UNIPASBYUNIPASBY

ABDIKES : Jurnal Pengabdian KesehatanABDIKES : Jurnal Pengabdian Kesehatan

Gizi seimbang dan menjaga kebersihan saat menstruasi pada remaja dapat mencegah berbagai macam penyakit terkait gizi dan kesehatan reproduksi. Remaja mengalami masalah gizi karena tumbuh kembang yang sangat pesat dan membutuhkan energi cukup untuk beragam aktivitas fisik, sehingga penting meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan tentang gizi seimbang dan manajemen kebersihan menstruasi sehingga remaja menjadi cerdas dan sehat. Metode yang digunakan adalah ceramah tanya jawab dan pemutaran video, melibatkan 30 remaja putri di Balai Desa Tugusumberjo pada 14‑15 Agustus 2022 bersama kader posyandu, bidan desa, dan sekretaris desa. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan tentang gizi seimbang (90% baik, 10% cukup) dan pemahaman manajemen kebersihan menstruasi (95% baik, 5% cukup), serta semangat peserta untuk bertanya. Diharapkan remaja berperilaku hidup sehat dengan mengkonsumsi gizi seimbang dan menerapkan kebersihan menstruasi, bebas anemia dan kekurangan energi kronis.

Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan di Balai Desa Tugusumberjo tentang gizi seimbang remaja dan Manajemen Kebersihan Menstruasi (MKM) berhasil meningkatkan pengetahuan dan pemahaman remaja mengenai gizi seimbang serta perilaku menjaga kebersihan organ reproduksi, sehingga derajat kesehatan remaja meningkat menjadi generasi emas yang sehat, cerdas, dan berkualitas, bebas anemia dan stunting.

Penelitian selanjutnya dapat meneliti dampak jangka panjang pendidikan gizi seimbang dan manajemen kebersihan menstruasi terhadap penurunan kejadian anemia dan stunting pada remaja putri selama setidaknya dua tahun setelah intervensi; selanjutnya, dibandingkan efektivitas metode edukasi video interaktif dengan diskusi kelompok yang dipimpin oleh remaja sebaya dalam meningkatkan pengetahuan dan praktik kebersihan menstruasi, untuk menentukan pendekatan yang paling efisien dalam konteks desa; terakhir, kajian kualitatif mengenai hambatan keberlanjutan adopsi manajemen kebersihan menstruasi di wilayah pedesaan, khususnya faktor ketersediaan pembalut bersih, persepsi budaya, dan dukungan infrastruktur, guna merancang strategi intervensi yang berkelanjutan dan sesuai dengan kebutuhan sosial‑ekonomi setempat.

Read online
File size496.19 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test