UIN SGDUIN SGD

IJNIIJNI

Untuk menjaga integritas nasional, moderasi agama sangat penting. Pengajaran Buddha, seperti agama lainnya di Indonesia, mendukung moderasi agama. Buddhayana adalah salah satu sekolah scholastic Buddha di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki penerapan ide Buddhayana terhadap moderasi agama di Indonesia. Metode penelitian ini adalah tinjauan literatur. Temuan penelitian menunjukkan bahwa beberapa pengajaran Buddha sejalan dengan penanda moderasi agama. Kutadanta Sutta mengandung pengajaran Buddha tentang komitmen nasional. Buddha menunjukkan toleransi dalam Upali Sutta dengan menasihati pengikut seperti Upali untuk mempertimbangkan dengan cermat pandangan baru sebelum berubah, selalu menunjukkan rasa hormat terhadap afiliasi sebelumnya. Menurut Buddha, setiap manusia mengembangkan non-kekerasan berdasarkan brahmavihara mereka, yang mencakup metta, karuna, mudita, dan upekkha. Buddha mengajarkan akomodasi budaya lokal dalam Sigalovada Sutta, yang menyatakan bahwa pemahaman yang tepat adalah fondasi untuk baik keterbukaan maupun pelestarian budaya lokal. Prinsip-prinsip Buddhayana, yang mencakup non-sektarian, inklusif, pluralistik, mindset universal dan kepercayaan pada Sanghayang Adi Buddha, konsisten dengan praktik moderasi agama.

Penelitian ini menunjukkan bahwa ajaran Buddha, khususnya dalam Buddhayana, memiliki nilai-nilai yang sejalan dengan moderasi agama.Indikator moderasi agama juga ditemukan dalam Buddha, seperti yang diajarkan langsung oleh Buddha, yang tercatat dalam Tipitaka Pāli Canon.Komitmen nasional ditemukan dalam Kutadanta Sutta, di mana Buddha mengajarkan bahwa pemerintah dan warga negara suatu negara bertanggung jawab, simpatik, dermawan, memiliki determinasi yang kuat (addhitthana), dan memiliki semangat pengorbanan yang besar (paricagga) dalam mempertahankan bangsa dan negara mereka.Buddha menyampaikan prinsip toleransi, seperti yang tercatat dalam Upali Sutta.Buddha menasihati Upali untuk tidak membuat kesimpulan terburu-buru mengenai konversinya ke Buddha, mendorongnya untuk melakukan investigasi dan kontemplasi yang menyeluruh, dan juga menasihatinya untuk menghormati dan tidak menghina afiliasi sebelumnya.Buddha menganjurkan non-kekerasan, menekankan bahwa setiap aktivitas manusia harus menghindari penderitaan orang lain.Buddha menyatakan bahwa non-kekerasan dibudidayakan di dalam individu melalui pengembangan cinta kasih (mettā), belas kasihan (karuṇā), kegembiraan simpatik (muditā), dan ketenangan (upekkhā).Buddha menginstruksikan penyesuaian terhadap budaya lokal dalam Sigalovada Sutta, menyatakan bahwa penerimaan dan pelestarian tradisi lokal harus didasarkan pada pemahaman yang akurat.Prinsip-prinsip Buddhayana sejalan dengan praktik moderasi agama, mencerminkan pandangan non-sektarian, inklusif, pluralistik, dan universal, serta kepercayaan pada Sanghyang Adi Buddha.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan bagian saran penelitian lanjutan, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang baru: . . 1. Mengkaji lebih lanjut bagaimana Buddhayana dapat diterapkan dalam konteks moderasi agama di Indonesia, khususnya dalam hal mempromosikan toleransi dan kerukunan antar umat beragama. Penelitian ini dapat berfokus pada bagaimana Buddhayana dapat menjadi jembatan penghubung antara berbagai aliran Buddha dan agama lainnya, serta bagaimana prinsip-prinsipnya dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk menciptakan masyarakat yang lebih damai dan harmonis.. . 2. Menganalisis dampak penerapan Buddhayana terhadap pemahaman dan praktik moderasi agama di kalangan umat Buddha di Indonesia. Penelitian ini dapat menyelidiki apakah penerapan Buddhayana telah meningkatkan pemahaman umat Buddha tentang moderasi agama, dan apakah hal ini telah berdampak pada perilaku dan sikap mereka dalam kehidupan sehari-hari.. . 3. Meneliti bagaimana Buddhayana dapat digunakan sebagai alat untuk melawan radikalisme dan ekstremisme agama di Indonesia. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana prinsip-prinsip Buddhayana dapat menjadi alternatif bagi pemikiran radikal dan ekstrem, serta bagaimana Buddhayana dapat menjadi sarana untuk mempromosikan dialog dan pemahaman antar umat beragama.

  1. The Relevance of Buddhayana Principles to Religious Moderation in Indonesia | International Journal of... journal.uinsgd.ac.id/index.php/ijni/article/view/51875The Relevance of Buddhayana Principles to Religious Moderation in Indonesia International Journal of journal uinsgd ac index php ijni article view 51875
  2. Religious Moderation and Diversity Management in Maintaning The Existence of The Brahmaraja Triloka Pura... journal.unhas.ac.id/index.php/jish/article/view/20145Religious Moderation and Diversity Management in Maintaning The Existence of The Brahmaraja Triloka Pura journal unhas ac index php jish article view 20145
  3. RELIGIOUS MODERATION IN THE FRAMEWORK OF LIFE | International Journal of Islamic Education, Research... journal.yaspim.org/index.php/IJIERM/article/view/142RELIGIOUS MODERATION IN THE FRAMEWORK OF LIFE International Journal of Islamic Education Research journal yaspim index php IJIERM article view 142
  4. Pengarusutamaan Moderasi Beragama Generasi Milenial melalui Gerakan Siswa Moderat di Kabupaten Lumajang... journal.blasemarang.id/index.php/smart/article/view/1763Pengarusutamaan Moderasi Beragama Generasi Milenial melalui Gerakan Siswa Moderat di Kabupaten Lumajang journal blasemarang index php smart article view 1763
Read online
File size330.21 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test