IAIANNAWAWIIAIANNAWAWI

Proceeding of ICoPISProceeding of ICoPIS

Peristiwa kontroversial di mana perempuan menjadi imam shalat, yang dipelopori oleh Amina Wadud, telah mengguncangkan dan menimbulkan kehebohan di kalangan umat Islam di seluruh dunia. Fenomena ini muncul sebagai upaya untuk mencapai kesetaraan gender dalam konteks ibadah, termasuk shalat. Kritik terhadap bias gender dalam teks Al-Quran dan Hadits juga terlibat dalam konsep ubudiyah (ibadah), khususnya dalam konteks shalat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi pemikiran Amina Wadud dalam menyamakan posisi laki-laki dalam hal shalat, terutama terkait kemampuan perempuan menjadi imam shalat. Metode penelitian yang digunakan dalam studi ini adalah pendekatan kualitatif melalui metode Systematic Review. Data diperoleh dari jurnal terkemuka, buku yang relevan, kitab turos, kitab tafsir, dan sumber online yang terpercaya. Data primer diperkuat dengan literatur buku dan kitab, sedangkan data sekunder diperoleh melalui penjaringan jurnal terpercaya. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis konten isi dan triangulasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa Amina Wadud menawarkan metode tafsir tauhid yang menyatakan bahwa menjadi imam shalat sah bagi perempuan, karena tidak ada satu ayat pun yang melarang perempuan menjadi imam. Implikasi dari penelitian ini terletak pada fokus implementasi dan interpretasi kesetaraan gender dalam studi Islam, ushuluddin, dan tafsir hadis. Pemikiran Amina Wadud sebagai pakar perempuan Muslim kontemporer membawa konsepsi kesetaraan gender dengan argumen yang kuat, bahwa perempuan dapat dan berhak menjadi imam shalat, tentunya didukung oleh landasan keilmuan Islam yang kuat.

Tindakan Amina Wadud memimpin shalat Jumat menegaskan konstruksi pemikiran kesetaraan gender dalam Islam.Ia menegaskan bahwa perempuan memiliki posisi yang sama dengan laki‑laki dalam ibadah, khususnya sebagai imam shalat, melalui metode tafsir tauhid yang terinspirasi hermeneutika Fazlur Rahman.Metode tersebut berargumen bahwa tidak ada ayat Al‑Quran yang melarang perempuan menjadi imam, sehingga hak tersebut sah secara hukum Islam.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi persepsi umat Muslim Indonesia terhadap kepemimpinan perempuan sebagai imam shalat melalui survei kuantitatif yang mencakup variasi demografis, geografis, dan mazhab, sehingga dapat mengidentifikasi faktor‑faktor yang mempengaruhi penerimaan atau penolakan. Selanjutnya, studi komparatif dapat dilakukan untuk menguji penerapan metodologi tafsir tauhid Amina Wadud pada ayat‑ayat lain yang berkaitan dengan gender, misalnya terkait hak waris atau kepemimpinan politik, guna menilai konsistensi dan batasan hermeneutika tersebut dalam menghasilkan interpretasi yang egaliter. Terakhir, penelitian lapangan yang mengamati praktik nyata shalat yang dipimpin perempuan di komunitas‑komunitas Muslim, baik di Indonesia maupun diaspora, dapat menelaah dampak sosial, hukum, dan edukatif dari penerapan model tersebut, serta mengidentifikasi tantangan implementasi serta potensi reformasi fiqh kontemporer. Ketiga arah studi ini diharapkan dapat memperkaya wacana teoretis sekaligus memberikan data empiris yang mendukung atau mengkritisi proposisi kesetaraan gender dalam ibadah Islam.

  1. Kesetaraan Gender dalam Pandangan Amina Wadud dan Riffat Hassan | Teosofi: Jurnal Tasawuf dan Pemikiran... jurnalfuf.uinsa.ac.id/index.php/teosofi/article/view/87Kesetaraan Gender dalam Pandangan Amina Wadud dan Riffat Hassan Teosofi Jurnal Tasawuf dan Pemikiran jurnalfuf uinsa ac index php teosofi article view 87
  2. From Selfism to Indifferentism: Challenges Facing Indonesian Society and Culture, 2015–2045 | Academic... richtmann.org/journal/index.php/ajis/article/view/10566From Selfism to Indifferentism Challenges Facing Indonesian Society and Culture 2015Ae2045 Academic richtmann journal index php ajis article view 10566
  3. The Idea of Progress: Meaning and Implications of Islam Berkemajuan in Muhammadiyah | Arifin | Al-Jami'ah:... doi.org/10.14421/ajis.2022.602.547-584The Idea of Progress Meaning and Implications of Islam Berkemajuan in Muhammadiyah Arifin Al Jamiah doi 10 14421 ajis 2022 602 547 584
  4. Patriarchal Language Evaluation of Muslim Women’s Body, Sexuality, and Domestication Discourse... changing-sp.com/ojs/index.php/csp/article/view/313Patriarchal Language Evaluation of Muslim WomenAos Body Sexuality and Domestication Discourse changing sp ojs index php csp article view 313
  1. #kesetaraan gender#kesetaraan gender
  2. #peran perempuan#peran perempuan
Read online
File size437.72 KB
Pages14
Short Linkhttps://juris.id/p-2R5
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test