URINDOURINDO

Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)

Pendidikan dan pelatihan (Diklat) merupakan proses pembelajaran untuk meningkatkan kompetensi dan kinerja tenaga rumah sakit. Evaluasi program diklat merupakan aspek krusial dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) di sektor kesehatan dan bagian integral dari upaya kontinu untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan serta memiliki peran penting dalam memastikan efektivitas, efisiensi, dan relevansi dari program serta membantu dalam memastikan tenaga kesehatan memiliki pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang sesuai dengan standar yang ditetapkan, juga berkontribusi pada peningkatan keselamatan pasien. Tujuan penelitian ini adalah menelaah secara empiris mengenai evaluasi pelatihan budaya peningkatan mutu & keselamatan pasien (PMKP) & budaya 5R di RS Universitas Indonesia yaitu mengetahui gambaran evaluasi pelatihan pada tingkat reaksi, pembelajaran, perilaku dan hasil. Metode yang digunakan model evaluasi Kirkpatrick dengan jenis penelitian mix (kuantitif‑kualitatif) di Instalasi Diklat periode 11 Desember 2023 – 10 Januari 2024. Analisis evaluasi tingkat reaksi menggunakan data sekunder hasil survei RSUI mengevaluasi narasumber, fasilitas, keberhasilan pelatihan. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara mendalam dan telaah dokumen. Hasil yang didapatkan alur penyelenggaraan pelatihan RSUI sudah baik dengan kualitas penyampaian baik (66%), fasilitas baik (87%), keberhasilan penyampaian baik 89%, kepuasan peserta tingkat reaksi tinggi 83%, kehadiran peserta jauh dari target. Evaluasi tingkat pembelajaran baik dengan lulus post test 97%.

Pelatihan PMKP dan 5R di RSUI menunjukkan hasil yang baik pada level reaksi, dengan kualitas penyampaian narasumber (66%), fasilitas (87%), dan kepuasan peserta (83%).pada level pembelajaran, 97% peserta lulus post‑test.Namun, pada level perilaku dan hasil belum dapat dinyatakan baik karena masih memerlukan dukungan organisasi, lingkungan kerja, dan motivasi instruksional.Diperlukan peningkatan kesadaran peserta serta desain pelatihan yang lebih interaktif untuk meningkatkan kehadiran dan efektivitas keseluruhan.

Penelitian selanjutnya sebaiknya menyelidiki faktor‑faktor yang memengaruhi rendahnya tingkat kehadiran peserta pelatihan dengan pendekatan campuran guna mengidentifikasi hambatan struktural dan motivasional, serta mengembangkan model prediktif untuk meningkatkan partisipasi. Selain itu, efek integrasi pembelajaran daring (blended learning) yang dilengkapi dengan tes pra‑dan pasca‑pelatihan terhadap retensi pengetahuan, perubahan perilaku, dan penerapan budaya PMKP serta 5R perlu dievaluasi secara eksperimental untuk menilai kontribusinya dalam peningkatan kompetensi klinis. Terakhir, studi longitudinal yang melacak dampak jangka panjang pelatihan terhadap indikator keselamatan pasien, kualitas layanan, dan kinerja organisasi dapat memberikan bukti empiris tentang keberlanjutan manfaat pelatihan serta menginformasikan kebijakan manajemen SDM di rumah sakit.

Read online
File size893.64 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test