STEKOMSTEKOM

Kompak :Jurnal Ilmiah Komputerisasi AkuntansiKompak :Jurnal Ilmiah Komputerisasi Akuntansi

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tata kelola perusahaan yang baik serta kondisi laporan keuangan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sampel 33 perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 2020‑2022, dan menganalisis hubungan antara variabel independen dan dependen pada perusahaan sektor energi menggunakan teknik analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemilikan manajerial berpengaruh signifikan terhadap kondisi laporan keuangan, dimana kepemilikan manajerial yang tinggi dapat meningkatkan tekanan untuk mencapai target keuangan serta memberikan peluang terjadinya fraud; sedangkan fraud laporan keuangan tidak dipengaruhi oleh kepemilikan institusional dan monitoring tidak efektif. Temuan ini menegaskan bahwa efek kepemilikan institusional dan monitoring tidak efektif sulit diprediksi, sehingga diperlukan penelitian lanjutan untuk memahami kompleksitas komponen yang berkontribusi pada kondisi laporan keuangan.

Penelitian ini menemukan bahwa kepemilikan manajerial berpengaruh positif dan signifikan terhadap fraud laporan keuangan, sedangkan kepemilikan institusional dan monitoring tidak efektif tidak berpengaruh signifikan pada kemungkinan fraud pada perusahaan sektor energi periode 2020‑2022.Keterbatasan penelitian mencakup penggunaan model Beneish Z‑Score, sampel terbatas, serta kurangnya variabel prediktor lain.Disarankan untuk menggunakan proksi pengukuran yang lebih mutakhir seperti F‑Score, memperluas sampel ke berbagai sektor, dan menambahkan variabel seperti manajemen laba, profitabilitas, serta kualitas audit untuk memperkuat pemahaman faktor‑faktor yang memicu fraud laporan keuangan.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana penerapan proksi pengukuran fraud yang lebih mutakhir, seperti F‑Score, mempengaruhi hasil analisis dibandingkan model Beneish Z‑Score yang masih dipakai pada studi ini, sehingga dapat menilai keakuratan identifikasi fraud secara lebih tepat. Selain itu, studi dapat memperluas cakupan sampel tidak hanya pada perusahaan sektor energi tetapi juga mencakup perusahaan dari berbagai industri, seperti manufaktur, layanan, dan pertambangan, untuk mengevaluasi apakah pengaruh kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, dan monitoring tidak efektif tetap konsisten di konteks yang lebih luas. Penelitian juga dapat menambahkan variabel‑variabel baru seperti manajemen laba, profitabilitas, dan kualitas audit guna menguji sejauh mana faktor‑faktor tersebut memperkuat atau melemahkan hubungan antara struktur kepemilikan dan kemungkinan terjadinya fraud laporan keuangan. Dengan menggabungkan ketiga pendekatan tersebut, peneliti dapat melakukan analisis multivariat yang lebih komprehensif untuk mengidentifikasi interaksi antar variabel dan kontribusinya terhadap risiko fraud. Selanjutnya, penggunaan data panel yang mencakup beberapa tahun akan memungkinkan analisis dinamika temporal pengaruh faktor‑faktor tersebut seiring perubahan regulasi dan praktik tata kelola perusahaan. Hasil dari penelitian lanjutan diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam bagi regulator dan manajer perusahaan dalam merancang kebijakan pengawasan yang lebih efektif serta strategi pencegahan fraud yang berbasis bukti empiris. Penelitian ini juga dapat menguji peran teknologi informasi, seperti sistem pelaporan keuangan terintegrasi, dalam meningkatkan transparansi dan mengurangi peluang terjadinya manipulasi laporan. Akhirnya, temuan tersebut dapat dijadikan dasar untuk mengembangkan model prediktif yang membantu auditor dan pemangku kepentingan lainnya dalam mendeteksi potensi fraud secara proaktif.

Read online
File size660.21 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test