STAIM PROBOLINGGOSTAIM PROBOLINGGO

Imtiyaz : Jurnal Ilmu KeislamanImtiyaz : Jurnal Ilmu Keislaman

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi beberapa aspek, yaitu: 1) Bagaimana peran kepemimpinan Kiai dapat memperkuat sikap moderasi santri di Pondok Pesantren Raudlatul Mutaalimin, 2) Tindakan konkret yang diambil oleh kepemimpinan Kiai, 3) Bagaimana kepemimpinan Kiai mengevaluasi proses tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus. Proses pengumpulan data melibatkan wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Analisis data dilakukan melalui langkah-langkah kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Validitas data diuji melalui kredibilitas, ketergantungan, dan kepastian data. Hasil penelitian mengungkapkan beberapa hal, antara lain: pertama, Kiai Pondok Pesantren Raudlatul Mutaalimin menjalankan perannya sebagai pemimpin dengan empat fungsi utama, termasuk sebagai penentu arah, agen perubahan, juru bicara, dan pembina. Kiai menggunakan gaya kepemimpinan situasional, seperti pendelegasian, bimbingan, dan pengarahan, untuk mencapai efektivitas kepemimpinan. Kedua, upaya Kiai dalam membentuk sikap moderasi santri melibatkan pengkajian kitab kuning dan penekanan pada kurikulum. Ketiga, implementasi kepemimpinan Kiai dalam memperkuat sikap moderasi santri di Pondok Pesantren Raudlatul Mutaalimin berjalan tanpa kendala signifikan, sesuai dengan harapan Kiai, dan santri berhasil menginternalisasi sikap moderasi dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Pola kepemimpinan Kiai di Pondok Pesantren Raudlatul Mutaalimin bersifat karismatik‑demokratis, memadukan tanggung jawab, karisma, dan pengaruh signifikan terhadap santri, serta mengikuti tradisi feodal‑paternalistik berbasis garis keturunan.Tantangan utama meliputi keterbatasan sarana, anggaran terbatas, serta kurangnya kompetensi manajerial Kiai senior, sementara faktor pendukung mencakup nilai‑nilai spiritual, ukhuwah Islamiyah, dan tradisi kuat antara Kiai, santri, dan masyarakat.Solusi yang diusulkan meliputi peningkatan komunikasi stakeholder, pengembangan usaha kreatif, penguatan kepengurusan, serta kolaborasi dengan alumni dan pembatasan informasi untuk menekankan nilai agama dan pengetahuan umum.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki pengaruh media digital terhadap pembentukan sikap moderasi santri, khususnya bagaimana konten daring dapat memperkuat atau menghambat nilai-nilai moderasi yang diajarkan di pesantren. Selain itu, diperlukan studi komparatif mengenai gaya kepemimpinan Kiai di berbagai pesantren di Indonesia, untuk mengidentifikasi perbedaan efektivitas antara kepemimpinan karismatik, demokratis, atau transaksional dalam mempromosikan moderasi agama. Selanjutnya, sebuah penelitian longitudinal yang melacak alumni Pondok Pesantren Raudlatul Mutaalimin selama beberapa tahun setelah lulus dapat memberikan insight tentang keberlanjutan sikap moderasi dalam kehidupan profesional dan sosial mereka, serta faktor-faktor yang mempengaruhi retensi nilai tersebut. Penelitian-penelitian ini akan membantu memperluas pemahaman tentang dinamika kepemimpinan dan moderasi dalam konteks pendidikan Islam tradisional serta memberikan dasar empiris bagi kebijakan pengembangan pesantren yang lebih efektif.

Read online
File size208 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test