STAIM PROBOLINGGOSTAIM PROBOLINGGO
Al-ATHFAL: Jurnal Pendidikan AnakAl-ATHFAL: Jurnal Pendidikan AnakTujuan dari penelitian ini yaitu tujuan untuk mengetahui ciri-ciri anak hiperaktif dan mengetahui tugas guru sebagai pendidik dalam menangani anak hiperaktif di RA Miftahul Ulum Lumbang Ketangi.Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dan menggunakan pendekatan kualitatif. Untuk mengumpulkan data yang relevan di dalam penelitian ini dilakukan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data yang didapatkan yakni dari guru kelas kelompok B dan siswa kelompok B sebagai subyek penelitian. Dalam penelitian ini teknik yang digunakan dalam menganalisis data yaitu melalui reduksi data, penyajian data lalu penarikan kesimpulan. Penelitian ini menghasilkan informasi bahwa: 1) Ciri-ciri anak hiperaktif ditandai dengan anak yang tidak bisa diam, tidak bisa fokur, suka berlarian kesana kemari, sering meninggalkan tempat duduknya, anak tidak sabar menunggu giliran, suka membantah. 2) peran guru dalam menangani perilaku anak hiperaktif adalahselalu memantautingkah laku anak tersebut, memberikan tugas, anak diberikan kesempatan untuk bebas melakukan permainan yang disukai namun selalu dalam pengawasan guru, memuji anak ketika anak dapat menyelesaikan tugasnya atau saat anak dapat mematuhi perintah guru, memberi hukuman ringan kepada anak jika telah melakukan suatu kesalahan, guru duduk di dekat anak atau di meja belajar anak.
Anak hiperaktif memiliki ciri perilaku sulit fokus, suka berlarian, berteriak, dan sulit menaati perintah, sering dijuluki nakal karena sulit diatur dan konsentrasi rendah, baik di sekolah maupun di rumah.Berdasarkan penelitian, peran guru di RA Miftahul Ulum Lumbang Ketangi dalam menangani anak hiperaktif tergolong baik, dengan upaya seperti pengawasan, pemberian perhatian khusus, dan kebebasan bermain di bawah pengawasan.Penanganan juga mencakup teguran ringan, pujian, penempatan duduk dekat guru, serta kerja sama erat dengan orang tua untuk konsistensi bimbingan di rumah dan sekolah, demi perkembangan anak yang optimal.
Penelitian ini telah memberikan pemahaman awal tentang peran guru dalam menghadapi anak hiperaktif di satu lembaga pendidikan anak usia dini, namun ada beberapa arah penelitian lanjutan yang menarik untuk mengembangkan pemahaman ini lebih jauh. Pertama, akan sangat bermanfaat untuk melakukan penelitian yang lebih mendalam mengenai tingkat keberhasilan berbagai strategi penanganan yang saat ini diterapkan oleh para guru, seperti pengawasan khusus, pemberian pujian, atau teknik pengalihan perhatian; kita perlu memahami secara lebih objektif, dengan metode kuantitatif atau studi kasus longitudinal, sejauh mana strategi ini benar-benar mampu mengubah perilaku hiperaktif anak dan meningkatkan kemampuan fokus mereka dalam jangka waktu yang lebih panjang. Penelitian ini bisa menjawab pertanyaan: Seberapa efektif strategi guru dalam meningkatkan fokus dan mengurangi perilaku hiperaktif anak usia dini? Kedua, mengingat tantangan keterbatasan sumber daya dan kurangnya pelatihan khusus yang dihadapi guru, penelitian berikutnya dapat mengeksplorasi dampak dari intervensi berupa program pelatihan komprehensif dan penyediaan sumber daya yang memadai, misalnya dengan meneliti Bagaimana program pelatihan guru yang terstruktur dan ketersediaan alat bantu spesifik dapat meningkatkan kompetensi guru dalam menangani anak hiperaktif, serta apa pengaruhnya terhadap kualitas pembelajaran di kelas? Hal ini penting untuk merancang dukungan yang tepat bagi para pendidik. Ketiga, karena kerja sama dengan orang tua ditekankan sebagai bagian penting dari penanganan, penelitian bisa fokus pada pengembangan model kolaborasi antara sekolah dan keluarga yang paling efektif, menjawab pertanyaan Model komunikasi dan keterlibatan orang tua seperti apa yang paling optimal dalam menciptakan lingkungan yang konsisten untuk tumbuh kembang anak hiperaktif, baik di rumah maupun di sekolah? Dengan demikian, kita dapat terus meningkatkan kualitas pendidikan inklusif bagi semua anak.
