PENERBITPENERBIT
Jurnal Penelitian Agama HinduJurnal Penelitian Agama HinduRasionalisme yang dikembangkan oleh René Descartes menekankan bahwa akal merupakan sumber utama kebenaran melalui metode keraguan metodis dan prinsip cogito ergo sum (“saya berpikir, maka saya ada). Pendekatan ini menjadi dasar penting dalam pembentukan struktur pengetahuan modern yang rasional dan logis. Di sisi lain, filsafat Hindu menawarkan pandangan yang berbeda, yakni menempatkan pengalaman intuitif, kesadaran batiniah, dan otoritas kitab suci sebagai fondasi epistemologis. Dalam konteks perkembangan filsafat di Indonesia yang mulai terbuka terhadap dialog lintas tradisi, terdapat kebutuhan untuk mengintegrasikan dua pendekatan ini agar mampu menjawab tantangan pengetahuan kontemporer yang tidak hanya rasional, tetapi juga eksistensial dan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi epistemologi rasionalisme René Descartes melalui perspektif filsafat Hindu dalam memahami hakikat pengetahuan secara lebih holistik. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan studi pustaka, penelitian ini menelaah karya-karya Descartes serta teks-teks utama dalam filsafat Hindu seperti Upanishad dan Bhagavad Gita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan rasionalisme Descartes memiliki kekuatan dalam menstrukturkan pengetahuan secara sistematis, namun terbatas dalam menjangkau dimensi transendental. Sebaliknya, filsafat Hindu melengkapi keterbatasan tersebut dengan menawarkan pemahaman pengetahuan sebagai kesadaran dan pencerahan batin. Oleh karena itu, rekonstruksi ini diharapkan dapat memperkaya khazanah epistemologi di Indonesia dengan menawarkan pendekatan yang lebih menyeluruh antara rasionalitas Barat dan kebijaksanaan Timur.
Penelitian ini menunjukkan bahwa rasionalisme Descartes memberikan fondasi logis bagi pengetahuan, namun terbatas pada dimensi transendental dan batiniah.Filsafat Hindu melengkapi keterbatasan tersebut dengan menekankan intuisi, kesadaran batin, dan pengalaman spiritual, sehingga rekonstruksi integratif menghasilkan model pengetahuan yang lebih utuh, relevan untuk tantangan modern.disarankan penelitian lanjutan menggunakan metode kualitatif lapangan seperti wawancara atau studi kasus untuk menguji penerapan praktis dalam pendidikan, budaya, dan ilmu berbasis nilai spiritual.
Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi penerapan kerangka epistemologi integratif pada kurikulum pendidikan menengah di Indonesia melalui studi kasus pilot program yang menggabungkan metode rasional Barat dan pendekatan spiritual Hindu, sehingga dapat menilai dampaknya terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Selain itu, diperlukan penyelidikan pengalaman guru dan siswa yang terlibat dalam model pedagogik campuran ini, dengan mengadakan wawancara mendalam untuk memahami bagaimana intuisi dan kesadaran batiniah berinteraksi dengan logika formal dalam proses belajar mengajar. Selanjutnya, penelitian etnografi dapat dilakukan di komunitas pedesaan untuk mengamati penerapan konsep pengetahuan holistik dalam praktik kehidupan sehari-hari, mengidentifikasi faktor-faktor budaya yang mempengaruhi integrasi nilai-nilai spiritual dalam pengetahuan lokal, serta mengevaluasi kontribusinya terhadap pembangunan sosial. Semua kajian tersebut diharapkan dapat menghasilkan bukti empiris yang kuat untuk mengoptimalkan penggunaan epistemologi gabungan Descartes‑Hindu dalam konteks pendidikan, kebudayaan, dan pengembangan ilmu berbasis nilai spiritual di Indonesia.
