STIKESMAYAPADASTIKESMAYAPADA
Proceeding of Mayapada International Nursing Conference (MINC)Proceeding of Mayapada International Nursing Conference (MINC)Latar Belakang: Kateter intravena perifer (PIVC) merupakan alat invasif yang paling sering digunakan di rumah sakit. Namun, komplikasi seperti flebitis, infiltrasi, dan kegagalan kateter masih sering terjadi dan memiliki implikasi signifikan terhadap keselamatan pasien. Bukti terkini menunjukkan bahwa penerapan bundel pencegahan flebitis yang terstandarisasi, termasuk praktik flushing dengan larutan NaCl 0,9%, dapat secara signifikan mengurangi insiden flebitis serta meningkatkan kualitas praktik keperawatan. Tujuan: Literatur review ini bertujuan menganalisis bukti ilmiah terbaru (2022–2025) mengenai integrasi praktik flushing ke dalam bundel pencegahan flebitis serta implikasinya bagi praktik keperawatan dan keselamatan pasien. Metode: Pendekatan narrative literature review dilakukan dengan menelusuri artikel internasional berindeks Scopus dari basis data seperti ScienceDirect, PubMed, SAGE, MDPI, Wiley, BMJ Open, dan JAMA Network. Sebanyak 15 artikel memenuhi kriteria inklusi, yaitu studi intervensi atau implementasi yang mengevaluasi perawatan PIVC, bundel pencegahan flebitis, atau praktik flushing dengan hasil terkait pengurangan flebitis. Hasil: Sebagian besar studi melaporkan penurunan tingkat flebitis setelah penerapan bundel perawatan PIVC yang mencakup flushing rutin menggunakan teknik push‑pause. Praktik ini terbukti mempertahankan patensi kateter, mengurangi iritasi vena, dan mencegah residu obat dalam lumen. Selain itu, pendidikan keperawatan, penggunaan syringe prefilled, dan sistem PIVC terintegrasi meningkatkan kepatuhan terhadap standar keselamatan pasien. Kesimpulan: Integrasi flushing ke dalam bundel pencegahan flebitis merupakan intervensi berbasis bukti yang terbukti mengurangi komplikasi terkait kateter dan memperkuat kualitas perawatan keperawatan. Implementasi berkelanjutan, pelatihan rutin, dan dukungan organisasi merupakan faktor kunci untuk menjaga keberhasilan dan memastikan keselamatan pasien.
Integrasi praktik flushing dengan larutan NaCl 0,9% ke dalam bundel pencegahan flebitis terbukti secara ilmiah mengurangi kejadian dan keparahan flebitis serta meningkatkan keselamatan pasien dan kualitas keperawatan.Keberhasilan intervensi ini sangat dipengaruhi oleh dukungan sistemik, termasuk kebijakan rumah sakit, penyediaan sumber daya seperti syringe prefilled, serta pelatihan dan sertifikasi kompetensi perawat secara berkelanjutan.Penerapan konsisten bundel ini dapat menjadi standar referensi bagi rumah sakit dalam membangun budaya perawatan yang aman, efektif, dan berbasis bukti.
Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi efektivitas bundel pencegahan flebitis yang mencakup praktik flushing pada unit perawatan dengan sumber daya terbatas, misalnya rumah sakit di daerah pedesaan, untuk mengetahui sejauh mana adaptasi protokol tersebut dapat menurunkan tingkat komplikasi kateter dalam lingkungan dengan keterbatasan peralatan, tenaga, dan pelatihan. Selain itu, studi eksperimental yang membandingkan variasi volume dan frekuensi flushing—seperti 5 mL versus 10 mL, serta interval setiap 8 jam versus setiap 4 jam—dapat mengidentifikasi protokol optimal yang meminimalkan insiden flebitis tanpa menambah beban kerja perawat secara signifikan. Selanjutnya, penelitian longitudinal yang mengintegrasikan sistem keputusan klinis digital berbasis algoritma untuk mengingatkan, mencatat, dan memantau pelaksanaan flushing dapat menilai kontribusinya terhadap kepatuhan prosedural, biaya perawatan, serta hasil klinis jangka panjang, termasuk dampak pada durasi penggunaan kateter dan kepuasan pasien. Dengan menjawab pertanyaan‑pertanyaan ini, ilmu keperawatan akan memperluas bukti empiris mengenai praktik flushing dan mendukung implementasi berkelanjutan yang efektif serta adaptif di berbagai setting klinis.