- GAMBARAN PERILAKU ANAK HIPERAKTIF PADA SISWA KELAS I SD NEGERI II DEMAK IJO | Elementary School: Jurnal... doi.org/10.31316/esjurnal.v7i2.771GAMBARAN PERILAKU ANAK HIPERAKTIF PADA SISWA KELAS I SD NEGERI II DEMAK IJO Elementary School Jurnal doi 10 31316 esjurnal v7i2 771
- Pendampingan dan pelatihan Peran Guru Dalam Mengurangi Perilaku Hiperaktif Anak Berkebutuhan Khusus Di... jpabdimas.idjournal.eu/index.php/panrannuangku/article/view/478Pendampingan dan pelatihan Peran Guru Dalam Mengurangi Perilaku Hiperaktif Anak Berkebutuhan Khusus Di jpabdimasjournal eu index php panrannuangku article view 478
| File size | 215.92 KB |
| Pages | 15 |
| DMCA | Report |
Related /
STTBEREASTTBEREA Di sekolah, guru berperan sebagai pembimbing dan teladan yang mengajarkan nilai-nilai etika, seperti kasih, kejujuran, tanggung jawab, dan penghormatan,Di sekolah, guru berperan sebagai pembimbing dan teladan yang mengajarkan nilai-nilai etika, seperti kasih, kejujuran, tanggung jawab, dan penghormatan,
UNTARUNTAR Metode perancangan dimulai dari tahap identifikasi masalah, menentukan tujuan perancangan, pengumpulan data (wawancara, kuesioner, observasi, dan studiMetode perancangan dimulai dari tahap identifikasi masalah, menentukan tujuan perancangan, pengumpulan data (wawancara, kuesioner, observasi, dan studi
UNTARUNTAR Perlawanan mereka, seperti yang tercatat dalam Tragedi Batavia 1740, menunjukkan semangat pengorbanan demi kemerdekaan. Perancangan visual media promosiPerlawanan mereka, seperti yang tercatat dalam Tragedi Batavia 1740, menunjukkan semangat pengorbanan demi kemerdekaan. Perancangan visual media promosi
UNTARUNTAR Upaya yang dilakukannya adalah berkolaborasi dengan berbagai negara di dunia untuk menkonservasi peninggalan yang membuktikan bahwa dalam sejarah, ideUpaya yang dilakukannya adalah berkolaborasi dengan berbagai negara di dunia untuk menkonservasi peninggalan yang membuktikan bahwa dalam sejarah, ide
SAINTISPUBSAINTISPUB Namun, meme ini juga berfungsi sebagai alarm kecil yang menandakan persoalan lebih besar yang secara signifikan memengaruhi pola pikir masyarakat dan memengaruhiNamun, meme ini juga berfungsi sebagai alarm kecil yang menandakan persoalan lebih besar yang secara signifikan memengaruhi pola pikir masyarakat dan memengaruhi
ISI DPSISI DPS Setiap anak memiliki potensi dan kecerdasan yang berbeda, dan kecerdasan setiap orang tidaklah sama serta selalu berkembang. Oleh karena itu, orang tuaSetiap anak memiliki potensi dan kecerdasan yang berbeda, dan kecerdasan setiap orang tidaklah sama serta selalu berkembang. Oleh karena itu, orang tua
ISI DPSISI DPS Dengan kebutuhan anak-anak ini maka disedakanlah sarana pendidikan anak usia dini dengan beragam jenis pengajarannya. Sunflower Preschool merupakan sebuahDengan kebutuhan anak-anak ini maka disedakanlah sarana pendidikan anak usia dini dengan beragam jenis pengajarannya. Sunflower Preschool merupakan sebuah
UNIKSUNIKS Setiap anak ibarat kertas putih bersih, mereka akan mengikuti setiap arahan yang diberikan kepada mereka. Tidak hanya orang tua, sekolah dan lingkunganSetiap anak ibarat kertas putih bersih, mereka akan mengikuti setiap arahan yang diberikan kepada mereka. Tidak hanya orang tua, sekolah dan lingkungan
Useful /
UAIUAI Ada 26 orang menyatakan “ya dari 27 mahasiswa yang mengikuti pembelajaran curi point. Artinya bahwa desain pembelajaran curi point memberikan pengaruhAda 26 orang menyatakan “ya dari 27 mahasiswa yang mengikuti pembelajaran curi point. Artinya bahwa desain pembelajaran curi point memberikan pengaruh
WESTSCIENCESWESTSCIENCES Salah satu kegiatan yang mendukung hal tersebut adalah pendirian Bank Sampah. Oleh karena itu penulis memberikan usulan desain Bank Sampah di area KampungSalah satu kegiatan yang mendukung hal tersebut adalah pendirian Bank Sampah. Oleh karena itu penulis memberikan usulan desain Bank Sampah di area Kampung
UNIKSUNIKS Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya pembentukan karakter kepemimpinan pada peserta didik melalui pendekatan pembelajaran mendalam (deepPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya pembentukan karakter kepemimpinan pada peserta didik melalui pendekatan pembelajaran mendalam (deep
UNIKSUNIKS bahwa lulusan pesantern ijazahnya memiliki kesetraan dengan lembaga formal lainnya, dengan penjaminan mutu. Dengan disahkannya UU pesantren, diharapkanbahwa lulusan pesantern ijazahnya memiliki kesetraan dengan lembaga formal lainnya, dengan penjaminan mutu. Dengan disahkannya UU pesantren, diharapkan