KAMPUNGJURNALKAMPUNGJURNAL
Jurnal Pengabdian NusantaraJurnal Pengabdian NusantaraArtikel ini mengeksplorasi nilai-nilai bimbingan konseling dalam rumah tangga yang tercermin dalam kisah Umar bin Khattab dalam Kitab Uqudulijain. Umar bin Khattab, salah satu khalifah yang luar biasa, dikenal karena kepemimpinannya yang tegas, reformasi hukum dan administrasi yang progresif, serta dedikasinya dalam memperluas wilayah Islam sambil menjunjung tinggi prinsip keadilan dan kesejahteraan rakyat. Dalam konteks rumah tangga, Umar memberikan contoh melalui penerapan nilai-nilai seperti keadilan, tanggung jawab, dan komunikasi yang jujur. Nilai-nilai ini sejalan dengan prinsip-prinsip bimbingan konseling yang memprioritaskan keseimbangan emosional, pengambilan keputusan yang bijaksana, dan pemeliharaan hubungan yang harmonis. Sebagai seorang pemimpin, Umar selalu mendengarkan aspirasi rakyatnya secara adil, sebuah sikap yang dapat diterapkan dalam keluarga untuk menciptakan hubungan yang saling menghormati. Contoh Umar bin Khattab menunjukkan pentingnya membangun fondasi rumah tangga yang kuat berdasarkan nilai-nilai Islam. Dengan mengintegrasikan prinsip-prinsip ini, keluarga dapat mencapai harmoni dan kebahagiaan, sambil menanamkan nilai-nilai moral yang kuat kepada generasi berikutnya.
Kehidupan Umar bin Khattab, sebagai salah satu Al-Khulafâ Al-Râshidîn, mencerminkan implementasi ajaran Islam yang mendalam.Sebagai khalifah kedua, Umar menjunjung tinggi nilai-nilai kepemimpinan yang berorientasi pada pelayanan kepada masyarakat, keberanian, keadilan, dan ketakwaan kepada Allah SWT.Sikap zuhudnya, disertai keyakinan bahwa apa yang ada pada Allah lebih abadi dan baik, menjadikannya sosok yang tidak hanya dihormati sebagai pemimpin, tetapi juga sebagai teladan bagi umat Muslim dalam membangun kehidupan pribadi dan sosial yang bermartabat.Umar menunjukkan bahwa keadilan, tanggung jawab, dan teladan merupakan pilar utama kehidupan keluarga dan sosial.Dengan demikian, penerapan nilai-nilai bimbingan konseling dalam rumah tangga, sebagaimana tercermin dalam kisah Umar bin Khattab, menjadi kunci untuk menciptakan keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah.
Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi efektivitas penerapan nilai-nilai Islam dalam bimbingan konseling perkawinan di berbagai konteks budaya dan sosial. Hal ini penting untuk memahami bagaimana nilai-nilai tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan tantangan spesifik yang dihadapi oleh pasangan dalam masyarakat yang beragam. Kedua, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk mengukur dampak penerapan nilai-nilai Uqudulijain terhadap kualitas hubungan perkawinan, seperti tingkat kepuasan, komunikasi, dan resolusi konflik. Pengukuran ini dapat memberikan bukti empiris yang lebih kuat tentang manfaat penerapan nilai-nilai tersebut. Ketiga, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk menggali lebih dalam pengalaman dan perspektif pasangan yang telah menerapkan nilai-nilai Uqudulijain dalam kehidupan perkawinan mereka. Studi ini dapat memberikan wawasan yang berharga tentang bagaimana nilai-nilai tersebut dapat diinternalisasi dan dipraktikkan secara efektif dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, penelitian selanjutnya dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pengembangan model bimbingan konseling perkawinan yang lebih komprehensif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
- OJS @ UNPATTI. ojs unpatti open journal systems universitas pattimura home list journals barekeng jurnal... ojs.unpatti.ac.id/index.php/bkt/article/view/1601OJS UNPATTI ojs unpatti open journal systems universitas pattimura home list journals barekeng jurnal ojs unpatti ac index php bkt article view 1601
- KAFÂAH DALAM PERNIKAHAN MENURUT HUKUM ISLAM | Taufiq | Jurnal Ilmiah Galuh Justisi. kaf pernikahan... doi.org/10.25157/jigj.v5i2.795KAFyCAH DALAM PERNIKAHAN MENURUT HUKUM ISLAM Taufiq Jurnal Ilmiah Galuh Justisi kaf pernikahan doi 10 25157 jigj v5i2 795
