UIN SGDUIN SGD
IJNIIJNIPenelitian ini mengeksplorasi representasi Islam dalam talk show politik pada dua stasiun televisi berita utama Indonesia, tvOne dan CNN Indonesia, menjelang Pemilihan Presiden 2024. Menggunakan pendekatan kualitatif dan metode analisis dokumen, penelitian ini berfokus pada dua episode yang menjadi contoh bagaimana identitas Islam dirangkaikan: Catatan Demokrasi dari tvOne dan Political Show dari CNN Indonesia. Dipandu oleh semiotika sosial Halliday dan teori representasi Hall, analisis ini menyelidiki konten audio-visual dan struktur diskursif untuk mengungkapkan pola makna yang mendasari. Temuan menunjukkan bahwa Islam sering kali dikurangi menjadi penanda identitas sosio-politik yang melekat pada figur politik tertentu daripada dieksplorasi sebagai sistem keagamaan atau filosofis. Rangkaian ini, yang berulang kali diperkuat oleh pembawa acara dan tamu, menyebabkan simplifikasi dan banalisasi identitas Islam di media arus utama. Meskipun identitas politik dan simbolisme keagamaan muncul berulang kali dalam diskusi ini, program-program tersebut kekurangan kejelasan dan kedalaman teoritis mengenai konsep politik identitas. Penelitian ini berkontribusi pada studi media dan komunikasi dengan menawarkan refleksi kritis tentang peran media dalam membentuk persepsi publik tentang Islam. Penelitian ini juga mengusulkan cara baru untuk mengkonseptualisasikan representasi televisi dengan menekankan implikasi etis dari komodifikasi agama selama periode pemilihan. Penelitian ini menyerukan praktik media yang lebih bertanggung jawab yang menegakkan integritas identitas agama dan mendorong diskursus politik inklusif.
Penelitian ini menemukan bahwa representasi Islam dalam program talk show televisi selama periode Pemilihan Presiden 2024 menunjukkan kecenderungan kuat menuju politisasi identitas keagamaan.Sebaliknya, daripada menyajikan pemahaman mendalam tentang ajaran Islam, simbol-simbol Islam digunakan sebagai instrumen retoris dalam narasi politik yang dibangun oleh media.Program seperti Catatan Demokrasi (tvOne) dan Political Show (CNN Indonesia) menunjukkan bagaimana identitas Islam calon politik digunakan sebagai bagian dari konstruksi politik identitas, bukan sebagai refleksi nilai-nilai Islam itu sendiri.Ada dua poin utama yang menjadi temuan penting.Pertama, Islam dalam narasi televisi dikurangi menjadi sekadar atribut sosial yang melekat pada individu, yang kemudian dengan mudah digunakan sebagai subjek perdebatan publik, tanpa menyentuh aspek spiritual atau normatifnya.Kedua, alih-alih memperluas pemahaman publik tentang konsep politik identitas, perdebatan dalam program-program ini sebenarnya memperkuat diskursus lama yang dangkal, lebih mengarah pada penciptaan sensasi dan hiburan daripada fungsi pendidikan.
Berdasarkan temuan penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang bagaimana media arus utama Indonesia merepresentasikan Islam selama periode pemilihan, terutama dalam konteks politisasi identitas keagamaan. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana narasi media mempengaruhi persepsi publik tentang Islam dan bagaimana media dapat memainkan peran yang lebih bertanggung jawab dalam mempromosikan pemahaman yang lebih adil dan reflektif tentang identitas agama di ruang publik. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis dampak politisasi identitas keagamaan pada diskursus politik Indonesia. Bagaimana praktik ini mempengaruhi dinamika politik, terutama dalam konteks pemilihan presiden? Apakah ada dampak jangka panjang pada pemahaman publik tentang Islam dan hubungan antara agama dan politik? Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk menyelidiki peran media dalam mempromosikan inklusi dan toleransi dalam diskursus politik. Bagaimana media dapat mendorong dialog yang lebih inklusif dan sensitif terhadap keragaman identitas agama di ruang publik? Penelitian ini dapat mengusulkan strategi dan praktik media yang dapat meningkatkan representasi yang lebih adil dan reflektif tentang agama dalam konteks politik.
