UIN SGDUIN SGD
IJNIIJNIPenelitian ini bertujuan menganalisis kontribusi kunjungan akademik yang dilakukan oleh Konsorsium Ilmiah UIN Sunan Gunung Djati Bandung terhadap penguatan integrasi pengetahuan, pengembangan institusi, dan kolaborasi akademik di UIN Alauddin Makassar. Konsep kunci yang digunakan dalam penelitian ini mencakup integrasi pengetahuan, benchmarking pendidikan tinggi, jaringan epistemis, dan tata kelola pendidikan tinggi Islam. Penelitian ini mengadopsi pendekatan studi kasus kualitatif, dengan memanfaatkan observasi lapangan, diskusi kelompok fokus, wawancara terbatas, dan analisis dokumen institusi. Ruang lingkup penelitian mencakup Fakultas Ushuluddin, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), dan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) di UIN Alauddin Makassar. Temuan menunjukkan bahwa integrasi pengetahuan di UIN Alauddin Makassar telah melampaui formulasi konsep menuju institusionalisasi, yang tercermin dalam kurikulum integratif, tata kelola penelitian, pengembangan laboratorium, dan pendidikan profesional berbasis nilai. Kunjungan akademik berfungsi sebagai mekanisme efektif untuk belajar institusional dan refleksi epistemis, mendorong konsolidasi paradigma integratif dan pengembangan institusi strategis dalam pendidikan tinggi Islam. Tantangan kunci mencakup keterbatasan infrastruktur penelitian, disparitas kapasitas sumber daya manusia, dan ketegasan standar akreditasi nasional dan penelitian antarinstitusi. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kolaborasi, pengembangan model benchmarking berkelanjutan, dan penguatan integrasi pengetahuan berbasis tata kelola. Penelitian ini secara empiris berkontribusi pada literatur integrasi pengetahuan dalam pendidikan tinggi Islam dengan menunjukkan bagaimana paradigma integratif dioperasionalisasikan melalui kebijakan institusi, praktik akademik, dan kolaborasi berbasis benchmarking.
Penelitian ini mengonfirmasi bahwa kunjungan akademik Konsorsium Ilmiah UIN Sunan Gunung Djati Bandung ke UIN Alauddin Makassar memiliki makna substansial dalam penguatan integrasi ilmiah dan pengembangan institusi PTKIN.Temuan lapangan menunjukkan bahwa integrasi ilmiah di UIN Alauddin Makassar tidak lagi berada pada tahap konsep atau simbolis, tetapi telah bergerak menuju proses institusionalisasi yang relatif mapan.Integrasi ilmiah tampaknya dioperasionalisasikan melalui kebijakan akademik, pengembangan kurikulum, manajemen penelitian, dan tata kelola institusi di tingkat fakultas dan unit strategis, sehingga membentuk arah pengembangan institusi secara sistematis.Pada tingkat epistemis, penelitian ini menunjukkan bahwa model integrasi pengetahuan yang dikembangkan di UIN Alauddin Makassar cenderung moderat dan saling terhubung.Pendekatan ini memungkinkan dialog berkelanjutan antara ilmu-ilmu Islam normatif dengan metodologi ilmu-ilmu sosial, humaniora, dan ilmu-ilmu modern tanpa terjebak dalam dikotomi epistemis atau purifikasi.Temuan ini memperkuat argumen dalam literatur bahwa kesuksesan integrasi pengetahuan dalam pendidikan tinggi Islam ditentukan bukan hanya oleh kejelasan paradigma konsep, tetapi oleh kemampuan institusi untuk menerjemahkan paradigma ini menjadi praktik akademik yang konsisten dan berkelanjutan.Dari perspektif institusional, penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi ilmiah sangat bergantung pada desain tata kelola akademik dan kepemimpinan.Fakultas Ushuluddin berfungsi sebagai pusat epistemis, membangun fondasi ontologis dan normatif untuk pengembangan ilmiah lintas fakultas.Lembaga Pengembangan Studi Islam (LP2M) memainkan peran strategis dalam mengarahkan penelitian ilmiah dan publikasi agar selaras dengan visi universitas tentang integrasi ilmiah.Sementara itu, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) menunjukkan bagaimana integrasi nilai-nilai Islam dapat diinternalisasi dalam pendidikan profesi kesehatan melalui kurikulum, etika klinis, dan penelitian masyarakat.Ketiga unit ini menunjukkan bahwa integrasi ilmiah hanya dapat berfungsi efektif jika didukung oleh struktur organisasi yang jelas dan mekanisme kerja yang terkoordinasi.Secara teoritis, temuan penelitian ini berkontribusi pada pengayaan studi integrasi ilmiah dengan memosisikan institusi sebagai locus utama transformasi epistemis.Integrasi ilmiah tidak hanya dimengerti sebagai rekonstruksi wacana ilmiah, tetapi sebagai proses sosial-organisasional yang melibatkan kebijakan, sumber daya, dan budaya akademik.Dengan demikian, penelitian ini melengkapi literatur yang ada tentang integrasi ilmiah, yang cenderung menekankan dimensi filosofis, dengan menunjukkan pentingnya dimensi tata kelola dan manajemen pendidikan tinggi dalam menjamin keberlanjutan integrasi ilmiah.
