KOMPETIFKOMPETIF

Jurnal Daya SaingJurnal Daya Saing

This study examines the effect of technostress on work–family conflict (WFC) among 154 civil servants in financial units of OPD Indragiri Hilir Regency, with digital literacy as a mediating variable, grounded in Hobfolls Conservation of Resources theory (1989). Technostress, arising from systems such as SIPD and e-budgeting, is identified as a key stressor in public sector digital transformation. Using a quantitative approach with purposive sampling, data were analyzed through PLS-SEM via SmartPLS 4. Results show technostress positively affects WFC (β=0.399), negatively affects digital literacy (β=-0.600), while digital literacy negatively influences WFC (β=-0.449), indicating complementary partial mediation (indirect effect=0.269). The findings underline technostress risks to psychological wellbeing and family balance, while digital literacy functions as a protective factor. Strengthening digital literacy training and digital wellbeing policies is recommended.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa technostress memiliki pengaruh signifikan terhadap konflik antara pekerjaan dan keluarga.Literasi digital berperan sebagai mediator yang efektif dalam meredam dampak negatif technostress terhadap keseimbangan kehidupan kerja.Temuan ini memperkuat teori Conservation of Resources, yang menekankan pentingnya literasi digital sebagai sumber daya pribadi yang krusial.

Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang memoderasi atau memediasi hubungan antara technostress, literasi digital, dan konflik keluarga-kerja, seperti dukungan organisasi atau fleksibilitas kebijakan kerja. Kedua, studi komparatif dapat dilakukan dengan melibatkan berbagai sektor dan budaya kerja untuk memperluas pemahaman mengenai penerapan literasi digital dalam mengelola technostress. Ketiga, penelitian kualitatif dapat digunakan untuk menggali lebih dalam pengalaman dan persepsi ASN terkait technostress dan strategi coping yang mereka gunakan, sehingga dapat memberikan rekomendasi yang lebih kontekstual dan relevan bagi pengembangan program pelatihan dan intervensi yang efektif. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan digital dan keseimbangan kehidupan kerja bagi ASN di era transformasi digital.

Read online
File size231.57 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test