AKPERGITAMATURAABADIAKPERGITAMATURAABADI
Jurnal Keperawatan Dan Kesehatan HolistikJurnal Keperawatan Dan Kesehatan HolistikKecepatan dan ketepatan pelayanan pasien yang tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD) memerlukan standar dengan kompetensi dan kemampuannya, sehingga dapat dipastikan waktu tanggap yang cepat dan pelayanan kegawatdaruratan dengan penanganan yang tepat untuk keselamatan pasien. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan response time perawat dengan keselamatan pasien di Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD. Tgk Chik Ditiro. Metode penelitian ini menggunakan metode Kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat yang berkerja di Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD. Tgk Chik Ditiro sebanyak 54 perawat. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah tehnik purposive sampling yang berjumlah 35 perawat sebagai responden. Hasil penelitian menunjukan bahwa mayoritas response time perawat berada pada kategori cepat sebanyak 23 responden (65,7%), keselamatan pasien mayoritas berada pada kategori sedang sebanyak 15 responden (42,9%), dan ada hubungan response time perawat dengan keselamatan pasien di Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Tgk Chik Ditiro dengan nilai p-value 0,009<0,05.
Mayoritas response time perawat di Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Tgk Chik Ditiro berada pada kategori cepat sebanyak 23 responden (65,7%).Keselamatan pasien mayoritas berada pada kategori sedang sebanyak 15 responden (42,9%).Terdapat hubungan antara response time perawat dengan keselamatan pasien di Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Tgk Chik Ditiro dengan nilai p-value 0,009 < 0,05.
Pertama, perlu diteliti faktor-faktor sistematis seperti ketersediaan fasilitas, beban kerja, dan alur prosedur rumah sakit yang mungkin memengaruhi response time perawat di IGD, agar dapat diketahui intervensi struktural yang paling efektif. Kedua, perlu dilakukan penelitian lanjutan dengan pendekatan kualitatif untuk memahami pengalaman dan hambatan yang dirasakan perawat saat memberikan respons cepat dalam situasi darurat, sehingga dapat dirancang pelatihan atau kebijakan yang lebih tepat sasaran. Ketiga, disarankan penelitian dengan desain longitudinal untuk melihat pengaruh response time terhadap outcome pasien secara langsung, seperti angka mortalitas, morbiditas, dan kepuasan pasien, guna memperkuat bukti hubungan kausal antara kecepatan tanggap dan keselamatan pasien.
| File size | 274 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
STIKES ISFISTIKES ISFI Berdasarkan hasil analisa disimpulkan bahwa konseling asuhan kefarmasian pada responden Diabetes Mellitus tipe II rawat jalan rumah sakit di Sidoarjo dapatBerdasarkan hasil analisa disimpulkan bahwa konseling asuhan kefarmasian pada responden Diabetes Mellitus tipe II rawat jalan rumah sakit di Sidoarjo dapat
STIKES ISFISTIKES ISFI Variabel bebas terdiri dari variabel pada komponen teknologi, organisasi dan human, variabel terikat merupakan dampak sistem. Evaluasi efektivitas menggunakanVariabel bebas terdiri dari variabel pada komponen teknologi, organisasi dan human, variabel terikat merupakan dampak sistem. Evaluasi efektivitas menggunakan
JPRJPR Latar belakang: Limfedema sekunder dengan komposisi lemak yang dominan tidak dapat dikelola secara efektif dengan teknik fisiologis, sehingga memerlukanLatar belakang: Limfedema sekunder dengan komposisi lemak yang dominan tidak dapat dikelola secara efektif dengan teknik fisiologis, sehingga memerlukan
JPRJPR Hasil yang diharapkan adalah bentuk payudara yang lembut dan alami dengan tingkat kepuasan pasien yang tinggi, meskipun keahlian bedah dan pemilihan pasienHasil yang diharapkan adalah bentuk payudara yang lembut dan alami dengan tingkat kepuasan pasien yang tinggi, meskipun keahlian bedah dan pemilihan pasien
UMLAUMLA Pelayanan kefarmasian yang berkualitas sangat bergantung pada penerapan Good Pharmacy Practice (GPP). Untuk menerapkan GPP secara optimal, tenaga kefarmasianPelayanan kefarmasian yang berkualitas sangat bergantung pada penerapan Good Pharmacy Practice (GPP). Untuk menerapkan GPP secara optimal, tenaga kefarmasian
URINDOURINDO Faktor-faktor seperti keterbatasan sumber daya manusia, sistem antrian yang kurang efisien, dan kurangnya pemisahan resep JKN dan non-JKN berkontribusiFaktor-faktor seperti keterbatasan sumber daya manusia, sistem antrian yang kurang efisien, dan kurangnya pemisahan resep JKN dan non-JKN berkontribusi
UNIPASUNIPAS Untuk itu pegawai harus menunjukkan kinerja yang baik dan maksimal supaya bisa memberikan pelayanan yang berkualitas supaya masyarakat dalam hal ini pasienUntuk itu pegawai harus menunjukkan kinerja yang baik dan maksimal supaya bisa memberikan pelayanan yang berkualitas supaya masyarakat dalam hal ini pasien
UNTAG SMDUNTAG SMD Analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh positif dan signifikan antara kebahagiaan dan budayaAnalisis data menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh positif dan signifikan antara kebahagiaan dan budaya
Useful /
JPRJPR Studi lebih besar dengan follow‑up lebih lama diperlukan untuk mengkonfirmasi temuan ini dan mengoptimalkan pemilihan pasien. Prosedur simultan LVB danStudi lebih besar dengan follow‑up lebih lama diperlukan untuk mengkonfirmasi temuan ini dan mengoptimalkan pemilihan pasien. Prosedur simultan LVB dan
UMJ PremiumUMJ Premium H. Aloei Saboe Kota Gorontalo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dalam bentuk deskriptif laporan kasus yang mencakup pengkajian keperawatan,H. Aloei Saboe Kota Gorontalo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dalam bentuk deskriptif laporan kasus yang mencakup pengkajian keperawatan,
UMJ PremiumUMJ Premium Latar Belakang: Osteoporosis merupakan salah satu penyakit degeneratif yang menyebabkan seseorang berbaring di tempat tidur dengan komplikasi yang serius,Latar Belakang: Osteoporosis merupakan salah satu penyakit degeneratif yang menyebabkan seseorang berbaring di tempat tidur dengan komplikasi yang serius,
DOKICTIDOKICTI Berdasarkan uji hipotesis, nilai signifikansi yang < 0. Penelitian ini dapat menjadi titik awal untuk penelitian lebih lanjut. Bagi pembaca dan penelitiBerdasarkan uji hipotesis, nilai signifikansi yang < 0. Penelitian ini dapat menjadi titik awal untuk penelitian lebih lanjut. Bagi pembaca dan peneliti