| File size | 289.73 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
PENERBITPENERBIT Tingkat keamanan lingkungan, kesehatan mental dan kognitif siswa miskin ekstrem cukup baik dalam mendukung proses belajarnya serta keamanan dan kenyamananTingkat keamanan lingkungan, kesehatan mental dan kognitif siswa miskin ekstrem cukup baik dalam mendukung proses belajarnya serta keamanan dan kenyamanan
PENERBITPENERBIT Guru dan Komite Sekolah bekerja sama dalam mendukung mental dan emosional siswa misalnya pada Hari Kemerdakaan mengadakan lomba dan memberikan hadiah kepadaGuru dan Komite Sekolah bekerja sama dalam mendukung mental dan emosional siswa misalnya pada Hari Kemerdakaan mengadakan lomba dan memberikan hadiah kepada
PENERBITPENERBIT Hasil menunjukkan bahwa CSR LPD tidak bersifat filantropis atau sukarela, melainkan merupakan kewajiban sosial dan spiritual yang diatur dalam awig‑awigHasil menunjukkan bahwa CSR LPD tidak bersifat filantropis atau sukarela, melainkan merupakan kewajiban sosial dan spiritual yang diatur dalam awig‑awig
PENERBITPENERBIT peluang dalam pengembangan ekonomi budaya dan integrasi ke pendidikan formal. serta ancaman dari komersialisasi dan melemahnya regulasi adat. Untuk memperkuatpeluang dalam pengembangan ekonomi budaya dan integrasi ke pendidikan formal. serta ancaman dari komersialisasi dan melemahnya regulasi adat. Untuk memperkuat
PENERBITPENERBIT Pada saat hari piodalan di Pura Labuhan Aji, tidak saja umat Hindu yang melaksanakan kegiatan ngayah. Tetapi umat Buddha juga ikut terjun ngayah mempersiapkanPada saat hari piodalan di Pura Labuhan Aji, tidak saja umat Hindu yang melaksanakan kegiatan ngayah. Tetapi umat Buddha juga ikut terjun ngayah mempersiapkan
PENERBITPENERBIT Penghargaan bisa berupa apresiasi lisan, penghargaan resmi, atau insentif finansial, yang semuanya memiliki dampak positif pada motivasi. Guru yang memilikiPenghargaan bisa berupa apresiasi lisan, penghargaan resmi, atau insentif finansial, yang semuanya memiliki dampak positif pada motivasi. Guru yang memiliki
ASDKVIASDKVI Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan bahwa kunci utama dalam menurunkan angka kematian bukan hanya terletak pada kemampuan deteksi dini, tetapiOrganisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan bahwa kunci utama dalam menurunkan angka kematian bukan hanya terletak pada kemampuan deteksi dini, tetapi
UNSIQUNSIQ Analisis kebutuhan pengembangan instrumen evaluasi Diklat menunjukkan bahwa data uji validitas dan reliabilitas terpenuhi, sehingga kriteria tes yang baikAnalisis kebutuhan pengembangan instrumen evaluasi Diklat menunjukkan bahwa data uji validitas dan reliabilitas terpenuhi, sehingga kriteria tes yang baik
Useful /
PENERBITPENERBIT Sehingga kebudayaan menjadi langgeng karena dijiwai oleh nilai Ketuhanan. Begitu halnya dengan tabuh rah mengandung dimensi teologis. Gagasan teologi kebudayaanSehingga kebudayaan menjadi langgeng karena dijiwai oleh nilai Ketuhanan. Begitu halnya dengan tabuh rah mengandung dimensi teologis. Gagasan teologi kebudayaan
PENERBITPENERBIT Penelitian ini bertujuan untuk memetakan subsistem yang membentuk sistem pemujaan yang utuh, termasuk keyakinan Soroh Nyuwung, kehadiran Dukuh sebagaiPenelitian ini bertujuan untuk memetakan subsistem yang membentuk sistem pemujaan yang utuh, termasuk keyakinan Soroh Nyuwung, kehadiran Dukuh sebagai
PENERBITPENERBIT Solidaritas antar umat bergama akan terbangun apabila berbagai ruang perjumpaan mampu memberikan hak dan kewajiban secara berdab. Hal inilah yang selaluSolidaritas antar umat bergama akan terbangun apabila berbagai ruang perjumpaan mampu memberikan hak dan kewajiban secara berdab. Hal inilah yang selalu
UNSIQUNSIQ Pengabdian kepada masyarakat di Desa Sungai Itik telah berhasil meningkatkan potensi sumber daya desa melalui pelatihan pembuatan pupuk dan pakan ikanPengabdian kepada masyarakat di Desa Sungai Itik telah berhasil meningkatkan potensi sumber daya desa melalui pelatihan pembuatan pupuk dan pakan ikan