Berdasarkan temuan dan analisis dalam penelitian ini, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:. . 1. Studi komparatif lintas institusi pendidikan tinggi Islam (PTKIN) menggunakan pendekatan metodologis yang lebih beragam, termasuk analisis longitudinal untuk menilai dampak integrasi pengetahuan terhadap kualitas lulusan, produktivitas penelitian, dan reputasi akademik institusi.. . 2. Jelajahi hubungan antara integrasi epistemis dan kinerja institusi dalam konteks kebijakan pendidikan tinggi nasional. Dengan demikian, integrasi pengetahuan dapat terus dikembangkan tidak hanya sebagai identitas normatif institusi pendidikan tinggi Islam, tetapi juga sebagai strategi transformasi institusi yang relevan, dapat diukur, dan berkelanjutan.. . 3. Teliti lebih lanjut tantangan dan peluang dalam mengintegrasikan pengetahuan di PTKIN, dengan mempertimbangkan dinamika pasar pendidikan tinggi, tuntutan relevansi sosial pengetahuan, dan tantangan struktural seperti infrastruktur penelitian, kapasitas laboratorium, dan standar akreditasi nasional dan profesional.. . 4. Teliti peran dan kontribusi benchmarking dalam proses belajar institusional antara PTKIN, dengan fokus pada pertukaran praktik terbaik, refleksi kritis terhadap kebijakan internal, dan identifikasi peluang adaptasi dan inovasi. Benchmarking dapat dipahami sebagai mekanisme dialog institusional yang memperkaya perspektif dan memperkuat kapasitas setiap universitas.. . 5. Teliti lebih lanjut model dan strategi integrasi pengetahuan yang efektif di PTKIN, dengan mempertimbangkan keragaman konteks institusi dan tantangan spesifik yang dihadapi oleh setiap institusi.. . 6. Teliti dampak integrasi pengetahuan terhadap kualitas lulusan, produktivitas penelitian, dan reputasi akademik institusi, dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif yang komprehensif.. . 7. Teliti lebih lanjut peran dan kontribusi LP2M (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat) dalam penguatan integrasi pengetahuan dan tata kelola penelitian di PTKIN, dengan fokus pada inovasi kebijakan dan praktik penelitian yang selaras dengan visi universitas.. . 8. Teliti lebih lanjut tantangan dan peluang dalam pengembangan kurikulum integratif di PTKIN, dengan mempertimbangkan kebutuhan dan tantangan spesifik yang dihadapi oleh institusi pendidikan tinggi Islam dalam konteks Indonesia.. . 9. Teliti lebih lanjut peran dan kontribusi fakultas-fakultas profesional, seperti Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK), dalam mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam pendidikan profesi kesehatan, dengan fokus pada kurikulum, etika klinis, dan penelitian masyarakat.. . 10. Teliti lebih lanjut tantangan dan peluang dalam penguatan kolaborasi antarfakultas dan antarinstitusi dalam PTKIN, dengan fokus pada pengembangan jaringan dan mekanisme kerja sama yang efektif.. . Dengan mempertimbangkan saran-saran di atas, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam memahami dan meningkatkan proses integrasi pengetahuan di PTKIN, serta memperkuat relevansi dan kualitas pendidikan tinggi Islam di Indonesia.
