UMJ PremiumUMJ Premium
Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF)Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF)Masa anak-anak merupakan periode emas dikarenakan pada usia tersebut proses tumbuh kembang anak sedang berlangsung dengan pesat. Pola makan yang baik dapat menjaga anak tetap sehat dan mencegah timbulnya penyakit malnutrisi seperti obesitas. Penyebab obesitas pada anak salah satunya yaitu kebiasaan mengkonsumsi makanan siap saji (fast food) dan makanan rendah gizi (junk food). Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui gambaran mengenai seberapa besar risiko obesitas yang ditimbulkan dari pola makan fast food dan junk food pada anak usia sekolah dasar. Penelitian ini menerapkan metode tinjauan literatur (literature review) dengan mengikuti pedoman PRISMA flowchart yang disesuaikan dengan tujuan penelitian serta menggunakan format PICO. Pencarian artikel dilakukan melalui database elektronik meliputi PubMed, Google Scholar, dan Garuda menggunakan kata kunci: “risiko obesitas, “anak usia sekolah dasar, “fast food, dan “junk food. Pencarian secara online ditemukan 961 artikel. Kemudian diterapkan kriteria eksklusi dan inklusi, sehingga diperoleh 11 artikel yang akan direview. Berdasarkan 11 artikel yang dianalisis, 10 artikel menunjukkan bahwa pola makan yang buruk, seperti konsumsi fast food dan junk food dengan frekuensi berlebih memiliki hubungan yang signifikan dalam menyebabkan obesitas pada anak usia sekolah dasar. Besar risiko mengalami obesitas pada anak yang sering mengkonsumsi fast food dan junk food paling tinggi sebesar 30,7 kali daripada anak-anak yang jarang mengkonsumsi dua jenis makanan tersebut.
Anak yang sering mengonsumsi fast food dan junk food termasuk dalam kelompok dengan pola makan tidak baik, yang menjadi faktor risiko obesitas.Frekuensi konsumsi lebih dari dua kali dalam seminggu dapat meningkatkan risiko obesitas pada anak.Peningkatan risiko obesitas mencapai 30,7 kali lebih tinggi pada anak yang sering mengonsumsi fast food dan junk food dibandingkan dengan yang jarang mengonsumsi.
Pertama, perlu diteliti bagaimana pengaruh durasi paparan iklan makanan cepat saji di media digital terhadap frekuensi konsumsi fast food dan perkembangan obesitas pada anak usia sekolah dasar di wilayah perkotaan dan pedesaan. Kedua, penting untuk mengkaji efektivitas program intervensi berbasis sekolah yang menggabungkan edukasi gizi, penggantian jajanan tidak sehat dengan makanan sehat, serta peningkatan aktivitas fisik dalam mengurangi risiko obesitas pada anak dalam jangka panjang. Ketiga, perlu dikembangkan penelitian tentang peran orang tua dalam mengontrol akses anak terhadap fast food dan junk food, khususnya di lingkungan rumah dan sekolah, serta bagaimana pola asuh keluarga memengaruhi kebiasaan makan anak secara keseluruhan. Ketiga ide ini dapat memberikan gambaran lebih komprehensif tentang faktor-faktor yang saling terkait dalam menyebabkan obesitas anak dan membantu merancang strategi pencegahan yang lebih efektif. Dengan memahami pengaruh media, lingkungan sekolah, dan dinamika keluarga, penelitian lanjutan dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan dan program yang lebih terarah dan berkelanjutan. Selain itu, pendekatan gabungan ini mempertimbangkan berbagai tingkatan faktor risiko, mulai dari individu hingga sosial, sehingga solusi yang dihasilkan lebih holistik. Penelitian semacam ini juga dapat mengungkap perbedaan kontekstual antar daerah dan latar belakang sosial ekonomi. Hasilnya akan sangat berguna bagi pihak sekolah, pemerintah daerah, hingga tenaga kesehatan dalam merancang inisiatif pencegahan yang relevan. Oleh karena itu, penelitian lanjutan sebaiknya dirancang secara longitudinal dan lintas sektor untuk memastikan data yang diperoleh akurat dan aplikatif. Pendekatan ini juga akan memperkuat bukti ilmiah yang sudah ada mengenai hubungan konsumsi fast food dan junk food dengan obesitas anak.
