UIN SGDUIN SGD

IJNIIJNI

Penelitian ini meneliti dampak konvergensi media sosial terhadap strategi komunikasi organisasi Islam di Jawa Barat, yakni Persatuan Islam, Muhammadiyah, dan Nahdlatul Ulama. Metodologi kualitatif yang melibatkan observasi lapangan, wawancara mendalam, dan analisis konten di platform YouTube, Instagram, dan Facebook menunjukkan bahwa ketiga organisasi ini telah mengadopsi aktif platform digital untuk menyebarkan narasi agama, melibatkan audiens, dan membangun identitas institusional. Konvergensi media sosial memungkinkan komunikasi terdesentralisasi, merombak otoritas tradisional, serta memperluas jangkauan ke demografi digital native. Temuan mengungkapkan bahwa NU dan Muhammadiyah menekankan narasi Islam moderat dan inklusif, sementara Persis lebih berfokus pada pendekatan teologis namun adaptif. Keseluruhan transformasi mencerminkan pergeseran struktural dari model hierarkis ke strategi dialogis, partisipatif, dan sadar algoritma, di mana kesuksesan organisasi bergantung pada literasi media, adaptabilitas naratif, dan kepemimpinan kolaboratif yang mengintegrasikan aktor tradisional dan digital.

Konvergensi media sosial telah mengubah secara mendasar lanskap komunikasi keagamaan di Jawa Barat, di mana NU, Muhammadiyah, dan Persis menyesuaikan strategi duka mereka untuk menjangkau audiens yang lebih luas dan memperkuat identitas institusional.Perubahan ini menandai pergeseran otoritas dari model hierarkis ke kompetensi digital, dampak narasi, dan interaktivitas.Namun, keberhasilan strategi ini sangat bergantung pada kapasitas internal, kepemimpinan digital, dan kemampuan moderasi konten, yang masih bervariasi antara organisasi.

Berdasarkan latar belakang bahwa konvergensi media sosial telah mengubah cara organisasi Islam berkomunikasi, saran penelitian lanjutan dapat difokuskan pada (1) bagaimana keterlibatan interaktif (misalnya live‑stream Q&A) memengaruhi persepsi otoritas religius di kalangan generasi muda, (2) strategi pengelolaan konten yang efektif untuk meminimalkan disinformasi di jaringan sosial, dan (3) perbandingan efisiensi model kepemimpinan digital antara NU, Muhammadiyah, dan Persis dalam meningkatkan literasi media di kalangan anggotanya. Penelitian tersebut akan memperkaya pemahaman tentang mekanisme adaptasi organisasi Islam dalam era digital sekaligus memberikan dasar empiris bagi kebijakan pengembangan kapasitas digital bagi lembaga keagamaan.}.

  1. Examining the Foundation of Islamic Organisational Citizenship Behaviour in Jordanian Organisations |... doi.org/10.18646/2056.91.22-002Examining the Foundation of Islamic Organisational Citizenship Behaviour in Jordanian Organisations doi 10 18646 2056 91 22 002
  2. Sick kids versus whom? Childhood disability and charitable campaigns on Instagram - Daniela Zuzunaga... doi.org/10.1177/13548565231211310Sick kids versus whom Childhood disability and charitable campaigns on Instagram Daniela Zuzunaga doi 10 1177 13548565231211310
  3. Multi-platform practices among digital patronage creators - Lee Hair, Ross Bonifacio, Donghee Yvette... doi.org/10.1177/13548565221104990Multi platform practices among digital patronage creators Lee Hair Ross Bonifacio Donghee Yvette doi 10 1177 13548565221104990
  4. Social Media Convergence in Islamic Organisations: Transforming Religious Communication in Persis, Muhammadiyah,... journal.uinsgd.ac.id/index.php/ijni/article/view/49004Social Media Convergence in Islamic Organisations Transforming Religious Communication in Persis Muhammadiyah journal uinsgd ac index php ijni article view 49004
Read online
File size257.21 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test