- Reconstructing Islamic Identity in Modern Times: A Narrative Review of Educational Reform and Intellectual... doi.org/10.61194/ijis.v3i1.708Reconstructing Islamic Identity in Modern Times A Narrative Review of Educational Reform and Intellectual doi 10 61194 ijis v3i1 708
- Integration of Knowledge, Institutional Strengthening, and Academic Collaboration: An Institutional Visit... journal.uinsgd.ac.id/index.php/ijni/article/view/52992Integration of Knowledge Institutional Strengthening and Academic Collaboration An Institutional Visit journal uinsgd ac index php ijni article view 52992
| File size | 345.65 KB |
| Pages | 18 |
| DMCA | Report |
Related /
PSPPJOURNALSPSPPJOURNALS Analisis regresi linier digunakan untuk mempelajari hubungan antara implementasi manajemen strategis dan kinerja institusi. Hasil penelitian menunjukkanAnalisis regresi linier digunakan untuk mempelajari hubungan antara implementasi manajemen strategis dan kinerja institusi. Hasil penelitian menunjukkan
UIN SGDUIN SGD Dipandu oleh semiotika sosial Halliday dan teori representasi Hall, analisis ini menyelidiki konten audio-visual dan struktur diskursif untuk mengungkapkanDipandu oleh semiotika sosial Halliday dan teori representasi Hall, analisis ini menyelidiki konten audio-visual dan struktur diskursif untuk mengungkapkan
UIN SGDUIN SGD Metodologi kualitatif yang melibatkan observasi lapangan, wawancara mendalam, dan analisis konten di platform YouTube, Instagram, dan Facebook menunjukkanMetodologi kualitatif yang melibatkan observasi lapangan, wawancara mendalam, dan analisis konten di platform YouTube, Instagram, dan Facebook menunjukkan
UIN SGDUIN SGD Temuan ini menegaskan bahwa pemasaran politik bukan hanya instrumen pemilihan, melainkan proses komunikasi sosial yang membangun legitimasi moral dan partisipasiTemuan ini menegaskan bahwa pemasaran politik bukan hanya instrumen pemilihan, melainkan proses komunikasi sosial yang membangun legitimasi moral dan partisipasi
UIN SGDUIN SGD Dengan menggunakan metode kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan pengrajin, ahli budaya, kurator, sertaDengan menggunakan metode kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan pengrajin, ahli budaya, kurator, serta
UIN SGDUIN SGD Penelitian ini menganalisis penerapan model tersebut dalam dua majelis taklim di Bandung, mengidentifikasi faktor pendukung dan hambatan, serta mengembangkanPenelitian ini menganalisis penerapan model tersebut dalam dua majelis taklim di Bandung, mengidentifikasi faktor pendukung dan hambatan, serta mengembangkan
UNUJAUNUJA Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan pengetahuan kepemimpinan transformasional dari perspektif gender serta memberikan rekomendasi praktis bagiPenelitian ini berkontribusi pada pengembangan pengetahuan kepemimpinan transformasional dari perspektif gender serta memberikan rekomendasi praktis bagi
E SIBERE SIBER Di Nigeria, pendidikan olahraga dan konseling berperan penting dalam menumbuhkan perkembangan fisik, emosional, dan sosial; namun tata kelola mereka seringkaliDi Nigeria, pendidikan olahraga dan konseling berperan penting dalam menumbuhkan perkembangan fisik, emosional, dan sosial; namun tata kelola mereka seringkali
Useful /
UIN SGDUIN SGD The results showed that DER had a significant positive effect on company value, whereas PER and DPR did not. Simultaneously, these three variables influencedThe results showed that DER had a significant positive effect on company value, whereas PER and DPR did not. Simultaneously, these three variables influenced
UIN SGDUIN SGD Artikel ini meneliti efektivitas integrasi model Numbered Heads Together (NHT) dengan media audio-visual dalam pembelajaran studi sosial untuk meningkatkanArtikel ini meneliti efektivitas integrasi model Numbered Heads Together (NHT) dengan media audio-visual dalam pembelajaran studi sosial untuk meningkatkan
E SIBERE SIBER Selain kedua variabel eksogen tersebut yang memengaruhi variabel endogen Pembentukan Karakter, terdapat berbagai faktor lain seperti lingkungan sekolah,Selain kedua variabel eksogen tersebut yang memengaruhi variabel endogen Pembentukan Karakter, terdapat berbagai faktor lain seperti lingkungan sekolah,
E SIBERE SIBER Selain dua variabel eksogen yang memengaruhi variabel endogen pembentukan karakter, terdapat banyak faktor lain termasuk kualitas pendidikan, disiplin,Selain dua variabel eksogen yang memengaruhi variabel endogen pembentukan karakter, terdapat banyak faktor lain termasuk kualitas pendidikan, disiplin,