UNIKSUNIKS
JURNAL AGRONOMI TANAMAN TROPIKA (JUATIKA)JURNAL AGRONOMI TANAMAN TROPIKA (JUATIKA)Oil palm (Elaeis guineensis) is a significant plantation crop extensively cultivated in Indonesia, particularly in the Riau region, where it is often grown on marginal lands, such as typical dystrudepts. Low soil pH and limited water-holding capacity necessitate effective fertilization management strategies. One approach to address these challenges is the application of slow-release fertilizers. Polyhalite, a mineral fertilizer, contains slow-release nutrients including potassium (K), calcium (Ca), magnesium (Mg), and sulfur (S). Given that oil palm plants have a high demand for potassium to support their growth and productivity, providing substantial quantities of readily available potassium fertilizers, such as potassium chloride (KCl) is essential. The synergistic application of polyhalite and KCl is anticipated to enhance plant nutrient absorption, thereby improving leaf nutrient levels. This study aims to evaluate the effects of Polyhalite fertilizer, both alone and in combination with KCl fertilizer, on the leaf nutrient levels of oil palm plants. A Completely Randomized Design (CRD) was employed, consisting of five treatment factors: Control (NPK), Polyhalite at 25% combined with KCl at 75%, Polyhalite at 50% combined with KCl at 50%, Polyhalite at 75% combined with KCl at 25%, and Polyhalite at 100%. Each treatment was replicated three times, resulting in 60 plants across four plants per treatment. The data collected from the research will be analyzed using Analysis of Variance (ANOVA), followed by the 5% Duncans New Multiple Range Test (DNMRT). The findings indicate that the application of Polyhalite at 75% in combination with KCl at 25% significantly increased the levels of potassium, calcium, and magnesium in the leaves of the oil palm plants.
Penelitian ini menunjukkan bahwa aplikasi pupuk Polyhalite bersamaan dengan KCl tidak secara signifikan memengaruhi konsentrasi nutrisi kalium, kalsium, dan sulfur pada daun kelapa sawit.Namun, kombinasi ini memberikan dampak yang terukur pada kadar nutrisi magnesium.Secara khusus, kombinasi 75% Polyhalite dan 25% KCl terbukti paling efektif dalam meningkatkan kadar nutrisi daun dibandingkan dengan perlakuan kontrol.
Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menguji pengaruh kombinasi pupuk Polyhalite dan KCl terhadap pertumbuhan dan hasil panen kelapa sawit dalam jangka panjang, tidak hanya pada kadar nutrisi daun. Kedua, penelitian dapat diperluas untuk mengevaluasi efektivitas kombinasi pupuk ini pada berbagai jenis tanah marginal lainnya yang umum digunakan untuk perkebunan kelapa sawit, seperti tanah gambut atau tanah podsolik. Ketiga, studi lebih mendalam diperlukan untuk memahami mekanisme interaksi antara Polyhalite dan KCl dalam meningkatkan penyerapan nutrisi oleh tanaman, termasuk peran mikroorganisme tanah dalam proses tersebut. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih komprehensif mengenai optimasi pemupukan kelapa sawit pada lahan marginal, sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan perkebunan kelapa sawit di Indonesia.
- Aplikasi Polyhalite sebagai Pengganti ZK dan Pengaruhnya terhadap Kadar K, Mg, dan S Daun, Produksi,... jurnal.uns.ac.id/agrosains/article/view/44429Aplikasi Polyhalite sebagai Pengganti ZK dan Pengaruhnya terhadap Kadar K Mg dan S Daun Produksi jurnal uns ac agrosains article view 44429
- Intensity Of Soil Treatment And Frequency Of Inorganic Fertilizer Application On Nutrient Levels And... ejournal.uniks.ac.id/index.php/JUATIKA/article/view/2833Intensity Of Soil Treatment And Frequency Of Inorganic Fertilizer Application On Nutrient Levels And ejournal uniks ac index php JUATIKA article view 2833
- Vol. 5 No. 1 (2023): Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Agronomi Tanaman Tropika (JUATIKA) | JURNAL AGRONOMI TANAMAN... ejournal.uniks.ac.id/index.php/JUATIKA/issue/view/173Vol 5 No 1 2023 Vol 5 No 1 2023 Jurnal Agronomi Tanaman Tropika JUATIKA JURNAL AGRONOMI TANAMAN ejournal uniks ac index php JUATIKA issue view 173
