USUUSU

KomunikaKomunika

Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas Program Roots dalam mencegah perundungan melalui sudut pandang Teori two step flow, dengan menekankan peran opinion leader siswa dalam memengaruhi perilaku teman sebaya dan membina lingkungan sekolah yang lebih aman. Pendekatan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif analitis digunakan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan tiga informan utama: kepala sekolah, seorang fasilitator guru, dan agen anti-perundungan siswa. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Program Roots telah berkontribusi pada pengurangan yang nyata dalam insiden perundungan dengan memanfaatkan pengaruh teman sebaya. Opinion leader siswa memainkan peran penting dalam membentuk norma anti-perundungan melalui diskusi teman sebaya, advokasi, dan pemodelan sosial. Penelitian ini menyoroti bahwa siswa lebih reseptif terhadap pesan anti-perundungan yang disampaikan oleh teman sebaya daripada otoritas institusional, yang sejalan dengan Teori two step flow. Namun, tantangan seperti memastikan partisipasi siswa aktif dan mengatasi keengganan untuk melaporkan perundungan tetap menjadi kendala yang signifikan. Studi ini juga menemukan bahwa dukungan kelembagaan, termasuk fasilitasi guru dan kolaborasi dengan organisasi eksternal, meningkatkan efektivitas intervensi yang dipimpin oleh rekan sejawat.

Program Roots di SMA Negeri 19 Medan berhasil menurunkan insiden perundungan dengan melibatkan opinion leader siswa sebagai agen perubahan.Penerapan Teori Two‑Step Flow menunjukkan bahwa pesan anti‑perundungan lebih diterima bila disampaikan oleh teman sebaya dibandingkan otoritas sekolah.Untuk meningkatkan efektivitas, diperlukan pelatihan dan dukungan berkelanjutan bagi opinion leader serta strategi partisipasi yang lebih inklusif.

Penelitian selanjutnya dapat meneliti dampak jangka panjang program Roots terhadap perubahan perilaku siswa di tingkat lintas sekolah, menanyakan apakah keberhasilan di SMA Negeri 19 Medan dapat direplikasi di lingkungan sekolah beragam. Selain itu, dapat dieksplorasi peran media sosial sebagai platform tambahan bagi opinion leader dalam menyebarkan pesan anti‑perundungan, serta menilai efek interaksi antara pesan online dan offline pada persepsi siswa. Yang ketiga, studi dapat mengkaji mekanisme pelatihan yang paling efektif bagi opinion leader dengan menguji variasi intensitas dan konten pelatihan, guna menentukan metode yang paling meningkatkan kredibilitas dan keterlibatan mereka di kalangan teman sebaya.

  1. 0. pdf obj metadata endobj extgstate xobject procset text imageb imagec imagei annots mediabox contents... doi.org/10.46222/pharosjot.10510 pdf obj metadata endobj extgstate xobject procset text imageb imagec imagei annots mediabox contents doi 10 46222 pharosjot 1051
  2. Developing a Sexual Harassment Prevention Model Through the 'Courageous Campus' Campaign: A... doi.org/10.22521/edupij.2025.14.76Developing a Sexual Harassment Prevention Model Through the Courageous Campus Campaign A doi 10 22521 edupij 2025 14 76
  3. 0. pdf obj metadata endobj extgstate xobject procset text imageb imagec imagei annots mediabox contents... pharosjot.com/uploads/7/1/6/3/7163688/article_15_vol_104_4__indonesia.pdf0 pdf obj metadata endobj extgstate xobject procset text imageb imagec imagei annots mediabox contents pharosjot uploads 7 1 6 3 7163688 article 15 vol 104 4 indonesia pdf
  4. Sage Research Methods - Phenomenological research methods. sage research methods skip main content internet... doi.org/10.4135/9781412995658Sage Research Methods Phenomenological research methods sage research methods skip main content internet doi 10 4135 9781412995658
  5. Komunikasi Publik Pemerintah Kota Medan Dalam Pengalihan Kewenangan Kebijakan Terkait UU No. 23 Tahun... doi.org/10.32734/komunika.v19i01.11411Komunikasi Publik Pemerintah Kota Medan Dalam Pengalihan Kewenangan Kebijakan Terkait UU No 23 Tahun doi 10 32734 komunika v19i01 11411
Read online
File size267.05 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test