UP45UP45

Jurnal Offshore: Oil, Production Facilities and Renewable EnergyJurnal Offshore: Oil, Production Facilities and Renewable Energy

Pelaksanaan pengujian karakteristik co-firing biomassa sawdust dilakukan pada pembangkit listrik jenis Pulverized Coal yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh co-firing terhadap unjuk kerja parameter operasi seperti temperature outlet mill (MOT), furnace exit gas temperature (FEGT), emisi, dan keekonomian. Bahan bakar co-firing biomassa dicampurkan pada stockpile dengan komposisi 5% biomasa sawdust dan 95% batubara. Pengambilan data pengujian dilakukan setelah proses stabilisasi beban minimal selama 1 jam dengan menjaga pembebanan tetap konstan pada maximum capacity rate. Hasil pengujian menunjukkan nilai FEGT ketika co-firing terjadi penurunan temperatur sebesar 4,2°C atau 0,4% lebih rendah dibandingkan saat coal firing. Temperatur outlet mill relatif sama pada kedua kondisi saat co-firing maupun coal firing. Emisi gas NOx dan SO2 saat co-firing lebih rendah 2% sampai 3% dibandingkan saat coal firing. Konsumsi bahan bakar spesifik saat co-firing lebih rendah 1,21% dibandingkan saat coal firing. Perhitungan biaya produksi menunjukkan co-firing 5% sawdust menghemat biaya energi primer sebesar 8,41 Rp/kWh atau lebih rendah sebesar 2,22%.

Co-firing sawdust dengan rasio 5% pada pulverized coal boiler berkontribusi terhadap penurunan FEGT sebesar 4,2°C atau 0,4% dari kondisi menggunakan bahan bakar batubara.Mill Outlet Temperature (MOT) relatif sama pada kedua pengujian, tetapi nilai arus motor pada tiap mill tidak seragam.Kandungan emisi NOx dan SO2 pada gas buang saat co-firing lebih rendah dibandingkan saat pembakaran batubara.Energi primer pada co-firing 5% sawdust lebih hemat sebesar 2,22%.

Sejumlah penelitian baru perlunya dikembangkan untuk memahami lebih lanjut dampak jangka panjang co-firing sawdust pada boiler jenis pulverized coal. Studi terlebih dahulu dapat dilakukan tentang potensi korosi dan slagging pada boiler, serta pengaruh perdamaian pada efisiensi pembangkit selama operasional. Dibutuhkan penelitian lanjutan untuk perbandingan antara berbagai jenis biomassa, misalnya potongan kayu atau limbah pertanian, dalam penggunaan alternatif bahan bakar. Selain itu, penelitian baru perlu mempelajari dampak lingkungan dari biaya produksi biaya rendah saat co-firing, serta biaya operasional yang lebih efisien.

  1. #pembangkit listrik#pembangkit listrik
  2. #limbah pertanian#limbah pertanian
Read online
File size335.52 KB
Pages7
Short Linkhttps://juris.id/p-3q1
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test