USMUSM

TEMATIKTEMATIK

Kelompok Tani Melati Makmur di Desa Mlatiharjo, Kecamatan Patean, Kabupaten Kendal, menghadapi tantangan dalam efisiensi penggunaan air dan pupuk, serta serangan hama yang mengurangi hasil panen. Pengabdian ini bertujuan memperkenalkan teknologi Internet of Things (IoT) untuk memantau kelembaban tanah, suhu, dan kebutuhan air tanaman secara real-time. Teknologi ini diharapkan dapat menghemat penggunaan air hingga 30% dan mengurangi kerusakan akibat hama. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan, pemasangan sensor IoT, dan pendampingan penggunaan teknologi. Hasil menunjukkan peningkatan efisiensi penggunaan air, peningkatan hasil panen hingga 50%, dan kemampuan petani dalam mengoperasikan teknologi. Meskipun terdapat tantangan infrastruktur dan adaptasi, penggunaan panel surya dan pendampingan intensif berhasil mengatasi hambatan tersebut. Penerapan teknologi IoT ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan efisiensi pertanian dan berpotensi diimplementasikan lebih luas.

Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di Kelompok Tani Melati Makmur, penerapan teknologi Internet of Things (IoT) telah memberikan dampak yang signifikan dalam meningkatkan efisiensi penggunaan air, mengurangi kerusakan akibat hama, dan memperbaiki kualitas serta kuantitas hasil panen.Penggunaan sistem irigasi otomatis berbasis IoT berhasil menghemat air hingga 30%, serta meningkatkan hasil panen pepaya hingga 50%.Selain itu, petani yang terlibat dalam kegiatan ini mampu mengoperasikan sistem IoT dengan baik, yang menunjukkan peningkatan literasi teknologi mereka.Namun, terdapat beberapa tantangan yang dihadapi, seperti keterbatasan infrastruktur di daerah terpencil dan adaptasi petani terhadap teknologi baru.Meskipun demikian, tantangan tersebut dapat diatasi dengan penggunaan panel surya sebagai sumber energi alternatif dan pendampingan yang intensif di lapangan.Keberhasilan implementasi teknologi ini juga membuka peluang untuk pengembangan lebih lanjut, seperti integrasi kecerdasan buatan untuk prediksi penyakit tanaman dan pengelolaan pemupukan yang lebih presisi.Untuk pengembangan program pengabdian di masa depan, perlu dilakukan perluasan penerapan teknologi IoT ke sektor pertanian lainnya, serta meningkatkan kesadaran dan pemahaman petani mengenai potensi teknologi dalam meningkatkan hasil pertanian secara berkelanjutan.Program ini juga dapat diperluas dengan melibatkan kelompok tani lain di daerah sekitar untuk menciptakan dampak yang lebih luas.

1. Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan sistem IoT yang terintegrasi dengan kecerdasan buatan untuk memprediksi penyakit tanaman dan mengelola pemupukan secara lebih presisi. 2. Melakukan studi komparatif antara sistem irigasi tradisional dan berbasis IoT di berbagai lokasi dan jenis tanaman untuk mengukur dampak jangka panjangnya terhadap produktivitas dan keberlanjutan pertanian. 3. Mengembangkan strategi edukasi dan pelatihan yang lebih komprehensif untuk meningkatkan literasi teknologi di kalangan petani, terutama dalam hal pemanfaatan data dan analisis untuk pengambilan keputusan pertanian yang lebih efektif.

Read online
File size354.57 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test