| File size | 872.3 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
STIKESBUDILUHURCIMAHISTIKESBUDILUHURCIMAHI Intervensi yoga prenatal dilaksanakan empat kali selama dua minggu, masing‑masing 30–60 menit. Data dikumpulkan menggunakan lembar cek terstrukturIntervensi yoga prenatal dilaksanakan empat kali selama dua minggu, masing‑masing 30–60 menit. Data dikumpulkan menggunakan lembar cek terstruktur
STIKESBUDILUHURCIMAHISTIKESBUDILUHURCIMAHI The study concludes that brain gymnastics is an effective early intervention strategy for enhancing fine motor development in preschoolers. A significantThe study concludes that brain gymnastics is an effective early intervention strategy for enhancing fine motor development in preschoolers. A significant
STIKESBUDILUHURCIMAHISTIKESBUDILUHURCIMAHI Hasil penelitian menunjukkan bahwa 67,9% balita menerima pola pemberian makan yang tepat, sedangkan 32,1% tidak. Di antara balita dengan pola pemberianHasil penelitian menunjukkan bahwa 67,9% balita menerima pola pemberian makan yang tepat, sedangkan 32,1% tidak. Di antara balita dengan pola pemberian
STIKESBUDILUHURCIMAHISTIKESBUDILUHURCIMAHI Setelah pelatihan, semua petugas kesehatan masyarakat (100%) mencapai pengetahuan yang baik. Temuan menunjukkan bahwa pelatihan antropometri komprehensif,Setelah pelatihan, semua petugas kesehatan masyarakat (100%) mencapai pengetahuan yang baik. Temuan menunjukkan bahwa pelatihan antropometri komprehensif,
AIBPMAIBPM Data kuantitatif dikumpulkan dari 271 peserta PRB dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares‑Structural Equation Modeling (PLS‑SEM). Citra perusahaanData kuantitatif dikumpulkan dari 271 peserta PRB dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares‑Structural Equation Modeling (PLS‑SEM). Citra perusahaan
POLTEKKES MATARAMPOLTEKKES MATARAM Hasil menunjukkan bahwa asupan energi, protein, karbohidrat, vitamin A, vitamin C, dan vitamin E pada responden berada di bawah kebutuhan, sementara asupanHasil menunjukkan bahwa asupan energi, protein, karbohidrat, vitamin A, vitamin C, dan vitamin E pada responden berada di bawah kebutuhan, sementara asupan
POLTEKKES MATARAMPOLTEKKES MATARAM Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan desain acak lengkap dengan lima tingkat penambahan kacang tanah, mengumpulkan data sifat organoleptik, nilaiMetode penelitian: Penelitian ini menggunakan desain acak lengkap dengan lima tingkat penambahan kacang tanah, mengumpulkan data sifat organoleptik, nilai
POLTEKKES MATARAMPOLTEKKES MATARAM Snacks dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi anak-anak yang tidak membawa makanan ke sekolah. Namun, banyak camilan yang beredar di masyarakat masih perluSnacks dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi anak-anak yang tidak membawa makanan ke sekolah. Namun, banyak camilan yang beredar di masyarakat masih perlu
Useful /
ALMAATAALMAATA Analisis data menggunakan uji Korelasi. Hasil: Uji korelasi vitamin D dengan glukosa darah menunjukkan nilai p = 0,238, sedangkan vitamin C dengan kadarAnalisis data menggunakan uji Korelasi. Hasil: Uji korelasi vitamin D dengan glukosa darah menunjukkan nilai p = 0,238, sedangkan vitamin C dengan kadar
STIKESBUDILUHURCIMAHISTIKESBUDILUHURCIMAHI One potential complementary intervention is the use of Zingiber officinale (ginger) herbal therapy. This study aims to describe complementary nursing careOne potential complementary intervention is the use of Zingiber officinale (ginger) herbal therapy. This study aims to describe complementary nursing care
UMJ PremiumUMJ Premium Tujuan dari penelitian ini yaitu mampu memberikan asuhan keperawatan terhadap pasien yang mengalami penyakit TB Paru dengan masalah keperawatan defisitTujuan dari penelitian ini yaitu mampu memberikan asuhan keperawatan terhadap pasien yang mengalami penyakit TB Paru dengan masalah keperawatan defisit
UIT LIRBOYOUIT LIRBOYO Integrasi Maqasid Al-Shariah dengan isu-isu lingkungan sosial sangat penting untuk mengembangkan kerangka kerja komprehensif untuk menjaga lingkungan iniIntegrasi Maqasid Al-Shariah dengan isu-isu lingkungan sosial sangat penting untuk mengembangkan kerangka kerja komprehensif untuk menjaga lingkungan ini