UNIPASBYUNIPASBY

ABDIKES : Jurnal Pengabdian KesehatanABDIKES : Jurnal Pengabdian Kesehatan

faktor risiko kematian. Saat Penyakit penyerta adalah penyakit yang diderita atau dimiliki pasien sebelum terinfeksi virus corona. Usia lanjut dan penyakit penyerta (komorbid) seperti Diabetes mellitus (DM) dilaporkan menjadi ini masyarakat sudah mulai banyak yang memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat saat mengalami keluhan gejala penyakit komorbid yang mereka rasakan. Sehingga perlu diberikan edukasi terkait penyuluhan tentang penyakit diabetes melitus dan juga pengecekan kadar gula darah. Program Studi Farmasi Universitas Muhammadiyah Bandung membantu memberikan edukasi dan meningkatkan kesehatan masyarakat dan kader posyandu. Melalui pengecekan kesehatan dan edukasi diharapkan membantu menjaga dan meningkatkan derajat kesehatan warga Komplek Villa Pajajaran Permai, dalam upaya mencegah dan menangani diabetes melitus yang merupakan co-morbid dari COVID-19. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan secara luring dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Sebanyak 25 peserta penyuluhan dengan rentang umur 21 – 64 tahun dicek kadar gula darahnya dan didapatkan nilai kadar gula darah (KGD) berkisar dari 73–148 mg/L. Peserta penyuluhan umumnya sudah sarapan pada saat sebelum pemeriksaan, sehingga KGD semua peserta termasuk normal karena tidak lebih dari 200 mg/dL. Peserta pengabdian mendapatkan catatan hasil pemeriksaan kesehatan (kadar gula darah) dan mendapatkan informasi pengetahuan dan perbaikan kualitas hidup mengenai Diabetes Melitus.

Dari penelitian dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat mengenai pemeriksaan kesehatan dan penyuluhan pada masyarakat kader posyandu shofa 11 C, Kec.telah terlaksana dengan baik dari tanggal 26 Februari 2022 dengan total 25 orang.Peserta pengabdian mendapatkan catatan hasil pemeriksaan kesehatan (kadar gula darah) dan mendapatkan informasi pengetahuan dan perbaikan kualitas hidup mengenai Diabetes Melitus.

Berdasarkan penelitian ini, ada tiga saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian tentang efektivitas penggunaan teknologi digital seperti aplikasi mobile atau platform online untuk menyebarkan edukasi kesehatan tentang diabetes melitus kepada kader posyandu dan masyarakat luas, terutama di daerah pedesaan yang akses internetnya terbatas. Kedua, penelitian longitudinal untuk mengevaluasi perubahan pola hidup dan tingkat kepatuhan pasien diabetes melitus setelah mengikuti program edukasi dan pemeriksaan gula darah secara rutin, serta dampaknya terhadap kontrol gula darah jangka panjang. Ketiga, penelitian tentang kolaborasi antara kader posyandu, puskesmas, dan institusi pendidikan untuk mengembangkan modul edukasi kesehatan berbasis komunitas yang lebih interaktif dan berkelanjutan, dengan fokus pada pencegahan komplikasi diabetes melitus melalui pendekatan multidisiplin.

Read online
File size530.06 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test