| File size | 174.92 KB |
| Pages | 5 |
| DMCA | Report |
Related /
IPMAFAIPMAFA Dakwah dilakukan melalui pendekatan individu dan komunitas yang menekankan pada ajaran agama dan menghormati tradisi lokal. Identitas Islam yang terciptaDakwah dilakukan melalui pendekatan individu dan komunitas yang menekankan pada ajaran agama dan menghormati tradisi lokal. Identitas Islam yang tercipta
UNWIDHAUNWIDHA Tujuan penelitian adalah menganalisis selanjutnya menjelaskan tentang ajaran moral apa yang terungkap dalam teks lakon “Babad Sunan Giri. Sejauh manaTujuan penelitian adalah menganalisis selanjutnya menjelaskan tentang ajaran moral apa yang terungkap dalam teks lakon “Babad Sunan Giri. Sejauh mana
STAI TBHSTAI TBH Penelitian ini mengembangkan model pendidikan karakter religius mahasiswa Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Darul Ulum Lamongan. Menggunakan pendekatanPenelitian ini mengembangkan model pendidikan karakter religius mahasiswa Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Darul Ulum Lamongan. Menggunakan pendekatan
STIQ AMUNTAISTIQ AMUNTAI Dalam konteks ini, hadis Nabi Muhammad SAW tidak hanya berfungsi sebagai penguat Al-Quran, tetapi juga sebagai panduan praktis dalam merancang materi pendidikanDalam konteks ini, hadis Nabi Muhammad SAW tidak hanya berfungsi sebagai penguat Al-Quran, tetapi juga sebagai panduan praktis dalam merancang materi pendidikan
UIRUIR Metode deskriptif analitis digunakan untuk menganalisis konsep-konsep Ibnu Sina terkait pendidikan anak. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa Ibnu SinaMetode deskriptif analitis digunakan untuk menganalisis konsep-konsep Ibnu Sina terkait pendidikan anak. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa Ibnu Sina
STAI TBHSTAI TBH Apabila hal di atas terwujud maka terwujudlah sesungguhnya teori belajar sosial itu. Semoga dari contoh hadits-hadits Rasul akan teori belajar sosial bisaApabila hal di atas terwujud maka terwujudlah sesungguhnya teori belajar sosial itu. Semoga dari contoh hadits-hadits Rasul akan teori belajar sosial bisa
UINSUNAUINSUNA Peran budaya dalam meningkatkan mutu pendidikan yaitu pendidikan agama Islam diarahkan untuk menguatkan the bound civility (ikatan keberadaban), untukPeran budaya dalam meningkatkan mutu pendidikan yaitu pendidikan agama Islam diarahkan untuk menguatkan the bound civility (ikatan keberadaban), untuk
LEMBAGAKITALEMBAGAKITA Guru diidentifikasi sebagai agen penting dalam proses ini, mengajar siswa konsep akidah, ibadah, dan akhlak, serta memberikan bimbingan mengenai kewajiban-kewajibanGuru diidentifikasi sebagai agen penting dalam proses ini, mengajar siswa konsep akidah, ibadah, dan akhlak, serta memberikan bimbingan mengenai kewajiban-kewajiban
Useful /
IPMAFAIPMAFA Dengan integrasi nilai keagamaan dan sosial yang seimbang, keberhasilan Salimah di Nguntoronadi dapat dijadikan model pengembangan komunitas Muslimah diDengan integrasi nilai keagamaan dan sosial yang seimbang, keberhasilan Salimah di Nguntoronadi dapat dijadikan model pengembangan komunitas Muslimah di
IPMAFAIPMAFA Pendekatan ini tidak hanya menjadikan dakwah lebih menarik, tetapi juga relevan bagi masyarakat yang sudah terbiasa dengan tradisi tersebut. Oleh karenaPendekatan ini tidak hanya menjadikan dakwah lebih menarik, tetapi juga relevan bagi masyarakat yang sudah terbiasa dengan tradisi tersebut. Oleh karena
IPMAFAIPMAFA Dari perspektif ini, terlihat bahwa tayangan tersebut mengabaikan kompleksitas dan nuansa dalam ajaran agama, terutama yang berkaitan dengan keikhlasan,Dari perspektif ini, terlihat bahwa tayangan tersebut mengabaikan kompleksitas dan nuansa dalam ajaran agama, terutama yang berkaitan dengan keikhlasan,
IPMAFAIPMAFA Platform ini memiliki potensi besar dalam menyebarkan pesan-pesan keislaman secara luas, cepat, dan efektif, khususnya kepada generasi muda.meskipun demikian,Platform ini memiliki potensi besar dalam menyebarkan pesan-pesan keislaman secara luas, cepat, dan efektif, khususnya kepada generasi muda.meskipun demikian,