UMJ PremiumUMJ Premium
Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF)Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF)Latar Belakang: Osteoporosis merupakan salah satu penyakit degeneratif yang menyebabkan seseorang berbaring di tempat tidur dengan komplikasi yang serius, sering disebut sebagai silent disease karena kebanyakan orang tidak mengetahui bahwa mereka menderita osteoporosis sampai mereka mengalami fraktur. Berdasarkan Kemenkes RI, data populasi di Indonesia usia dibawah 70 tahun pada perempuan sebanyak 18-30% dan yang menderita osteoporosis rata-rata umur 50-59 tahun sebesar 24% sedangkan pada laki-laki usia 60-70 tahun sebesar 62%. Indeks massa tubuh merupakan salah satu faktor yang memengaruhi terjadinya osteoporosis. Tujuan: Mengetahui gambaran karakteristik lanjut usia di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 1 Ciracas Jakarta Timur. Metode: Desain penelitian ini adalah Deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Data yang dikumpulkan adalah data primer, dengan teknik pengumpulan data, yaitu perhitungan indeks massa tubuh dan pengisian angket mengenai faktor risiko osteoporosis pada lansia dengan jumlah sampel sebanyak 67 responden. Hasil: 35 orang (52,5%) berusia 60-69 tahun dan sebanyak 32 orang (47,8%) berusia ≥70 tahun. Untuk jenis kelamin 33 orang (49,3%) laki-laki dan 34 orang (50,7%) perempuan, untuk tingkat pendidikan 8 orang (11,9%) tidak sekolah, sebanyak 38 orang (56,7%) SD, sebanyak 8 orang (11,9%) SMP, sebanyak 10 orang (14,9%) SMA, dan sebanyak 3 orang (4,5%) Perguruan Tinggi. Berdasarkan risiko osteoporosis, 45 responden (67,2%) tidak berisiko mengalami osteoporosis. Indeks massa tubuh 36 responden (53,7%) normal, 13 responden (19,4%) underweight, 8 responden (11,9%) obesitas 1, 7 responden (10,4%) overweight, 3 responden (4,5%) obesitas 2. Simpulan: Terdapat 45 responden (67,2%) yang tidak berisiko mengalami osteoporosis dengan indeks massa tubuh berada di batas normal dan underweight.
Mayoritas lansia berusia 60-69 tahun dan memiliki indeks massa tubuh dalam kategori normal, sehingga berisiko rendah terhadap osteoporosis.Faktor hormonal pada perempuan berkontribusi terhadap risiko osteoporosis, meskipun sebagian besar responden tidak berisiko karena pola aktivitas dan lingkungan yang mendukung.Sebagian besar lansia di panti tidak berisiko osteoporosis karena memiliki indeks massa tubuh normal dan kondisi fisik yang relatif stabil.
Penelitian selanjutnya dapat menggali hubungan antara tingkat pendidikan rendah dengan pemahaman lansia terhadap pencegahan osteoporosis, mengingat mayoritas responden hanya lulusan SD dan mungkin kesulitan memahami informasi kesehatan. Selain itu, perlu diteliti pengaruh aktivitas fisik harian dan asupan nutrisi spesifik, seperti kalsium dan vitamin D, terhadap kepadatan tulang pada lansia di panti, karena faktor-faktor ini turut memengaruhi risiko osteoporosis meskipun belum dieksplorasi mendalam dalam penelitian ini. Terakhir, studi lanjutan bisa mengevaluasi efektivitas program edukasi kesehatan tentang osteoporosis yang disesuaikan dengan tingkat pendidikan dan kondisi fisik lansia di panti sosial untuk meningkatkan kesadaran dan perilaku pencegahan secara berkelanjutan.
| File size | 580.55 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
STIKES BHSTIKES BH Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional. Sampel terdiri dari 92 pengrajin kulit yang dipilihMetode penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional. Sampel terdiri dari 92 pengrajin kulit yang dipilih
STIKES BHSTIKES BH Teknik pengambilan sampel dengan total sampling pada 40 orang lanjut usia. Hasil penelitian diperoleh sebagian besar 23 responden (53. 5%) dengan 1-6 sindromTeknik pengambilan sampel dengan total sampling pada 40 orang lanjut usia. Hasil penelitian diperoleh sebagian besar 23 responden (53. 5%) dengan 1-6 sindrom
STIKES BHSTIKES BH Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan antara peran petugas kesehatan dan kader posyandu dengan cakupan imunisasi dasar di Daerah PesisirHasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan antara peran petugas kesehatan dan kader posyandu dengan cakupan imunisasi dasar di Daerah Pesisir
STIKBARSTIKBAR Analisis statistik menunjukkan hubungan sedang antara kondisi fisik sumur dan keberadaan E. coli, serta asosiasi signifikan antara kedekatan dengan tangkiAnalisis statistik menunjukkan hubungan sedang antara kondisi fisik sumur dan keberadaan E. coli, serta asosiasi signifikan antara kedekatan dengan tangki
STIKES BHSTIKES BH Penurunan berbagai fungsi biologis pada lansia berdampak pada banyak aspek kehidupan, seperti perubahan fisik, psikis, dan social, jika tidak dikelolaPenurunan berbagai fungsi biologis pada lansia berdampak pada banyak aspek kehidupan, seperti perubahan fisik, psikis, dan social, jika tidak dikelola
OJSOJS Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan hingga 10% dibandingkan metode latihan konvensional. Namun, penerapan program harus disesuaikan denganHasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan hingga 10% dibandingkan metode latihan konvensional. Namun, penerapan program harus disesuaikan dengan
STKIP PASUNDANSTKIP PASUNDAN 80 > t table = 1,71), maka dapat digambarkan terjadi peningkatan daya tahan setelah dilakukan perlakuan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang80 > t table = 1,71), maka dapat digambarkan terjadi peningkatan daya tahan setelah dilakukan perlakuan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang
STKIP PASUNDANSTKIP PASUNDAN Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Inerval Training terhadap VO2Max atlet Bola basket di IKIP PGRI Pontianak. Metode penelitian menggunkanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Inerval Training terhadap VO2Max atlet Bola basket di IKIP PGRI Pontianak. Metode penelitian menggunkan
Useful /
ALMAATAALMAATA Metode: Desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah pasien diabetes melitus tipe 2. Sampel sebanyakMetode: Desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah pasien diabetes melitus tipe 2. Sampel sebanyak
TEKNOKESTEKNOKES Penelitian ini memproposalkan UGV miniatur yang terintegrasi dengan modul GPS Neo Ublox M8N dan sensor ultrasonik empat sisi untuk mendukung navigasi waktuPenelitian ini memproposalkan UGV miniatur yang terintegrasi dengan modul GPS Neo Ublox M8N dan sensor ultrasonik empat sisi untuk mendukung navigasi waktu
UMJ PremiumUMJ Premium Besar risiko mengalami obesitas pada anak yang sering mengkonsumsi fast food dan junk food paling tinggi sebesar 30,7 kali daripada anak-anak yang jarangBesar risiko mengalami obesitas pada anak yang sering mengkonsumsi fast food dan junk food paling tinggi sebesar 30,7 kali daripada anak-anak yang jarang
DOKICTIDOKICTI Bagi pembaca dan peneliti selanjutnya, disarankan untuk dapat lebih dalam memahami mekanisme dan aspek-aspek spesifik dari terapi salat wajib dan sunahBagi pembaca dan peneliti selanjutnya, disarankan untuk dapat lebih dalam memahami mekanisme dan aspek-aspek spesifik dari terapi salat wajib dan sunah