UIN SGDUIN SGD
IJNIIJNIPenelitian ini mengusulkan pergeseran pendekatan bayani-burhani-irfani menjadi bayani-burhani-maqâsidi. Sejarah intelektual Muhammadiyah tidak dapat dipisahkan dari dialektika metodologis yang mendasari gerakannya. Salah satu produk metodologis penting yang selalu menjadi dasar ijtihad dalam pemikiran dan praktik gerakannya adalah Manhaj Tarjih dan Pengembangan Pemikiran Islam. Manhaj Tarjih ini menawarkan tiga pendekatan dalam memahami ajaran agama: bayani, burhani, dan irfani. Ketiga pendekatan ini didirikan sebagai cara berpikir Islam dan membentuk Manhaj Islam Progresif. Namun, sejak formulasi mereka, ketiga pendekatan ini cukup kontroversial. Beberapa cendekiawan menganggap Manhaj Tarjih sebagai manifesto gerakan pembaruan pemikiran modern di Indonesia. Yang lain, tidak sedikit, memandangnya secara negatif dan peyoratif sebagai metode liberal. Selain itu, metode irfani identik dengan Sufisme dan secara prosedural sulit untuk dioperasionalkan. Tujuan makalah ini adalah melakukan kritik rasional atau evaluasi epistemologis terhadap Manhaj Tarjih dan Manhaj Islam Progresif. Argumen dalam makalah ini adalah kebutuhan untuk pemeriksaan ulang dan penyelidikan ulang (melakukan kritik rasional) terhadap Manhaj Islam Berkemajuan dan Manhaj Tarjih, yang merupakan fondasi pendekatan tersebut. Berdasarkan metode deskriptif-konklusif dan teknik analisis wacana, makalah ini menyimpulkan bahwa pendekatan bayani, burhani, dan irfani perlu merekonstruksi asumsi dasar dan langkah metodologis mereka. Usulan untuk memasukkan asumsi integralistik, hierarki norma dan niat, serta metode istiqra` manawi sangat relevan. Dalam hal ini, makalah ini mengusulkan pergeseran pendekatan bayâni-burhâni-irfâni menjadi bayâni-burhâni-maqâsidi.
Berdasarkan diskusi kritik rasional terhadap Manhaj Tarjih dan Manhaj Islam Progresif di atas, beberapa poin utama dapat disimpulkan sebagai berikut.Pertama, dalam kerangka epistemologis, penalaran bayani, burhani, dan irfani perlu direkonstruksi.Seperti mesin yang menghasilkan pengetahuan agama, salah satu komponen pentingnya, yaitu irfani, tidak berfungsi secara optimal.Komponen irfani ini belum diformulasikan secara eksplisit, baik dalam hal status ontologis maupun prosedur operasional metodologisnya.Dalam konteks tertentu, komponen penalaran bayani dan burhani juga dapat menghasilkan produk pengetahuan agama yang bertentangan (oposisi biner).Penalaran bayani dapat terjebak dalam reduksi tekstualis yang kaku, sedangkan penalaran burhani dapat terjebak dalam reduksi kontekstual-ilmiah yang terlepas dari otoritas teksnya.Oleh karena itu, pergeseran penalaran epistemologis dari bayani, burhâni, dan irfâni dengan penalaran epistemologis bayani, burhâni, dan maqâsidi dapat menjadi alternatif dalam mengembangkan Manhaj Tarjih dan Manhaj Islam Progresif.Kedua, pengembangan Manhaj Tarjih dengan memasukkan asumsi integralistik, hierarkis, dan intencional adalah proposal kreatif yang dapat melengkapi dasar filosofisnya.Namun, formulasi asumtif ini memerlukan penjelasan yang lebih terperinci dan formulasi operasional yang jelas untuk menjadi dasar pelaksanaan prosedur manhaj.Hal ini terutama berlaku dalam penggunaan prosedur hierarki norma atau pendekatan yang membedakan norma syariah menjadi tiga lapisan hierarkis norma.nilai-nilai dasar (al-qiyâm al-asâsiyah), prinsip-prinsip umum (usûl al-kulliyah), dan peraturan hukum konkret atau ketentuan (ahkâm al-fariyah).Dalam kerangka ini, penambahan metode istiqra` manawi dan maqâsidi sangat penting dan relevan.Akhirnya, kritik rasional terhadap Manhaj Islam Progresif adalah kebutuhan dan keharusan historis, sebagai bagian dari hukum dinamis evolusi budaya.Jenis kritik rasional ini perlu terus dikembangkan sebagai bagian dari tradisi ilmiah (kritik epistemologis) dan gerakan budaya Muslim modernis.Hal ini tidak hanya berfungsi untuk menyempurnakan alat analisis dan menyempurnakan instrumen metodologis dalam pengembangan hukum dan pemikiran agama, tetapi juga untuk memberikan panduan dalam mentransformasi masyarakat global dan kemanusiaan sesuai dengan pesan Islam Progresif.Dalam kerangka kritik rasional ini, klaim absolut kebenaran (kebenaran maksimum) atau pandangan final, objektif, dan kesucian idola akan hanya melegitimasi ketidakadilan epistemik, kekerasan, intoleransi, dan kurangnya sopan santun.
Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan bagian saran penelitian lanjutan, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang baru: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi dan mengembangkan metode istiqra` manawi dan maqâsidi dalam Manhaj Tarjih dan Manhaj Islam Progresif. Kedua, penelitian yang menyelidiki dan mengkaji lebih lanjut asumsi integralistik, hierarkis, dan intencional dalam Manhaj Tarjih dapat memberikan kontribusi signifikan dalam memperkuat dasar filosofis dan metodologisnya. Ketiga, penelitian yang berfokus pada pengembangan dan penerapan hierarki norma dalam Manhaj Tarjih dapat membantu dalam menciptakan kerangka kerja yang lebih komprehensif untuk memahami dan menerapkan norma-norma syariah secara lebih efektif. Penelitian ini dapat membantu dalam mengatasi tantangan-tantangan kontemporer seperti perlindungan lingkungan, teknologi digital, hak asasi manusia, dan keadilan gender.
| File size | 463.72 KB |
| Pages | 16 |
| DMCA | Report |
Related /
UIN SGDUIN SGD The growth in the number of sharia investors and the increase in the market capitalization of sharia stocks in Indonesia reflect a high interest in Islamic‑basedThe growth in the number of sharia investors and the increase in the market capitalization of sharia stocks in Indonesia reflect a high interest in Islamic‑based
UIN SGDUIN SGD Kunjungan akademik berfungsi sebagai mekanisme efektif untuk belajar institusional dan refleksi epistemis, mendorong konsolidasi paradigma integratif danKunjungan akademik berfungsi sebagai mekanisme efektif untuk belajar institusional dan refleksi epistemis, mendorong konsolidasi paradigma integratif dan
UIN SGDUIN SGD Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan tenaga kesehatan terhadap prosedur suntikan aman, dengan fokus pada pengetahuan,Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan tenaga kesehatan terhadap prosedur suntikan aman, dengan fokus pada pengetahuan,
UIN SGDUIN SGD Ketiganya menekankan bahwa tujuan pendidikan Islam adalah tadīb, yaitu pembentukan integritas moral dan etika manusia. Oleh karena itu, konsep pendidikanKetiganya menekankan bahwa tujuan pendidikan Islam adalah tadīb, yaitu pembentukan integritas moral dan etika manusia. Oleh karena itu, konsep pendidikan
UIN SGDUIN SGD Analisis dilakukan menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil menunjukkan efek positif yang signifikan: baik lingkunganAnalisis dilakukan menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil menunjukkan efek positif yang signifikan: baik lingkungan
UIN SGDUIN SGD Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki Muhammadiyah sebagai gerakan sosial kontemporer yang berakar pada agama di Indonesia serta mengeksplorasi bagaimanaPenelitian ini bertujuan untuk menyelidiki Muhammadiyah sebagai gerakan sosial kontemporer yang berakar pada agama di Indonesia serta mengeksplorasi bagaimana
UMBUMB Formulasi ini lahir dari pergumulan panjang Muhammadiyah dalam mempertemukan antara ajaran Islam dan realitas kebangsaan modern. Sebagai gerakan IslamFormulasi ini lahir dari pergumulan panjang Muhammadiyah dalam mempertemukan antara ajaran Islam dan realitas kebangsaan modern. Sebagai gerakan Islam
INSANINSAN Kyai Ahmad Dahlan dalam Catatan Pribadi Kyai Syuja. Islam Berkemajuan adalah sebuah ide Islam yang telah secara resmi dibawa dan dinyatakan oleh MuhammadiyahKyai Ahmad Dahlan dalam Catatan Pribadi Kyai Syuja. Islam Berkemajuan adalah sebuah ide Islam yang telah secara resmi dibawa dan dinyatakan oleh Muhammadiyah
Useful /
UMBUMB Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep internalisasi fiqh muamalah dalam pembelajaran PAI serta relevansinya dalam penguatan etika sosial pesertaArtikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep internalisasi fiqh muamalah dalam pembelajaran PAI serta relevansinya dalam penguatan etika sosial peserta
UIN SGDUIN SGD Melalui pemilihan kata, simbol keagamaan yang berulang, dan gaya komunikasi yang mencolok, iman menjadi performa moral yang memadukan teologi dengan spektakuler.Melalui pemilihan kata, simbol keagamaan yang berulang, dan gaya komunikasi yang mencolok, iman menjadi performa moral yang memadukan teologi dengan spektakuler.
UIN SGDUIN SGD Pendekatan ini menciptakan lingkungan dinamis untuk pertumbuhan kognitif, moral, dan sosial, dengan menekankan pelatihan guru dan infrastruktur teknologi.Pendekatan ini menciptakan lingkungan dinamis untuk pertumbuhan kognitif, moral, dan sosial, dengan menekankan pelatihan guru dan infrastruktur teknologi.
UMBUMB Implikasi fiqh pendidikan terhadap praktik pendidikan Islam terlihat secara nyata dalam perumusan tujuan pendidikan, pengembangan kurikulum integratif,Implikasi fiqh pendidikan terhadap praktik pendidikan Islam terlihat secara nyata dalam perumusan tujuan pendidikan, pengembangan kurikulum integratif,