STIPASSTIPAS
Sepakat : Jurnal Pastoral KateketikSepakat : Jurnal Pastoral KateketikPenelitian ini mengkaji integrasi nilai-nilai budaya Huma Betang masyarakat Dayak Kalimantan Tengah sebagai fondasi spiritualitas ekologis bagi kaum muda Katolik. Melalui pendekatan diskursus teologis-kultural, studi ini mengeksplorasi bagaimana nilai belom bahadat (hidup bersama secara harmonis), handep (gotong royong), dan filosofi huma betang dapat diintegrasikan dengan prinsip ekologi integral Laudato Si. Temuan menunjukkan nilai budaya lokal menjadi jembatan efektif antara iman Katolik dan identitas kulturan, menghasilkan spiritualitas ekologis kontekstual yang relevan. Strategi integrasi mencakup: transformasi paradigma iman dari antroposentris ke ekosentris, rekonstruksi pembinaan pastoral berbasis kearifan lokal, dan penguatan komunitas kaum muda sebagai agen perubahan ekologis. Penelitian berkontribusi pada pengembangan teologi kontekstual Indonesia yang mengangkat kearifan Dayak sebagai medium pewartaan iman sekaligus advokasi pelestarian lingkungan, menawarkan model inkulturasi yang responsif terhadap krisis ekologis kontemporer.
Penelitian ini menunjukkan bahwa nilai-nilai budaya Huma Betang memiliki kekayaan spiritual dan ekologis yang relevan untuk diintegrasikan ke dalam penghayatan iman cinta lingkungan kaum muda Katolik.Nilai-nilai seperti belom bahadat, handep, dan filosofi huma betang sejalan dengan prinsip ekologi integral dalam ajaran Gereja Katolik.Integrasi nilai budaya ini melibatkan transformasi paradigma iman, rekonstruksi pembinaan pastoral, dan penguatan komunitas kaum muda sebagai agen perubahan ekologis.
Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, perlu dilakukan studi mendalam mengenai bagaimana nilai-nilai budaya Huma Betang dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan Katolik, khususnya pada tingkat dasar dan menengah, untuk menumbuhkan kesadaran ekologis sejak dini. Kedua, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi peran komunitas adat Dayak dalam pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan, serta bagaimana model ini dapat diadopsi oleh komunitas lain di Indonesia. Ketiga, penting untuk meneliti efektivitas berbagai strategi komunikasi dan advokasi yang dapat digunakan untuk meningkatkan kesadaran kaum muda Katolik tentang isu-isu lingkungan dan mendorong partisipasi aktif mereka dalam gerakan pelestarian alam. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan teologi kontekstual yang relevan dengan realitas sosial budaya Indonesia, serta memperkuat upaya-upaya pelestarian lingkungan yang berkelanjutan.
- Huma Betang: Identitas Moral Kultural Suku Dayak Ngaju Kalimantan Tengah | Journal of Moral and Civic... jmce.ppj.unp.ac.id/index.php/JMCE/article/view/185Huma Betang Identitas Moral Kultural Suku Dayak Ngaju Kalimantan Tengah Journal of Moral and Civic jmce ppj unp ac index php JMCE article view 185
- Jurnal Masalah Pastoral (JUMPA). ensiklik laudato perawatan rumah alam jurnal pastoral jumpa authors... ojs.stkyakobus.ac.id/index.php/jumpa/article/view/21Jurnal Masalah Pastoral JUMPA ensiklik laudato perawatan rumah alam jurnal pastoral jumpa authors ojs stkyakobus ac index php jumpa article view 21
- Analisis nilai-nilai budaya Huma Betang dalam pembinaan persatuan kesatuan bangsa siswa SMA di Kalimantan... journal.uny.ac.id/index.php/hsjpi/article/view/10626Analisis nilai nilai budaya Huma Betang dalam pembinaan persatuan kesatuan bangsa siswa SMA di Kalimantan journal uny ac index php hsjpi article view 10626
- Religiusitas Tradisi Hudoq - Dayak Bahau dan Krisis Ekologis dalam Perspektif Laudato Si | Perspektif.... adityawacana.id/ojs/index.php/jpf/article/view/166Religiusitas Tradisi Hudoq Dayak Bahau dan Krisis Ekologis dalam Perspektif Laudato Si Perspektif adityawacana ojs index php jpf article view 166
| File size | 588.78 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
