STIKESMAYAPADASTIKESMAYAPADA

Proceeding of Mayapada International Nursing Conference (MINC)Proceeding of Mayapada International Nursing Conference (MINC)

Studi terbaru menunjukkan bahwa komunikasi tidak efektif antara perawat, pasien, dan keluarga, terutama kurangnya pemahaman tentang pencegahan jatuh, tetap menjadi penyebab utama kecelakaan jatuh di rumah sakit meskipun ada langkah keselamatan. Bukti menunjukkan bahwa kualitas komunikasi, bukan ketersediaan program, menentukan kepatuhan pasien. Metode teach-back yang dipimpin perawat, pendekatan edukasi dua arah di mana pasien menyatakan kembali informasi keselamatan dengan kata-katanya sendiri, terbukti efektif dalam mengatasi kesenjangan pemahaman. Studi ini mensintesis hasil tujuh studi peer-review (2018–2022), termasuk proyek doktoral, studi kuantitatif dan mixed-method, uji acak terkontrol, dan ulasan evidence-based. Analisis data menggunakan matriks terstruktur dan sintesis tematis menekankan pemahaman, keterlibatan, dan hasil insiden jatuh. Secara konsisten, teach-back yang dipimpin perawat meningkatkan pemahaman pasien tentang faktor risiko, protokol keselamatan, dan partisipasi dalam pencegahan. Pada sebagian besar studi, terjadi peningkatan yang terukur dalam pemahaman dan kepatuhan perilaku, meskipun beberapa studi mencatat penurunan minimal dalam tingkat jatuh setelah edukasi berstruktur menggunakan teach-back. Namun, hambatan seperti keterbatasan waktu, aplikasi tidak konsisten, dan keterampilan komunikasi bervariasi tetap ada. Secara keseluruhan, ulasan ini menekankan bahwa keberhasilan program pencegahan jatuh bergantung pada kualitas komunikasi antara perawat dan pasien. Teach-back muncul sebagai strategi kunci untuk meningkatkan literasi kesehatan, memperkuat pemahaman pasien dan keluarga, serta mendorong keterlibatan kolaboratif. Integrasi teach-back ke dalam komunikasi perawat sehari-hari tidak hanya meningkatkan budaya keselamatan tetapi juga mengurangi jatuh yang bisa dicegah serta mengembangkan praktik dan teori keperawatan berbasis bukti.

Metode teach-back yang dipimpin perawat mereformasi edukasi pasien sebagai kemitraan dialogik bukan proses sepihak.Dengan mengubah pemahaman menjadi tindakan, metode ini memberdayakan perawat dan pasien untuk menciptakan keselamatan bersama.Selain dampaknya pada pencegahan jatuh, teach-back merupakan komitmen lebih luas terhadap komunikasi humanisasi di layanan kesehatan, mengingatkan bahwa pemahaman adalah dasar dari perawatan.Pemimpin keperawatan masa depan harus mengadopsi model ini dari inisiatif terisolasi ke standar sistemik, didukung kebijakan, teknologi, dan pendidikan.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi desain studi jangka panjang untuk mengevaluasi efektivitas berkelanjutan metode teach-back dalam pencegahan jatuh, terutama di lingkungan rumah sakit yang berbeda. Selain itu, pengembangan platform digital yang memadukan teach-back untuk pendidikan pasien di luar rumah sakit, seperti program telekesehatan, menjadi arah studi yang relevan untuk meningkatkan cakupan. Studi juga perlu menyelidiki bagaimana budaya organisasi dan literasi digital menjadi mediator dalam mengadopsi teach-back secara efektif untuk hasil keselamatan yang optimal.

  1. Retrospective Chart Review of Advanced Practice Pharmacist Prescribing of Controlled Substances for Pain... mdedge.com/fedprac/article/234324/painRetrospective Chart Review of Advanced Practice Pharmacist Prescribing of Controlled Substances for Pain mdedge fedprac article 234324 pain
  1. #service quality#service quality
  2. #komunikasi terapeutik#komunikasi terapeutik
Read online
File size224.04 KB
Pages8
Short Linkhttps://juris.id/p-2M3
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test