METROMETRO

Akademika : Jurnal Pemikiran IslamAkademika : Jurnal Pemikiran Islam

Penelitian ini menyelidiki bagaimana sekolah Islam di daerah perkotaan Kutai Timur, sebuah kabupaten di Kalimantan Timur, Indonesia, menavigasi adaptasi pedagogis, mempertahankan autentisitas agama, dan mengatasi dampak keragaman siswa. Sementara Kutai Timur secara geografis adalah sebuah kabupaten, pusat perkotaannya, terutama di kota-kota seperti Sangatta, telah mengalami perkembangan pesat, yang menyebabkan populasi siswa yang semakin beragam dan perpaduan antara pendekatan pendidikan tradisional dan modern. Menggunakan pendekatan campuran, penelitian ini mengumpulkan data survei dari 309 siswa dan melakukan wawancara dengan 36 guru, orang tua, dan siswa di empat sekolah Islam di wilayah tersebut. Temuan mengungkapkan bahwa model pembelajaran campuran meningkatkan keterlibatan tetapi memerlukan adaptasi kontekstual untuk mempertahankan kedalaman agama. Sekolah yang didanai secara pribadi menunjukkan kemampuan adaptasi yang lebih besar, sementara madrasah yang didanai pemerintah menghadapi keterbatasan sumber daya. Selain itu, keragaman budaya memperkaya diskusi kelas tetapi menyulitkan pembelajaran yang terstandarisasi. Penelitian ini menekankan kebutuhan strategi pedagogis hibrida yang mengintegrasikan alat digital tanpa mengorbankan integritas teologis. Para pembuat kebijakan harus mengatasi disparitas pendanaan dan mendukung pelatihan guru untuk memastikan IRE inklusif dan berkualitas tinggi. Penelitian ini berkontribusi pada diskursus pendidikan agama dengan mengusulkan model adaptasi digital yang dikontekstualisasi, menawarkan rekomendasi praktis untuk mempertahankan identitas pendidikan Islam di pengaturan perkotaan.

Penelitian ini memberikan wawasan penting tentang adaptasi Pendidikan Agama Islam (PAI) di komunitas Muslim perkotaan, dengan fokus pada integrasi alat digital, pemeliharaan autentisitas agama, dan pengaruh keragaman siswa.Temuan menunjukkan bahwa model pembelajaran campuran, yang menggabungkan alat digital dengan instruksi tatap muka, telah meningkatkan keterlibatan siswa.Namun, penelitian ini juga mengungkapkan kekhawatiran tentang keseimbangan antara modernisasi dan mempertahankan kedalaman agama.Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menekankan peran teknologi dalam meningkatkan aksesibilitas dalam pendidikan agama sambil juga menimbulkan kekhawatiran tentang dampaknya terhadap transmisi pengetahuan spiritual.Penelitian ini menekankan kebutuhan akan adaptasi digital yang dikontekstualisasi, memastikan bahwa teknologi mendukung, bukan menggantikan, pedagogi Islam tradisional.Temuan ini juga menunjukkan bahwa sekolah yang didanai secara pribadi lebih mampu mengintegrasikan metode pembelajaran modern tanpa mengorbankan autentisitas agama, sementara madrasah yang didanai pemerintah menghadapi tantangan sumber daya.Selain itu, keragaman budaya siswa memperkaya diskusi kelas tetapi juga menimbulkan tantangan dalam menciptakan pendekatan pembelajaran yang terstandarisasi.Penelitian ini menyoroti pentingnya strategi pedagogis hibrida yang mengintegrasikan alat digital tanpa mengorbankan integritas teologis.Para pembuat kebijakan harus mengatasi disparitas pendanaan dan mendukung pelatihan guru untuk memastikan IRE inklusif dan berkualitas tinggi.Penelitian ini berkontribusi pada diskursus pendidikan agama dengan mengusulkan model adaptasi digital yang dikontekstualisasi, menawarkan rekomendasi praktis untuk mempertahankan identitas pendidikan Islam di pengaturan perkotaan.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk fokus pada pengembangan kerangka kerja kebijakan yang komprehensif untuk mendukung pendidikan agama Islam di pengaturan perkotaan. Kerangka kerja ini harus mencakup strategi untuk mengatasi disparitas pendanaan antara sekolah yang didanai secara pribadi dan madrasah yang didanai pemerintah, serta memastikan bahwa semua siswa memiliki akses yang adil terhadap pendidikan agama yang berkualitas tinggi. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi peran orang tua dalam pendidikan agama dan cara-cara untuk melibatkan mereka dalam pengembangan kurikulum, sehingga memperkuat keselarasan antara pendidikan agama di rumah dan di sekolah. Akhirnya, penelitian dapat menyelidiki efek jangka panjang dari integrasi alat digital dalam PAI, mengeksplorasi dampaknya terhadap pengembangan identitas agama dan kemampuan siswa untuk menavigasi dunia agama dan sekuler.

  1. Educating Muslim children | 8 | Developing a culturally responsive ped. educating muslim children developing... taylorfrancis.com/books/9781003332237/chapters/10.4324/9781003332237-8Educating Muslim children 8 Developing a culturally responsive ped educating muslim children developing taylorfrancis books 9781003332237 chapters 10 4324 9781003332237 8
  2. Discourse on Universal Religious Values: A Contemporary Paradigm from an Islamic Transitive Perspective... doi.org/10.22452/JAT.vol17no2.8Discourse on Universal Religious Values A Contemporary Paradigm from an Islamic Transitive Perspective doi 10 22452 JAT vol17no2 8
  3. Islamic Religious Education in Contemporary Austrian Society: Muslim Teachers Dealing with Controversial... doi.org/10.3390/rel11080392Islamic Religious Education in Contemporary Austrian Society Muslim Teachers Dealing with Controversial doi 10 3390 rel11080392
  4. Transformation of Islamic Religious Education in the Context of Multiculturalism at SMA Negeri 9 Yogyakarta... ejournal.uin-suka.ac.id/tarbiyah/jpai/article/view/v21i1.7142Transformation of Islamic Religious Education in the Context of Multiculturalism at SMA Negeri 9 Yogyakarta ejournal uin suka ac tarbiyah jpai article view v21i1 7142
  5. The Impact of Blended Learning an Educational Innovation as on Student Character Building in Islamic... doi.org/10.48161/qaj.v4n3a739The Impact of Blended Learning an Educational Innovation as on Student Character Building in Islamic doi 10 48161 qaj v4n3a739
Read online
File size917.82 KB
Pages26
DMCAReport

Related /

ads-block-test