UNISANUNISAN

PROVIDER JURNAL ILMU PEMERINTAHANPROVIDER JURNAL ILMU PEMERINTAHAN

Pengelolaan arsip pada Unit Olahraga Pendidikan Kementerian Pemuda dan Olahraga menghadapi berbagai tantangan, seperti sistem manual yang kurang efisien, gangguan akibat serangan siber pada pusat data nasional, pemeliharaan mendadak, dan kewajiban penggantian kata sandi mingguan yang menghambat kinerja pegawai. Aplikasi SRIKANDI (Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi) merupakan sistem kearsipan digital yang dirancang pemerintah untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan arsip secara elektronik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk menganalisis efisiensi penggunaan aplikasi SRIKANDI berdasarkan teori efisiensi yang dikemukakan oleh Sedarmayanti yaitu ketepatan waktu, produktivitas kerja, kualitas hasil kerja, penggunaan sumber daya, dan ketepatan biaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi SRIKANDI sudah cukup efisien dalam mendukung pengelolaan arsip, namun masih menghadapi sejumlah tantangan yang menghambat optimalisasi kinerjanya. Secara akademik, penelitian ini memperkaya literatur tentang implementasi sistem kearsipan digital pada sektor publik dan memberikan landasan teoretis bagi penelitian selanjutnya terkait transformasi digital pemerintahan. Secara praktis, temuan ini menjadi dasar bagi instansi pemerintah untuk meningkatkan manajemen arsip melalui perbaikan teknis, penguatan infrastruktur, dan kebijakan keamanan data. Implikasi kebijakan publik dari penelitian ini adalah perlunya regulasi yang lebih adaptif terhadap risiko keamanan siber serta penyediaan anggaran khusus untuk pemeliharaan sistem kearsipan digital secara berkelanjutan.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan aplikasi SRIKANDI pada Unit Olahraga Pendidikan Kemenpora telah memberikan dampak positif pada seluruh dimensi efisiensi menurut Sedarmayanti, meskipun belum sepenuhnya optimal.Aplikasi ini mempercepat proses administrasi, mengurangi penggunaan sumber daya fisik, meningkatkan produktivitas kerja, dan memperbaiki kualitas hasil kerja.Namun, gangguan sistem, kewajiban penggantian kata sandi, dan digitalisasi yang belum menyeluruh masih menjadi kendala.Untuk meningkatkan efisiensi, diperlukan penguatan infrastruktur teknis, penyesuaian kebijakan keamanan data, optimalisasi digitalisasi, dan pelatihan berkelanjutan bagi pegawai.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, perlu dilakukan studi komparatif mengenai efisiensi penerapan SRIKANDI di berbagai instansi pemerintah dengan karakteristik yang berbeda untuk mengidentifikasi praktik terbaik dan tantangan spesifik yang dihadapi masing-masing instansi. Kedua, penelitian lebih lanjut dapat difokuskan pada aspek keamanan siber aplikasi SRIKANDI, termasuk analisis risiko, pengembangan strategi mitigasi, dan pengujian kerentanan sistem untuk memastikan perlindungan data arsip yang optimal. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi lebih dalam mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi adopsi dan penggunaan SRIKANDI oleh pegawai, seperti tingkat literasi digital, persepsi terhadap manfaat aplikasi, dan dukungan dari pimpinan, guna merancang program pelatihan dan pendampingan yang lebih efektif. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan efektivitas implementasi sistem kearsipan digital di sektor publik dan mendukung transformasi digital pemerintahan secara berkelanjutan.

Read online
File size463.81 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test