STIPASSTIPAS

Sepakat : Jurnal Pastoral KateketikSepakat : Jurnal Pastoral Kateketik

Krisis ekologis telah menarik perhatian besar di seluruh dunia. Gereja juga telah menyerukan tindakan nyata. Melalui ensiklik yang ditulis oleh Paus Fransiskus, disampaikan ajakan untuk melakukan transformasi positif sebagai tanggapan terhadap krisis ekologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran Gereja sebagai agen transformasi serta mengimplementasikan pemahaman atas Laudato si dalam tindakan konkret. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan deskriptif kualitatif, menelaah dokumen Gereja seperti Laudato si dan data sekunder lainnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Gereja merupakan agen transformasi ekologis yang memiliki peran penting dalam memajukan kesejahteraan ekologis. Dalam Laudato si, terdapat tiga aspek yang membentuk implikasi peran Gereja: pertobatan ekologis, liturgi, dan pendidikan iman, yang menumbuhkan kesadaran ekologis serta solidaritas terhadap para korban krisis ekologis. Gereja tidak hanya menjadi pembawa pesan, tetapi juga secara aktif berperan sebagai penggerak perubahan berkelanjutan.

Penelitian ini menunjukkan bahwa Gereja merupakan agen transformasi bagi lingkungan hidup.Ensiklik Laudato Si mengajak Gereja terus berusaha menjaga alam yang merupakan rumah bersama yang dianugerahkan Allah kepada umat manusia untuk dipelihara.Gereja merupakan agen penting dalam usaha mengwujudkan perubahan yang lebih baik dalam mengatasi krisis.Gereja sebagai komunitas yang hidup yang turut dipanggil untuk memberikan konstribusi yang mendalam dalam menghadapi tantangan ini melalui dimensi spiritual.Sebagai komuntitas yang hidup Gereja berupaya impelementasi ajar Laudato Si dalam bentuk yang konkrit.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai implementasi konkret Laudato Si dalam berbagai konteks pastoral Gereja di Indonesia, dengan fokus pada studi kasus di berbagai keuskupan atau paroki. Hal ini penting untuk mengidentifikasi praktik-praktik terbaik dan tantangan yang dihadapi dalam upaya mewujudkan transformasi ekologis di tingkat lokal. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model pendidikan ekologis yang terintegrasi dalam kurikulum pendidikan Katolik, mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Model ini hendaknya tidak hanya menekankan aspek kognitif, tetapi juga melibatkan aspek afektif dan psikomotorik, sehingga peserta didik dapat mengembangkan kesadaran ekologis yang mendalam dan mampu bertindak nyata untuk menjaga lingkungan. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi peran teknologi dalam mendukung upaya transformasi ekologis Gereja, misalnya melalui pengembangan aplikasi atau platform digital yang dapat digunakan untuk menyebarkan informasi, menggalang dukungan, dan memantau dampak kegiatan-kegiatan lingkungan. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan Gereja dapat semakin berperan aktif dalam mewujudkan kesejahteraan ekologis dan keadilan sosial bagi seluruh ciptaan.

  1. #peran gereja#peran gereja
Read online
File size600.77 KB
Pages16
Short Linkhttps://juris.id/p-3q0
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test