UPHUPH

Feedforward: Journal of Human ResourceFeedforward: Journal of Human Resource

Penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara sistematis hubungan antara WFH dan WFC guna menjawab pertanyaan apakah WFH benar-benar memberikan fleksibilitas yang menguntungkan atau justru meningkatkan konflik peran keluarga. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) terhadap 15 artikel empiris yang dipublikasikan pada periode 2023–2025, yang dikumpulkan melalui pencarian literatur pada Oktober–November 2025 menggunakan basis data Google Scholar. Hasil SLR menunjukkan bahwa WFH cenderung meningkatkan WFC, dengan faktor penentu seperti tekanan digital, tuntutan kerja, peran keluarga, dan perbedaan gender. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun WFH menawarkan fleksibilitas, implementasinya tanpa pengelolaan batas kerja yang jelas justru berpotensi memperbesar konflik peran. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi organisasi dan pekerja mengenai strategi dan kebijakan yang dibutuhkan untuk meminimalkan WFC pada pelaksanaan WFH.

Hasil tinjauan secara keseluruhan menunjukkan bahwa WFH memiliki potensi besar untuk meningkatkan fleksibilitas dan kesejahteraan pekerja, tetapi efek positif tersebut sangat bergantung pada konteks keluarga, budaya, dan dukungan organisasi.Work–Family Conflict (WFC) merupakan mekanisme kunci yang menjelaskan bagaimana WFH dapat berujung pada stres, burnout, dan penurunan kinerja, terutama ketika batas waktu kerja menjadi kabur atau beban rumah tangga tinggi.Konteks negara dan norma gender berperan besar dalam menentukan intensitas dan keparahan WFC.Oleh karena itu, kebijakan organisasi maupun kebijakan publik harus mempertimbangkan konteks budaya dan kondisi domestik agar dapat memaksimalkan manfaat WFH sekaligus meminimalkan risiko WFC.

Berdasarkan temuan penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian longitudinal diperlukan untuk memahami secara lebih mendalam bagaimana dinamika WFH memengaruhi WFC dan kesejahteraan pekerja dari waktu ke waktu. Kedua, penelitian intervensi berbasis organisasi perlu dilakukan untuk menguji efektivitas kebijakan batas digital, subsidi peralatan kerja, serta dukungan pengasuhan terhadap penurunan WFC. Ketiga, perlu dilakukan penelitian yang memperluas sampel ke pekerja informal, buruh sektor produksi, serta kelompok rentan lain yang jarang masuk dalam studi WFH, sehingga memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai dampak WFH pada berbagai lapisan masyarakat. Dengan demikian, pemahaman yang lebih baik mengenai WFH dan WFC dapat diperoleh, sehingga kebijakan dan praktik kerja dapat dioptimalkan untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih fleksibel, produktif, dan berkelanjutan.

  1. Impact of work from home on work-life balance: Mediating effects of work-family conflict and work motivation... hsd.ardascience.com/index.php/journal/article/view/129Impact of work from home on work life balance Mediating effects of work family conflict and work motivation hsd ardascience index php journal article view 129
  2. 0. ei kdw yr fdf dffdfdfdn i8uv pw xhpk xa qe rglz ko v4 szt 3g mu te 3a uim ra rb 5h ll 5b pm i4 1ko7h... doi.org/10.69569/jip.2024.04950 ei kdw yr fdf dffdfdfdn i8uv pw xhpk xa qe rglz ko v4 szt 3g mu te 3a uim ra rb 5h ll 5b pm i4 1ko7h doi 10 69569 jip 2024 0495
  3. Effect of Work-Family Conflict on Job Performance: Moderating Effect of Social Support among Teleworkers... doi.org/10.4038/wjm.v15i1.7623Effect of Work Family Conflict on Job Performance Moderating Effect of Social Support among Teleworkers doi 10 4038 wjm v15i1 7623
Read online
File size340.58 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test