UNIAUNIA

Maharot : Journal of Islamic EducationMaharot : Journal of Islamic Education

Penguatan nilai moderasi agama di sekolah memerlukan materi pembelajaran yang relevan, sistematis, dan mudah dipahami oleh siswa. Di SMP Darul Faqih Indonesia, modul Aswaja yang digunakan saat ini belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan belajar siswa, menunjukkan kebutuhan akan sumber belajar yang lebih inovatif dan menarik. Penelitian ini bertujuan mengembangkan modul pembelajaran Aswaja yang valid untuk mendukung proses belajar dan memperkuat nilai moderasi agama. Penelitian menggunakan pendekatan penelitian dan pengembangan (R&D) dengan model ADDIE yang dimodifikasi. Data dikumpulkan melalui wawancara dan kuesioner, dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil produk berupa modul Aswaja yang mengintegrasikan nilai moderasi agama, prinsip pembelajaran abad ke-21, dan media instruksional berbasis teknologi. Validasi menunjukkan tingkat kelayakan sangat tinggi, dengan skor 93% dari ahli materi, 92,92% dari ahli media, dan 98,40% dari ahli pembelajaran. Modul ini efektif memenuhi tujuan pembelajaran dan mendukung pembelajaran berbasis siswa, interaktif, serta adaptif. Secara teoretis, penelitian ini memberikan model pengembangan materi ajar Aswaja yang selaras dengan moderasi agama dan pembelajaran berbasis teknologi abad ke-21.

Modul pembelajaran Aswaja yang dikembangkan untuk siswa SMP memenuhi kriteria kelayakan dan validitas sebagai produk instruksional.Validasi ahli menunjukkan tingkat validitas sangat tinggi, dengan skor 93% dari ahli materi, 92,92% dari ahli media, dan 98,40% dari ahli pembelajaran.Modul ini terstruktur dalam lima bab yang mencakup aspek konseptual, sejarah, epistemologis, aplikatif, dan biografis pembelajaran Aswaja.Modul mengintegrasikan strategi pembelajaran aktif, media digital berbasis QR code, pembelajaran berbasis proyek, dan nilai-nilai moderasi agama.Meski demikian, beberapa keterbatasan seperti penggunaan istilah teologis yang kompleks, desain visual yang dominan teks, dan konteks yang masih berfokus pada lingkungan pesantren perlu diperbaiki untuk adaptasi di sekolah umum.

1. Mengembangkan modul Aswaja untuk sekolah umum dengan menyederhanakan istilah teologis dan menyesuaikan konteks sosial yang lebih luas. 2. Meningkatkan desain visual modul dengan menambah elemen grafis dan multimedia interaktif untuk meningkatkan keterlibatan siswa. 3. Menggali potensi penggunaan asesmen alternatif seperti portofolio atau presentasi untuk mengevaluasi pemahaman konseptual siswa secara holistik. Penelitian lanjutan juga dapat mengeksplorasi integrasi AI dalam modul untuk personalisasi pembelajaran berdasarkan profil perkembangan siswa.

  1. Pengembangan Modul Ajar Berbantuan Teknologi untuk Mengembangkan Kecakapan Abad 21 Siswa | Nesri | AKSIOMA:... ojs.fkip.ummetro.ac.id/index.php/matematika/article/view/2925Pengembangan Modul Ajar Berbantuan Teknologi untuk Mengembangkan Kecakapan Abad 21 Siswa Nesri AKSIOMA ojs fkip ummetro ac index php matematika article view 2925
  2. Implementing Religious Moderation and Tolerance Attitude in Akidah Akhlak Learning | Nazhruna: Jurnal... e-journal.uac.ac.id/index.php/NAZHRUNA/article/view/2649Implementing Religious Moderation and Tolerance Attitude in Akidah Akhlak Learning Nazhruna Jurnal e journal uac ac index php NAZHRUNA article view 2649
  3. The Development of 21st-Century e-Learning Module Assessment Tool - Jose Mari M. Calamlam, 2021. development... journals.sagepub.com/doi/10.1177/0047239520953792The Development of 21st Century e Learning Module Assessment Tool Jose Mari M Calamlam 2021 development journals sagepub doi 10 1177 0047239520953792
Read online
File size670.68 KB
Pages19
DMCAReport

Related /

ads-block-test