UMJ PremiumUMJ Premium

Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF)Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF)

Latar Belakang: Latihan panjang akan menguras glikogen otot yang dapat diketahui dari peningkatan kadar ureum darah. Hal ini dapat menyebabkan penurunan performa pada latihan atau pertandingan berikutnya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian minuman elektrolit berkarbohidrat dengan kandungan karbohidrat sebanyak 1 gr/kgBB dibandingkan 0,35 gr/kg BB terhadap penurunan kadar ureum darah. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental murni, bersifat single blind dengan rancangan silang pada 10 atlet dayung nasional laki-laki di Pelatnas Dayung Pangalengan. Minuman yang diberikan adalah minuman elektrolit dengan jumlah karbohidrat sebanyak 1 gr/kgBB pada kelompok perlakuan dan 0,35 gr/kgBB pada kelompok kontrol. Minuman tersebut diberikan segera setelah latihan dan dua jam berikutnya. Pengambilan sampel darah vena dilakukan untuk mengukur penurunan kadar ureum darah sebelum dan setelah pemberian minuman dengan alat Cobas C111. Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa penurunan kadar ureum darah lebih tinggi pada kelompok perlakuan yaitu sebesar 7,1% dibandingkan kelompok kontrol hanya sebesar 2,25%. Simpulan: Temuan ini menunjukkan bahwa pemberian minuman elektrolit berkarbohidrat dengan kandungan karbohidrat sebanyak 1 gr/kgBB efektif menurunkan kadar ureum darah.

Penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian minuman elektrolit berkarbohidrat dengan kandungan karbohidrat 1 gr/kgBB secara signifikan lebih efektif dalam menurunkan kadar ureum darah dibandingkan dengan pemberian 0,35 gr/kgBB.Hasil ini mengindikasikan bahwa konsumsi karbohidrat dalam jumlah yang lebih tinggi setelah latihan dapat membantu mempercepat pemulihan glikogen otot.Dengan demikian, strategi nutrisi ini dapat dipertimbangkan untuk meningkatkan performa atlet dayung.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menginvestigasi pengaruh frekuensi pemberian karbohidrat terhadap resintesis glikogen otot, misalnya dengan membandingkan pemberian karbohidrat setiap 15-30 menit setelah latihan dengan pemberian sekali saja. Kedua, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi kombinasi karbohidrat dengan sumber protein untuk melihat apakah kombinasi tersebut memberikan efek sinergis dalam pemulihan otot dan penurunan kadar ureum darah. Ketiga, penting untuk meneliti pengaruh jenis karbohidrat yang berbeda (misalnya, glukosa, fruktosa, maltodekstrin) terhadap laju resintesis glikogen dan performa atlet dayung, mengingat setiap jenis karbohidrat memiliki karakteristik penyerapan dan metabolisme yang berbeda. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang strategi nutrisi optimal untuk memaksimalkan pemulihan dan performa atlet dayung.

  1. Efektivitas Pemberian Minuman Elektrolit Berkarbohidrat Terhadap Kadar Ureum Darah Pada Atlet Dayung... doi.org/10.24853/mjnf.4.2.129-136Efektivitas Pemberian Minuman Elektrolit Berkarbohidrat Terhadap Kadar Ureum Darah Pada Atlet Dayung doi 10 24853 mjnf 4 2 129 136
Read online
File size490.7 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test