan studi komparatif implementasi Kala Tatwa di berbagai desa Bali dengan latar belakang sosial‑ekonomi yang berbeda untuk memahami variasi praktik ritual dan adaptasi lokal. Selanjutnya, dikaji integrasi prinsip Kala Tatwa ke dalam praktik pengelolaan lingkungan modern, seperti program konservasi sumber daya alam, guna menilai kontribusi nilai spiritual terhadap keberlanjutan ekosistem Bali.

Read online
File size287.14 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test