UMBUMB

EL-TA’DIB: Journal of Islamic EducationEL-TA’DIB: Journal of Islamic Education

Konsep Darul Ahdi wa Syahadah merupakan rumusan ideologis Muhammadiyah yang menegaskan posisi Indonesia sebagai negara konsensus kebangsaan (darul ahdi) sekaligus ruang pengamalan nilai keislaman melalui kesaksian aktif warganya (darus syahadah). Formulasi ini lahir dari pergumulan panjang Muhammadiyah dalam mempertemukan antara ajaran Islam dan realitas kebangsaan modern. Sebagai gerakan Islam berkemajuan, Muhammadiyah menempatkan Pancasila sebagai perjanjian luhur bangsa yang selaras dengan nilai tauhid dan keadilan, seraya mendorong warga negara untuk mengambil peran profetik dalam pembangunan, pemajuan ilmu pengetahuan, dan keadaban sosial. Artikel ini membahas landasan teologis, implementasi praksis, serta tantangan kontemporer dalam mewujudkan Darul Ahdi wa Syahadah sebagai paradigma kebangsaan Islam moderat di Indonesia.

Konsep Darul Ahdi wa Syahadah merupakan kontribusi penting Muhammadiyah dalam merumuskan hubungan ideal antara Islam dan negara bangsa.Melalui fondasi teologis yang bersumber dari maqāṣid al-syarīah, prinsip keadilan, amanah, serta kesaksian peradaban, Muhammadiyah menegaskan bahwa Indonesia adalah darul ahdi, negara perjanjian luhur yang harus dijaga keberlangsungan dan integritasnya oleh seluruh warga bangsa.Konsep ini tidak hanya penting sebagai diskursus keislaman, tetapi juga sebagai paradigma kebangsaan yang mampu memperkuat persatuan, meneguhkan moderasi, dan memajukan peradaban Indonesia.

Berdasarkan analisis terhadap latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi mendalam mengenai efektivitas implementasi konsep Darul Ahdi wa Syahadah dalam kurikulum pendidikan Muhammadiyah di berbagai jenjang, untuk mengukur sejauh mana konsep ini mampu membentuk karakter kebangsaan dan keagamaan yang moderat pada generasi muda. Kedua, penelitian lebih lanjut dapat difokuskan pada peran aktif Muhammadiyah dalam merespons tantangan disinformasi dan polarisasi sosial di ruang digital, dengan mengidentifikasi strategi komunikasi yang efektif untuk memperkuat narasi moderasi dan toleransi. Ketiga, studi komparatif antara model kebangsaan yang ditawarkan Muhammadiyah dengan gerakan keagamaan serupa di negara lain dapat memberikan perspektif baru tentang bagaimana Islam dapat berkontribusi pada pembangunan masyarakat yang inklusif dan demokratis. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memperkaya khazanah ilmu pengetahuan dan memberikan kontribusi praktis bagi upaya penguatan persatuan dan kesatuan bangsa, serta mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih maju, adil, dan sejahtera. Dengan demikian, konsep Darul Ahdi wa Syahadah dapat terus diaktualisasikan sebagai landasan moral dan spiritual bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Read online
File size202.21 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test