- PENGARUH APLIKASI PUPUK POLYHALITE DAN KCl TERHADAP KADAR K DAN PERTUMBUHAN BIBIT TANAMAN JERUK PAMELO... jtsl.ub.ac.id/index.php/jtsl/article/view/308PENGARUH APLIKASI PUPUK POLYHALITE DAN KCl TERHADAP KADAR K DAN PERTUMBUHAN BIBIT TANAMAN JERUK PAMELO jtsl ub ac index php jtsl article view 308
| File size | 171.18 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
IPBIPB Hasil selama enam bulan menunjukkan tingkat kesintasan rata‑rata 60,56 %, dengan nilai tertinggi pada Altingia excelsa dan Castanopsis javanica (80 %);Hasil selama enam bulan menunjukkan tingkat kesintasan rata‑rata 60,56 %, dengan nilai tertinggi pada Altingia excelsa dan Castanopsis javanica (80 %);
UMSRAPPANGUMSRAPPANG Metode pelaksanaan dengan beberapa tahapan teknis yakni kegiatan sosialisasi, pelaksanaan pelatihan pendampingan, aplikasi pemanfaatan pupuk serbuk kayuMetode pelaksanaan dengan beberapa tahapan teknis yakni kegiatan sosialisasi, pelaksanaan pelatihan pendampingan, aplikasi pemanfaatan pupuk serbuk kayu
JOURNALCENTERJOURNALCENTER Parameter yang diamati adalah panjang tanaman (cm), jumlah buah per sampel (buah), jumlah buah per plot (buah), diameter buah (cm), panjang buah per plotParameter yang diamati adalah panjang tanaman (cm), jumlah buah per sampel (buah), jumlah buah per plot (buah), diameter buah (cm), panjang buah per plot
UNTAG SMDUNTAG SMD Kombinasi perlakuan terbaik adalah penggunaan pupuk SP-18 sebesar 150 kg/ha, pupuk ZA sebesar 225 kg/ha, dan pupuk hayati sebesar 10 kg/ha. Kombinasi iniKombinasi perlakuan terbaik adalah penggunaan pupuk SP-18 sebesar 150 kg/ha, pupuk ZA sebesar 225 kg/ha, dan pupuk hayati sebesar 10 kg/ha. Kombinasi ini
UNTAG SMDUNTAG SMD Tanaman kentang mampu beradaptasi dengan baik pada daerah dataran tinggi, sehingga perlu dilakukan elaborasi teknologi budidayanya dengan cara memanfaatkanTanaman kentang mampu beradaptasi dengan baik pada daerah dataran tinggi, sehingga perlu dilakukan elaborasi teknologi budidayanya dengan cara memanfaatkan
UNIPASUNIPAS Keunggulan dari SBP adalah mempunyai daya tumbuh seragam, jumlah anakan yang dihasilkan lebih banyak dibanding sistem pembibitan konvensional. PenelitianKeunggulan dari SBP adalah mempunyai daya tumbuh seragam, jumlah anakan yang dihasilkan lebih banyak dibanding sistem pembibitan konvensional. Penelitian
UNSIMARUNSIMAR Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas cendawan Penicillium sp. sebagai biopestisida terhadap penggerek buah kakao (C. cramerella Snellen) diPenelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas cendawan Penicillium sp. sebagai biopestisida terhadap penggerek buah kakao (C. cramerella Snellen) di
UNSIMARUNSIMAR Untuk mengatasi masalah tersebut perlu dilakukan rehabilitasi dengan penanaman kembali tanaman kakao yang baru. Namun ancaman kekeringan terutama padaUntuk mengatasi masalah tersebut perlu dilakukan rehabilitasi dengan penanaman kembali tanaman kakao yang baru. Namun ancaman kekeringan terutama pada
Useful /
STAIM PROBOLINGGOSTAIM PROBOLINGGO Sebagai pembimbing artinya aktif memberikan bimbingan dalam kegiatan keagamaan dan sosial dan menerapkan ajaran agama Islam. Bentuk penanaman akhlakulSebagai pembimbing artinya aktif memberikan bimbingan dalam kegiatan keagamaan dan sosial dan menerapkan ajaran agama Islam. Bentuk penanaman akhlakul
UNIAUNIA Penelitian menyimpulkan perlunya pengembangan model pembelajaran etika digital Islam yang holistik, standar, dan adaptif terhadap dinamika ruang digital,Penelitian menyimpulkan perlunya pengembangan model pembelajaran etika digital Islam yang holistik, standar, dan adaptif terhadap dinamika ruang digital,
IPBIPB Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat pemahaman dan harapan sivitas akademik UIN Sunan Ampel Surabaya terkait konsep keberlanjutan lingkungan denganPenelitian ini bertujuan menganalisis tingkat pemahaman dan harapan sivitas akademik UIN Sunan Ampel Surabaya terkait konsep keberlanjutan lingkungan dengan
IPBIPB Alat tangkap yang banyak digunakan di Danau Maninjau meliputi jaring langli, bagan bada, pancing, dan jala. Lokasi penangkapan ikan tercemar oleh amonia,Alat tangkap yang banyak digunakan di Danau Maninjau meliputi jaring langli, bagan bada, pancing, dan jala. Lokasi penangkapan ikan tercemar oleh amonia,