| File size | 206.71 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
POLTEKKES JOGJAPOLTEKKES JOGJA Penelitian ini akan dilakukan menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan desain pretest-posttest satu kelompok dan uji peringkat bertanda Wilcoxon. HasilPenelitian ini akan dilakukan menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan desain pretest-posttest satu kelompok dan uji peringkat bertanda Wilcoxon. Hasil
STIKES AISYIYAH PALEMBANGSTIKES AISYIYAH PALEMBANG Tujuan: Untuk mengetahui gambaran di Indonesia. Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi adalah perawat di seluruhTujuan: Untuk mengetahui gambaran di Indonesia. Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi adalah perawat di seluruh
IIKPELAMONIAIIKPELAMONIA 000). Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan perawat dan clinical pathway di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar. Artinya,000). Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan perawat dan clinical pathway di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar. Artinya,
ITSCIENCEITSCIENCE Informan kunci meliputi Kepala Instalasi Gizi, Koordinator, ahli gizi, dan pramusaji/pemasak. Hasil menunjukkan ketidakseimbangan tenaga: ahli gizi berlebihInforman kunci meliputi Kepala Instalasi Gizi, Koordinator, ahli gizi, dan pramusaji/pemasak. Hasil menunjukkan ketidakseimbangan tenaga: ahli gizi berlebih
POLITEKNIKALISLAMPOLITEKNIKALISLAM Selain itu, penelitian ini juga menegaskan bahwa ketepatan teknis sangat berpengaruh terhadap keberhasilan prosedur dan meminimalkan risiko komplikasiSelain itu, penelitian ini juga menegaskan bahwa ketepatan teknis sangat berpengaruh terhadap keberhasilan prosedur dan meminimalkan risiko komplikasi
STIKESLHOKSEUMAWESTIKESLHOKSEUMAWE Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik wawancara terpimpin terhadap apoteker penanggung jawabPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik wawancara terpimpin terhadap apoteker penanggung jawab
AKPERGITAMATURAABADIAKPERGITAMATURAABADI Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan response time perawat dengan keselamatan pasien di Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD. Tgk Chik Ditiro.Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan response time perawat dengan keselamatan pasien di Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD. Tgk Chik Ditiro.
MALAHAYATIMALAHAYATI Temuan ini memperkuat model Job Demands–Resources (JD-R) yang menekankan bahwa tuntutan kerja berlebih tanpa dukungan organisasi yang memadai dapat memicuTemuan ini memperkuat model Job Demands–Resources (JD-R) yang menekankan bahwa tuntutan kerja berlebih tanpa dukungan organisasi yang memadai dapat memicu
Useful /
ITSCIENCEITSCIENCE Penggunaan Anemia Kit yang bersifat visual dan praktis terbukti mampu meningkatkan pengetahuan, membentuk sikap positif, dan mendorong perubahan perilakuPenggunaan Anemia Kit yang bersifat visual dan praktis terbukti mampu meningkatkan pengetahuan, membentuk sikap positif, dan mendorong perubahan perilaku
ITSCIENCEITSCIENCE Hasil penelitian menunjukkan bahwa modifikasi prosedur inisiasi menyusui dini dengan penggunaan bedong Chibeb terhadap stabilisasi suhu tubuh bayi baruHasil penelitian menunjukkan bahwa modifikasi prosedur inisiasi menyusui dini dengan penggunaan bedong Chibeb terhadap stabilisasi suhu tubuh bayi baru
Tel-UTel-U Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, hasil dari beberapa peran yang telah dilakukan oleh organisasi Muhammadiyah dalam mewujudkan Sustainable DevelopmentBerdasarkan penelitian yang telah dilakukan, hasil dari beberapa peran yang telah dilakukan oleh organisasi Muhammadiyah dalam mewujudkan Sustainable Development
STIKESMAYAPADASTIKESMAYAPADA Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 76 perawat di bangsal rawat inap dan rawat jalan. HasilPenelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 76 perawat di bangsal rawat inap dan rawat jalan. Hasil