UNIKAMAUNIKAMA

Jurnal Riset Mahasiswa AkuntansiJurnal Riset Mahasiswa Akuntansi

Kinerja keuangan berfungsi sebagai parameter utama yang menggambarkan kemampuan perusahaan dalam memanfaatkan aset dan sumber daya guna meraih keuntungan yang berkelanjutan. Peningkatan kinerja keuangan menjadi hal yang penting karena menunjukkan efektivitas pengelolaan perusahaan secara seluruhnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif serta metode kausalitas. Tujuan penelitian ini untuk menilai seberapa jauh kepemilikan manajerial dan kepemilikan institusional berperan dalam memengaruhi kinerja keuangan, dengan komite audit sebagai variabel moderasi. Penelitian ini menggunakan 32 perusahaan sektor properti dan real estate yang tercatat di Bursa Efek Indonesia tahun 2021 hingga 2024 sebagai sampel, dengan pemilihan sampel dilakukan melalui teknik purposive sampling. Penelitian ini menggunakan regresi data panel sebagai alat analisis dengan data sekunder, didapatkan dari laporan tahunan perusahaan. Model Fixed Effect (FEM) digunakan dalam analisis statistik setelah ditetapkan melalui uji Chow dan uji Hausman, serta dinyatakan lolos uji asumsi klasik. Temuan penelitian mengungkapkan bahwasanya kepemilikan manajerial maupun kepemilikan institusional berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan. Komite audit memiliki pengaruh negatif terhadap kinerja keuangan artinya memperlemah hubungan antara kepemilikan manajerial dan kepemilikan institusional terhadap kinerja keuangan. Diharapkan penelitian ini bisa memberikan pengetahuan bagi investor serta manajemen perusahaan tentang peran struktur kepemilikan dan fungsi pengawasan dalam meningkatkan kinerja keuangan.

Penelitian ini menemukan bahwa kepemilikan manajerial dan kepemilikan institusional secara positif memengaruhi kinerja keuangan perusahaan properti dan real estate.Namun, komite audit terbukti memperlemah hubungan tersebut, mengindikasikan adanya potensi pembatasan ruang gerak manajemen atau tumpang tindih pengawasan yang mengurangi efektivitas.Keterbatasan penelitian menunjukkan perlunya penggunaan proksi komite audit yang lebih komprehensif dan penambahan variabel tata kelola lainnya dalam studi mendatang untuk hasil yang lebih akurat dan komprehensif.

Untuk memperkaya pemahaman mengenai tata kelola perusahaan dan kinerja keuangan, beberapa arah penelitian lanjutan dapat dieksplorasi. Pertama, mengingat temuan penelitian ini bahwa komite audit memperlemah hubungan struktur kepemilikan terhadap kinerja keuangan, studi di masa depan bisa menyelidiki lebih dalam efektivitas komite audit. Daripada hanya menghitung jumlah anggotanya, bagaimana jika penelitian berikutnya menganalisis kualitas, independensi, atau aktivitas spesifik komite audit, seperti frekuensi dan agenda rapat, serta keahlian anggota? Pendekatan ini mungkin dapat mengungkap mekanisme di balik peran moderasi komite audit yang ditemukan dalam penelitian ini, khususnya apakah over-monitoring atau kurangnya sinergi menjadi faktor penyebab. Kedua, dengan koefisien determinasi yang masih rendah, penelitian selanjutnya sangat dianjurkan untuk memperluas lingkup variabel tata kelola perusahaan yang diteliti. Misalnya, dapatkah kita memahami bagaimana dewan komisaris independen yang kuat, ukuran dewan komisaris yang optimal, atau tingkat kepemilikan asing memengaruhi kinerja keuangan, serta bagaimana variabel-variabel tersebut berinteraksi dengan kepemilikan manajerial dan institusional? Hal ini akan memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang faktor-faktor yang membentuk kinerja perusahaan. Terakhir, mengingat fokus penelitian ini pada sektor properti dan real estate dalam rentang waktu terbatas, studi mendatang dapat memperluas cakupan dengan menganalisis sektor industri lain yang berbeda, atau dengan memperpanjang periode waktu pengamatan. Penelitian lintas sektor atau dengan data time-series yang lebih panjang dapat mengungkapkan variasi dinamika tata kelola dan kinerja keuangan yang mungkin tidak terlihat dalam konteks saat ini, sehingga menghasilkan generalisasi temuan yang lebih kuat dan relevan untuk berbagai kondisi pasar.

  1. PENGARUH KOMITE AUDIT, DEWAN KOMISARIS INDEPENDEN, DEWAN DIREKSI, DAN KEPEMILIKAN MANAJERIAL TERHADAP... doi.org/10.25105/jet.v4i2.21012PENGARUH KOMITE AUDIT DEWAN KOMISARIS INDEPENDEN DEWAN DIREKSI DAN KEPEMILIKAN MANAJERIAL TERHADAP doi 10 25105 jet v4i2 21012
  2. How Ownership Structure and ESG Disclosure Influence Firm Value and Performance: Unveiling the Audit... analysisdata.co.id/index.php/AMI/article/view/98How Ownership Structure and ESG Disclosure Influence Firm Value and Performance Unveiling the Audit analysisdata index php AMI article view 98
Read online
File size498.2 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test