UIN SGDUIN SGD

IJNIIJNI

Penelitian ini mengkaji pengaruh pengetahuan budaya lokal, nilai-nilai Islam (berlandaskan Syariah), dan inovasi agribisnis terhadap perkembangan praktik pertanian berkelanjutan di Subang, Jawa Barat, Indonesia. Dengan pendekatan analisis dokumen kualitatif, studi ini meneliti bagaimana tradisi pribumi seperti upacara Mapag Sri dan sistem kerja gotong royong memainkan peran penting dalam menjaga keberlanjutan ekologis dan kohesi sosial di komunitas petani. Praktik lokal ini diperkuat oleh prinsip etika Islam, termasuk adl (keadilan), barakah (berkat ilahi), dan zakat al-zurʿ (sumbangan pertanian), yang memandu tanggung jawab moral dalam produksi, distribusi, dan pengelolaan sumber daya. Sementara itu, adopsi inovasi agribisnis, khususnya teknologi pertanian digital, manajemen berbasis koperasi, dan akses pasar yang ditingkatkan, meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan daya tahan ekonomi petani. Temuan menunjukkan bahwa keberlanjutan di Subang bukan hasil intervensi terpisah, melainkan muncul dari sistem terpadu di mana tradisi budaya, etika agama, dan praktik teknologi modern saling memperkuat. Kerangka kerja terintegrasi ini memperkuat pengelolaan lingkungan, mempromosikan tata kelola etis, dan mendukung ketahanan sosial‑ekonomi jangka panjang di komunitas pedesaan. Penelitian ini menyumbangkan model berorientasi konteks yang berhasil menjembatani tradisi dan modernitas dalam setting mayoritas Muslim, menawarkan wawasan berharga bagi pembuat kebijakan, pelaksana pembangunan, dan akademisi yang peduli dengan pembangunan pedesaan, ekonomi Islam, dan mata pencaharian berkelanjutan. Model yang diusulkan dapat menjadi kerangka kerja yang dapat dipindahkan ke wilayah pertanian lain yang mengalami transformasi sosial‑kultural dan ekonomi serupa.

Penelitian menunjukkan bahwa keberlanjutan pertanian di Subang merupakan hasil integrasi kebijaksanaan lokal, prinsip Syariah, dan inovasi agribisnis.Praktik tradisional seperti Mapag Sri dan gotong royong bertindak sebagai mekanisme pengelolaan lingkungan informal, sementara nilai-nilai Islam memastikan produksi dan distribusi yang adil dan etis.Inovasi agribisnis, ketika diselaraskan dengan nilai budaya dan syariah, meningkatkan efisiensi dan akses pasar tanpa menghilangkan identitas sosial.Kerangka kerja terintegrasi yang dihasilkan dapat dipertimbangkan sebagai model lain di konteks pedesaan mayoritas Muslim.

Pertanyaan penelitian berikutnya dapat mengkaji bagaimana peran tokoh agama dalam memfasilitasi adopsi teknologi digital di komunitas petani, serta bagaimana sistem pemberdayaan koperasi digital dapat menyesuaikan model pembiayaan syariah untuk mengatasi keterbatasan modal kecil; selanjutnya, studi perbandingan lintas wilayah dapat menilai efektivitas kerangka kerja integre ini di daerah dengan tingkat kepemilikan lahan yang berbeda, dan terakhir, evaluasi dampak jangka panjang terhadap keseimbangan sosial‑ekonomi dan lingkungan dapat menginformasikan kebijakan pengembangan berkelanjutan di tingkat regional.

  1. Sustainable Agriculture in Subang: Integrating Local Wisdom, Sharia Principles, and Agribusiness Innovation... journal.uinsgd.ac.id/index.php/ijni/article/view/54271Sustainable Agriculture in Subang Integrating Local Wisdom Sharia Principles and Agribusiness Innovation journal uinsgd ac index php ijni article view 54271
  2. Preserving Traditional Village as a Symbol of Devotion to Nature | Journal of Environmental Management... doi.org/10.14505/jemt.v12.7(55).22Preserving Traditional Village as a Symbol of Devotion to Nature Journal of Environmental Management doi 10 14505 jemt v12 7 55 22
Read online
File size309.09 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test