STIPJAKARTASTIPJAKARTA

Meteor STIP MarundaMeteor STIP Marunda

Dalam pelayaran, keamanan dan keselamatan sangatlah penting. Namun mirisnya di Indonesia masih ditemukan banyak ketidaksesuaian alat-alat keselamatan dengan yang tertera di Solas 1974/1978. Penulis mengambil contoh dari salah satu perusahaan pelayaran di Indonesia yaitu PT. Pelayaran Tonasa Lines yang mana merupakan perusahaan pelayaran yang memiliki 6 kapal cement carrier yang beroperasi di perairan laut Indonesia untuk mengirimkan semen-semen berkualiatas tinggi ke seluruh pelosok Indonesia, namun kapal-kapal tersebut masih kurang mumpuni jika dilihat pada faktor keselamatannya. Pada saat pengamatan di kapal milik PT. Pelayaran Tonasa Lines, peneliti menemukan adanya ketidaksesuaian persyaratan jumlah alat-alat keselamatan dan juga ditemukan Distress Flares atau Pyrotechnic yang sudah expired. Maka dari itu penelitian ini dibuat untuk menemukan alasan mengapa banyak ditemukannya alat-alat keselamatan jiwa yang sudah expired juga untuk menemukan alasan mengapa banyak alat-alat keselamatan jiwa yang jumlahnya tidak sesuai dengan yang tertera di peraturan yang ada, serta untuk mengetahui kondisi kesesuaian persyaratan alat-alat keselamatan yang diatur dalam Solas 74/78 terhadap kapal-kapal cement carrier milik PT. Pelayaran Tonasa Lines, dan untuk juga mencari solusi dari masalah-masalah diatas. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan tekhnik analisis data statistik deskriptif. Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan selama pelayaran, maka sistem keamanan harus diutamakan dengan selalu mengontrol kondisi Life-Saving Appliances diatas kapal.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat ketidaksesuaian jumlah alat-alat keselamatan pada kapal-kapal cement carrier milik PT.Pelayaran Tonasa Lines, yang disebabkan oleh rendahnya pengawasan dan kepedulian perusahaan terhadap kondisi kesesuaian alat-alat keselamatan dengan peraturan yang ditetapkan.Selain itu, ditemukan Distress Flares atau Pyrotechnics yang sudah expired akibat kurangnya pengawasan perusahaan terhadap kondisi alat-alat keselamatan di atas kapal.Temuan ini menyoroti perlunya peningkatan pengawasan dan kepedulian perusahaan untuk memastikan keselamatan pelayaran.

Penelitian selanjutnya dapat difokuskan pada analisis mendalam mengenai efektivitas program pelatihan keselamatan yang ada bagi awak kapal, khususnya terkait pemahaman dan penerapan SOLAS. Studi komparatif mengenai manajemen keselamatan di berbagai perusahaan pelayaran, baik domestik maupun internasional, dapat memberikan wawasan tentang praktik terbaik yang dapat diadaptasi. Selain itu, penelitian lanjutan bisa menggali lebih dalam dampak implementasi teknologi baru, seperti sistem pemantauan jarak jauh untuk peralatan keselamatan, terhadap peningkatan kepatuhan dan pengurangan risiko kecelakaan di kapal. Bagaimana teknologi dapat membantu meningkatkan efisiensi pengawasan dan pemeliharaan peralatan keselamatan di kapal? Apakah terdapat hubungan antara budaya keselamatan yang diterapkan di perusahaan pelayaran dengan tingkat kepatuhan terhadap standar keselamatan? Bagaimana persepsi awak kapal terhadap efektivitas pelatihan keselamatan yang mereka terima, dan apakah terdapat kebutuhan pelatihan tambahan yang belum terpenuhi?.

  1. Analisis Kesesuaian Alat Keselamatan Jiwa Sesuai Dengan Solas 1974/1978 As Amended Pada Kapal-Kapal Cement... doi.org/10.36101/msm.v13i1.141Analisis Kesesuaian Alat Keselamatan Jiwa Sesuai Dengan Solas 1974 1978 As Amended Pada Kapal Kapal Cement doi 10 36101 msm v13i1 141
  1. #mv kartini baruna#mv kartini baruna
  2. #customer satisfaction#customer satisfaction
Read online
File size127.73 KB
Pages6
Short Linkhttps://juris.id/p-2dA
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test