UNJAYAUNJAYA

INDONESIAN JOURNAL OF ECONOMIC AND SOCIAL SCIENCEINDONESIAN JOURNAL OF ECONOMIC AND SOCIAL SCIENCE

Organisasi dapat berkembang karena adanya karyawan yang terlibat aktif. Tujuan organisasi akan tercapai apabila karyawan berupaya secara optimal untuk mewujudkan visi dan misi organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara komunikasi efektif dan kerja tim pada karyawan di Seven Inc Yogyakarta. Komunikasi efektif merupakan proses pembentukan, penyampaian, penerimaan, dan pengolahan pesan yang terjadi antar individu dengan tujuan tertentu. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori kerja tim Morgan yang dimodifikasi berdasarkan Dewa (2018) serta skala komunikasi efektif yang dimodifikasi berdasarkan Ardyawin (2017) yang berlandaskan pada teori Tubbs dan Moss untuk mengumpulkan data. Subjek penelitian terdiri dari pria dan wanita berusia 20 hingga 25 tahun. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan korelasional pada 100 responden karyawan Seven Inc Yogyakarta. Teknik pengumpulan data yang dipakai adalah kuesioner. Analisis hipotesis dilakukan dengan korelasi Spearman rho. Hasil uji hipotesis memperoleh nilai p = 0,000 (p < 0,05). Berdasarkan data yang diperoleh dan dianalisis, hasil penelitian menunjukkan bahwa hipotesis dapat diterima, yang berarti terdapat hubungan positif antara komunikasi efektif dan kerja tim.

Penelitian menunjukkan adanya hubungan positif antara komunikasi efektif dan kerja tim pada karyawan Seven Inc Yogyakarta.Semakin tinggi tingkat komunikasi efektif, semakin tinggi pula kualitas kerja tim, dan sebaliknya.Hasil analisis hipotesis diterima secara statistik (p < 0,05).

Bagaimana pengaruh komunikasi efektif terhadap kerja tim bila diteliti pada karyawan dengan rentang usia lebih luas, misalnya 20‑45 tahun, dan pada berbagai sektor industri selain manufaktur? Apakah penggunaan metode campuran (kuantitatif‑kualitatif) yang mencakup wawancara mendalam dapat mengungkap mekanisme psikologis di balik hubungan positif antara komunikasi efektif dan kerja tim yang tidak terlihat dalam survei kuesioner semata? Sejauh mana peran variabel perantara seperti kepercayaan antar rekan kerja atau budaya organisasi memoderasi efek komunikasi efektif terhadap kerja tim, dan apakah faktor‑faktor tersebut berubah secara signifikan selama periode adaptasi pasca‑pandemi? Penelitian selanjutnya dapat menerapkan desain longitudinal dengan pengukuran tiga kali selama satu tahun untuk mengevaluasi stabilitas hubungan yang ditemukan pada studi ini. Selain itu, memperluas sampel menjadi perusahaan multinasional yang memiliki struktur hierarki lebih kompleks dapat membantu menilai apakah temuan ini bersifat umum atau khusus pada perusahaan kecil seperti Seven Inc. Penggunaan teknologi digital, seperti platform kolaborasi daring, dapat diuji sebagai intervensi untuk meningkatkan komunikasi efektif, sehingga dapat dibandingkan efeknya dengan komunikasi tatap muka tradisional. Analisis perbedaan gender dalam respons terhadap intervensi komunikasi dapat memberikan wawasan tentang kebutuhan khusus pria atau wanita dalam konteks kerja tim. Dengan menggabungkan pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan eksperimental, penelitian lanjutan diharapkan menghasilkan rekomendasi praktis yang lebih kuat bagi manajer untuk merancang program pelatihan komunikasi yang tepat sasaran.

  1. #pelatihan komunikasi#pelatihan komunikasi
  2. #budaya organisasi#budaya organisasi
Read online
File size355.86 KB
Pages11
Short Linkhttps://juris.id/p-3q7
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test