UIADUIAD Secara konseptual model adalah model penyelenggaraan pendidikan yang bertumpu pada prinsip “dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat pendidikanSecara konseptual model adalah model penyelenggaraan pendidikan yang bertumpu pada prinsip “dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat pendidikan
KEMENSOSKEMENSOS Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, hasil penelitian menunjukkan dua bentuk utama pengasuhan alternatif, yaitu pengasuhan oleh kerabatDengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, hasil penelitian menunjukkan dua bentuk utama pengasuhan alternatif, yaitu pengasuhan oleh kerabat
UNPARUNPAR Lahan terlantar atau semak belukar memiliki sifat hidrofobik yang lebih tinggi dibandingkan lahan perkebunan karet dan kelapa sawit, yang ditunjukkan waktuLahan terlantar atau semak belukar memiliki sifat hidrofobik yang lebih tinggi dibandingkan lahan perkebunan karet dan kelapa sawit, yang ditunjukkan waktu
UNPARUNPAR Faktor pertama adalah pemberian biochar sekam padi (B) yang terdiri dari 4 (empat) taraf, yaitu: B0 = 0 ton. ha-1, B1 = 6 ton. ha-1 , B2 = 9 ton. ha-1Faktor pertama adalah pemberian biochar sekam padi (B) yang terdiri dari 4 (empat) taraf, yaitu: B0 = 0 ton. ha-1, B1 = 6 ton. ha-1 , B2 = 9 ton. ha-1
UNPARUNPAR longibrachiatum sebagai pelapis (coating) buah pepaya pascapanen mampu menghambat perkembangan penyakit antraknosa berdasarkan diameter kerusakan buahlongibrachiatum sebagai pelapis (coating) buah pepaya pascapanen mampu menghambat perkembangan penyakit antraknosa berdasarkan diameter kerusakan buah
UNPARUNPAR Patogenisitas L. lecanii pada penelitian ini jauh lebih signifikan dibandingkan pada laporan penelitian sebelumnya. Pada penelitian kedua, uji kompatibilitasPatogenisitas L. lecanii pada penelitian ini jauh lebih signifikan dibandingkan pada laporan penelitian sebelumnya. Pada penelitian kedua, uji kompatibilitas
ISI YogyakartaISI Yogyakarta Proses ini umumnya terjadi dalam setting informal kehidupan masyarakat Dayak Benuaq, misalnya dalam ritual pengobatan, berbagai pesta, dan peristiwa-peristiwaProses ini umumnya terjadi dalam setting informal kehidupan masyarakat Dayak Benuaq, misalnya dalam ritual pengobatan, berbagai pesta, dan peristiwa-peristiwa
ISI YogyakartaISI Yogyakarta Musik gamat merupakan bentuk genre seni pertunjukan musik Melayu yang tumbuh dan berkembang sebagai seni budaya masyarakat di Pesisir Minangkabau SumateraMusik gamat merupakan bentuk genre seni pertunjukan musik Melayu yang tumbuh dan berkembang sebagai seni budaya masyarakat di Pesisir Minangkabau Sumatera
Useful /
UncenUncen Metode yang digunakan adalah transek garis dan titik serta identifikasi dilakukan selama survei. Sebanyak 36 spesies burung pemakan buah dari delapan keluargaMetode yang digunakan adalah transek garis dan titik serta identifikasi dilakukan selama survei. Sebanyak 36 spesies burung pemakan buah dari delapan keluarga
UncenUncen The aims of this study were determined the effects of Ochratoxin A (OTA) on growth of fetus tibia epiphyseal cartilage during organogenesis period. TwentyThe aims of this study were determined the effects of Ochratoxin A (OTA) on growth of fetus tibia epiphyseal cartilage during organogenesis period. Twenty
UncenUncen Di antara 19 isolat tersebut, 3 isolat memiliki tingkat toksisitas masing-masing 80%, 85%, dan 90%. Penelitian ini mengidentifikasi 290 isolat BacillusDi antara 19 isolat tersebut, 3 isolat memiliki tingkat toksisitas masing-masing 80%, 85%, dan 90%. Penelitian ini mengidentifikasi 290 isolat Bacillus
ISI YogyakartaISI Yogyakarta Kesenian rapai Aceh pascatsunami cukup berkembang pesat, baik berupa tradisional maupun berupa hasil rekonstruksi dan revitalisasi seniman-seniman Aceh.Kesenian rapai Aceh pascatsunami cukup berkembang pesat, baik berupa tradisional maupun berupa hasil rekonstruksi dan revitalisasi seniman-seniman Aceh.