UMJ PremiumUMJ Premium
Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF)Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF)Tuberkulosis paru adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyebab penderita TB paru mengalami defisit nutrisi yaitu adanya hipermetabolisme, peningkatan aktivitas bernafas, infeksi dan inflamasi. Tujuan dari penelitian ini yaitu mampu memberikan asuhan keperawatan terhadap pasien yang mengalami penyakit TB Paru dengan masalah keperawatan defisit nutrisi di RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe Kota Gorontalo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dalam bentuk deskriptif laporan kasus yang mencakup pengkajian keperawatan, diagnosa keperawatan, intervensi keperawatan, implementasi keperawatan, serta evaluasi keperawatan. Hasil dari penelitian menunjukkan setelah dilakukannya tindakan asuhan keperawatan pada kelima pasien TB Paru status nutrisinya meningkat. Adapun kesimpulan dalam penelitian ini pada pasien TB Paru harus di kontrol manajemen nutrisinya agar tidak terjadi pengurangan nutrisi.
Penerapan Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI) untuk manajemen nutrisi pada pasien TB paru dengan masalah defisit nutrisi menunjukkan peningkatan status nutrisi pasien.Pada hari pertama, perubahan belum signifikan, namun perbaikan terlihat pada hari kedua dan status nutrisi meningkat dan dipertahankan pada hari ketiga.Oleh karena itu, kontrol manajemen nutrisi penting untuk mencegah penurunan nutrisi pada pasien TB paru.
Penelitian lanjutan perlu dilakukan untuk mengeksplorasi efektivitas intervensi nutrisi yang lebih spesifik, seperti pemberian makanan tinggi kalori dan protein yang disesuaikan dengan kondisi klinis pasien TB paru. Selain itu, studi lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang mempengaruhi status nutrisi pasien TB paru, seperti tingkat kepatuhan terhadap pengobatan dan dukungan sosial. Terakhir, penelitian yang melibatkan pendekatan multidisiplin, termasuk dokter, perawat, ahli gizi, dan psikolog, dapat dilakukan untuk mengembangkan strategi komprehensif dalam meningkatkan status nutrisi dan kualitas hidup pasien TB paru. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan bukti ilmiah yang kuat untuk meningkatkan praktik klinis dan kebijakan kesehatan terkait penanganan nutrisi pada pasien TB paru, sehingga dapat mengurangi angka kesakitan dan kematian akibat penyakit ini.
| File size | 487.18 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
UHTUHT Populasi sebanyak 59 orang, dengan sampel 38 orang dan menggunakamn teknik purposive sampling. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan hematologyPopulasi sebanyak 59 orang, dengan sampel 38 orang dan menggunakamn teknik purposive sampling. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan hematology
STIKESALMAARIFSTIKESALMAARIF Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dan pengetahuan dengan kejadian Tuberkulosis Paru di PuskesmasPenelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dan pengetahuan dengan kejadian Tuberkulosis Paru di Puskesmas
STIKESALMAARIFSTIKESALMAARIF Usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, dan jarak tempuh rumah ke puskesmas tidak menunjukkan korelasi signifikan dengan kepatuhan. Sikap dan dukunganUsia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, dan jarak tempuh rumah ke puskesmas tidak menunjukkan korelasi signifikan dengan kepatuhan. Sikap dan dukungan
STIKESALMAARIFSTIKESALMAARIF Tuberkulosis Paru (TB) merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang paling sering menyerang paru-paru bahkanTuberkulosis Paru (TB) merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang paling sering menyerang paru-paru bahkan
STIKES MAJAPAHITSTIKES MAJAPAHIT Jika tidak ditangani dengan benar dalam jangka waktu lama dapat menimbulkan kegagalan tumbuh serta keterlambatan dalam pertumbuhan dan perkembangan. PenelitianJika tidak ditangani dengan benar dalam jangka waktu lama dapat menimbulkan kegagalan tumbuh serta keterlambatan dalam pertumbuhan dan perkembangan. Penelitian
STIKES MAJAPAHITSTIKES MAJAPAHIT Pekerjaan adalah faktor dominan yang menyebabkan ketidaktepatan akseptor, karena pekerjaan menyita waktu untuk melakukan kunjungan ulang KB suntik, sehinggaPekerjaan adalah faktor dominan yang menyebabkan ketidaktepatan akseptor, karena pekerjaan menyita waktu untuk melakukan kunjungan ulang KB suntik, sehingga
STIKES MAJAPAHITSTIKES MAJAPAHIT Penelitian ini dapat dijadikan sebagai tambahan referensi terhadap manajemen keperawatan khususnya tentang gaya kepemimpinan kepala ruangan, motivasi danPenelitian ini dapat dijadikan sebagai tambahan referensi terhadap manajemen keperawatan khususnya tentang gaya kepemimpinan kepala ruangan, motivasi dan
STIKES MAJAPAHITSTIKES MAJAPAHIT Penelitian ini menemukan adanya hubungan yang signifikan antara motivasi kesembuhan pasien dengan kepatuhannya terhadap penatalaksanaan pengobatan TB paru.Penelitian ini menemukan adanya hubungan yang signifikan antara motivasi kesembuhan pasien dengan kepatuhannya terhadap penatalaksanaan pengobatan TB paru.
Useful /
ALMAATAALMAATA Hasil: Uji korelasi vitamin D dengan glukosa darah menunjukkan nilai p = 0,238, sedangkan vitamin C dengan kadar glukosa darah adalah nilai p = 0,000.Hasil: Uji korelasi vitamin D dengan glukosa darah menunjukkan nilai p = 0,238, sedangkan vitamin C dengan kadar glukosa darah adalah nilai p = 0,000.
LAKPESDAMSALATIGALAKPESDAMSALATIGA Rekomendasi penelitian menekankan protokol musyawarah inklusif di tingkat desa, penguatan literasi ikhtilaf dan etika dakwah oleh MUI–KUA, LakpesdamRekomendasi penelitian menekankan protokol musyawarah inklusif di tingkat desa, penguatan literasi ikhtilaf dan etika dakwah oleh MUI–KUA, Lakpesdam
UMJ PremiumUMJ Premium Faktor hormonal pada perempuan berkontribusi terhadap risiko osteoporosis, meskipun sebagian besar responden tidak berisiko karena pola aktivitas dan lingkunganFaktor hormonal pada perempuan berkontribusi terhadap risiko osteoporosis, meskipun sebagian besar responden tidak berisiko karena pola aktivitas dan lingkungan
UMJ PremiumUMJ Premium Hasil ini mengindikasikan bahwa konsumsi karbohidrat dalam jumlah yang lebih tinggi setelah latihan dapat membantu mempercepat pemulihan glikogen otot.Hasil ini mengindikasikan bahwa konsumsi karbohidrat dalam jumlah yang lebih tinggi setelah latihan dapat membantu mempercepat pemulihan glikogen otot.