| File size | 448.4 KB |
| Pages | 14 |
| DMCA | Report |
Related /
UIADUIAD Secara keseluruhan, alat penilaian ini tidak hanya valid dan andal, tetapi juga praktis dalam implementasinya, membuka peluang untuk inovasi penilaianSecara keseluruhan, alat penilaian ini tidak hanya valid dan andal, tetapi juga praktis dalam implementasinya, membuka peluang untuk inovasi penilaian
UIADUIAD Sampel penelitian terdiri dari 250 mahasiswa dan 35 dosen. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa: sebagian besar mahasiswa guru berada pada tingkatSampel penelitian terdiri dari 250 mahasiswa dan 35 dosen. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa: sebagian besar mahasiswa guru berada pada tingkat
STAIN MADINASTAIN MADINA Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dan pendekatan studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan tokoh agama, tokoh adat,Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dan pendekatan studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan tokoh agama, tokoh adat,
ONERESEARCHONERESEARCH Tulisan ini merupakan pemikiran sang penelaah buku Memeriksai Alam Kebenaran karya HOS Tjokroaminoto yang terdiri dari pandangan Pak Tjokro dan penelusuranTulisan ini merupakan pemikiran sang penelaah buku Memeriksai Alam Kebenaran karya HOS Tjokroaminoto yang terdiri dari pandangan Pak Tjokro dan penelusuran
IPMAFAIPMAFA Faktor-faktor seperti bahasa, nilai-nilai budaya dan norma-norma sosial sangat mempengaruhi bagaimana pesan-pesan keagamaan disampaikan dan diterima. KomunikasiFaktor-faktor seperti bahasa, nilai-nilai budaya dan norma-norma sosial sangat mempengaruhi bagaimana pesan-pesan keagamaan disampaikan dan diterima. Komunikasi
UNINDRAUNINDRA Nilai Amanah tercermin dari kesadaran siswa akan tanggung jawab menjaga lingkungan sebagai amanah dari Allah. Ihsan muncul dalam perilaku baik terhadapNilai Amanah tercermin dari kesadaran siswa akan tanggung jawab menjaga lingkungan sebagai amanah dari Allah. Ihsan muncul dalam perilaku baik terhadap
STAIN MADINASTAIN MADINA Di balik peluang tersebut, terdapat tantangan yang kompleks dan harus segera direspons secara sistematis. Kesenjangan literasi digital di kalangan pendidikDi balik peluang tersebut, terdapat tantangan yang kompleks dan harus segera direspons secara sistematis. Kesenjangan literasi digital di kalangan pendidik
DARUNNAJAHDARUNNAJAH Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kegiatan pengajian rutin terhadap peningkatan pengetahuan agama pada jamaah Masjid Jami Belan. PenelitianPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kegiatan pengajian rutin terhadap peningkatan pengetahuan agama pada jamaah Masjid Jami Belan. Penelitian
Useful /
UIADUIAD 89,4% siswa memenuhi kriteria sangat baik pada uji praktik. Rata‑rata skor siswa meningkat dari 55,47 pada pra‑tes menjadi 78,91 pada pasca‑tes,89,4% siswa memenuhi kriteria sangat baik pada uji praktik. Rata‑rata skor siswa meningkat dari 55,47 pada pra‑tes menjadi 78,91 pada pasca‑tes,
UIADUIAD Kegiatan ini direncanakan dengan cermat, dimulai oleh kepala sekolah dan dilaksanakan oleh instruktur dan pelatih tari yang kompeten.melalui latihan rutinKegiatan ini direncanakan dengan cermat, dimulai oleh kepala sekolah dan dilaksanakan oleh instruktur dan pelatih tari yang kompeten.melalui latihan rutin
STFTKIJNESTFTKIJNE Ketiga, Alkitab menjadi dasar dalam pengambilan keputusan etis dalam setiap aspek kehidupan. Umat Kristen harus merujuk pada Alkitab untuk membedakan antaraKetiga, Alkitab menjadi dasar dalam pengambilan keputusan etis dalam setiap aspek kehidupan. Umat Kristen harus merujuk pada Alkitab untuk membedakan antara
STFTKIJNESTFTKIJNE Temuan menunjukkan bahwa milieu-ekologis menjadi determinasi dalam pemulihan orang sakit kronis karena mereka hidup dalam ketentuan budaya yang menghilangkanTemuan menunjukkan bahwa milieu-ekologis menjadi determinasi dalam pemulihan orang sakit kronis karena mereka hidup dalam ketentuan budaya yang menghilangkan